December 26, 2016

Pelajaran Seperempat Abad #8

Enggak ada satu pun pengalaman yang sia - sia. Bahwa setiap kejadian atau hal buruk yang kita lalui, sebenarnya selalu ada pelajaran dibaliknya yang justru membuat kita menjadi seseorang yang lebih baik. Dari saya kecil, Ayah dan Bunda selalu memberikan nasehat ketika ada hal - hal buruk yang menimpa kami. Kalau Ayah bilang "semakin banyak kita diberi cobaan, tandanya Tuhan semakin sayang sama kita, karena Tuhan ingin melihat seberapa besar kita masih bisa bertahan untuk menjadi orang yang baik di saat kita diberikan masalah". Sedangkan Bunda lebih percaya bahwa ketika ada hal - hal buruk yang terjadi dengan kita, itu adalah balasan dari kesalahan yang kita lakukan di masa lalu, atau biasa dikenal dengan 'karma'. Tapi yang jelas, kedua orang tua saya selalu mengajarkan saya untuk tetap mensyukuri sekecil apapun nikmat yang masih diberikan oleh Tuhan; sekalipun di kondisi yang sebenarnya enggak ada hal baik yang bisa dilihat. Kondisi dimana tanpa disadari saya terus mempertanyakan kepada Tuhan mengenai kesalahan apa yang telah saya lakukan di masa lalu sehingga pantas untuk menerima cobaan seperti itu.


Dan saya sangat bersyukur karena ternyata memang benar apa yang dikatakan oleh mereka: enggak ada satu pun hal yang sia - sia di hidup ini, termasuk berbagai musibah maupun pengalaman buruk yang kita lalui. Mungkin beberapa diantara kalian ada yang tertawa, dan berkata, "lo belum tau aja pengalaman terburuk yang gue lalui. Lo pasti bakalan ngubah pandangan dan perkataan lo tersebut". Iya sih, saya memang belum mengalami setiap kejadian dan pengalaman terburuk dari setiap manusia yang ada di dunia ini.  Tapi saya bisa memastikan bahwa banyak berbagai kejadian yang membuat saya sempat menyesal selama bertahun - tahun akan berbagai hal yang pernah saya lakukan di masa lalu saya.  Menyesal dengan apa yang saya lakukan. Menyesal dengan pilihan yang telah diambil. Bahkan ada masanya saya sempat menyesal terlahir menjadi diri saya. Tapi kalau enggak melewati hal - hal tersebut, mungkin sampai sekarang saya masih belum bisa membuka sepenuhnya pikiran saya dan menerima berbagai perbedaan dari orang - orang dan lingkungan yang saya temui. Karena hanya dengan pernah melewati hal - hal yang serupa dengan mereka semua, saya bisa memposisikan diri saya ketika saya menjadi diri mereka. Karena hanya dengan pernah mengalami hal yang serupa, saya bisa melihat segala sesuatunya dari beberapa sudut pandang yang berbeda. Dan yang jelas, berbagai pengalaman pahit dan masa - masa paling gelap tersebut, justru pada akhirnya membuat saya menjadi sosok yang semakin tegar. 

No comments:

Post a Comment