January 31, 2017

January: A Month Full of Blessings

Rasanya baru kemarin saya menunda untuk memposting sebuah tulisan karena mood menulis saya tiba - tiba hilang akibat lagi banyak kerjaan yang menumpuk. Alhasil niat awal menulis beberapa postingan blog di bulan ini akhirnya malah berujung hanya dua tulisan. Mumpung Januari masih ada hingga beberapa menit lagi, kali ini saya paksakan diri untuk menuangkan beberapa hal yang paling saya syukuri di bulan ini, sehingga tidak menjadikan tulisan ini terlihat basi nantinya.

Berkah pertama yang datang di awal bulan ini adalah salju! Banyak yang bilang bahwa musim dingin tahun ini abnormal. Bukan hanya temperaturnya lebih rendah dari biasanya, tapi juga sampai turun salju beberapa kali, yang mana enggak dirasakan pada tahun lalu. Meskipun temperatur yang hampir selalu minus ini membuat saya semakin mager keluar apartemen, tapi ketika melihat jalanan dipenuhi oleh benda berwarna putih ini dan danau yang membeku berhasil membuat mata saya berbinar dan hati saya jingkrak - jingkrak kesenangan.




Berkah kedua adalah kekuatan dan kesehatan yang Tuhan berikan hingga saya bisa melalui usia seperempat abad, terlepas dari pandangan saya dari tahun ke tahun yang semakin kehilangan makna hari ulang tahun itu sendiri. Bahkan sejujurnya, salah satu hari yang ingin saya lupakan adalah hari ulang tahun saya sendiri. Entahlah, saya hanya semakin merasa bahwa setiap kali mendekati hari tersebut, semakin saya merasa gelisah. Rasanya ingin cepat - cepat melaluinya tanpa merasa ada yang berarti dari hari tersebut. Makanya kali ini saya memutuskan untuk menikmati hari itu seorang diri. Dari pagi buta saya berangkat ke Ghent, salah satu kota di Belgia yang hanya ditempuh dua setengah jam dengan bus dari Rotterdam. Berjalan sendirian selama satu hari disana tanpa bertemu dengan orang yang saya kenal maupun membaca berbagai ucapan selamat. Karena yang saya inginkan hanyalah merasa bahwa hari itu enggak ada yang spesial. Sama seperti hari - hari lainnya. 






Berkah ketiga adalah kenyataan bahwa hari itu saya melaluinya dengan penuh berkah. Makan siang di tempat yang menyenangkan, Mosquito Coast. Sebuah restoran yang dipenuhi dengan berbagai pernak - pernik perjalanan, lengkap dengan menu makanan yang berasal dari berbagai belahan dunia. Kali itu saya tergiur dengan vegetarian burger yang menggunakan jamur Portobello sebagai pengganti daging (yang ternyata lebih enak dari kebanyakan vegetarian burger yang pernah saya rasakan sebelumnya!). Lalu setelah itu pergi mengelilingi kota sambil menikmati pemandangan yang jarang saya temukan di Belanda. Dilanjutkan dengan duduk selama tiga jam Le Bal Infernal, sebuah bar yang kemudian diubah menjadi toko buku yang menyediakan berbagai buku bekas. Uniknya, mereka enggak menjual buku bekas tapi menggunakan sistem barter dengan buku yang kita miliki. Dikarenakan saya lupa membawa buku bekas yang saya punya, saat itu saya hanya membaca buku di tempat tersebut. "Profound Simplicity", sebuah buku menarik karya William Schutz yang menjadi pilihan saya. Sambil membaca, sesekali melihat pemandangan di luar kaca jendela yang berhadapan dengan saya. Orang lalu lalang. Salju turun. Sambil sesekali menyeruput kopi dan memakan poffertjes. Setelah itu sebelum pulang, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa toko pernak - pernak yang mampu membuat mata dan hati ini terasa senang. Dan semua itu lebih dari cukup. Meski pada akhirnya saya tetap mendapatkan kejutan kecil, kue dan lilin yang perlu ditiup sambil mengucap doa dalam hati, serta beberapa kado yang tidak disangka.




Berkah keempat adalah mendapatkan kesempatan kembali untuk menghadiri konferensi sebagai speaker, dan kali ini mempresentasikan paper dari hasil kerjaan selama satu tahun menjalani program doktoral. Sebenarnya yang menjadikan ini berkah bukanlah konferensi atau isi presentasi itu sendiri, tetapi perjuangan dibaliknya. Apalagi kalau mengingat apa yang terjadi beberapa bulan yang lalu, ketika saya sempat hampir menyerah untuk mengumpulkan paper buat konferensi ini karena otak, jiwa, dan raga ini rasanya udah sulit diajak kerjasama. Dan bersamaan dengan berkah keempat ini, bagi saya yang menjadi berkah terbesar di bulan ini dan juga tahun ini adalah mentraktir Bunda traveling ke negara yang belum pernah dikunjungi oleh beliau. Karena dari beliau lah saya mampu mengetahui dan menginjak dunia di luar tempat kelahiran saya. Makanya saya selalu berkeinginan jika udah punya uang sendiri ingin gantian mengajak Bunda. Alhamdulillah, akhirnya setelah beberapa kali menjadi wacana, kali ini saya bisa mengajak Bunda traveling ke Portugal dan Spanyol, sekalian menemani saya untuk menghadiri konferensi.




Semoga segala berkah di bulan pertama ini bisa menjadi awal dan pertanda yang baik akan datangnya berkah - berkah berikutnya di sepanjang tahun 2017 :)

January 15, 2017

#Pelajaran Seperempat Abad

Berhubung #pelajaranseperempatabad ini dari awal ditulis sebagai pengingat apa yang saya dapatkan selama saya mencapai usia dua puluh lima tahun, maka sudah saatnya diselesaikan (meskipun telat dua hari. Ha!). Dan karena katerbatasan waktu dan kata - kata, maka untuk menutup postingan #pelajaranseperempatabad, saya ingin menuliskan beberapa quote favorit yang kurang lebih menggambarkan pelajaran - pelajaran lainnya yang saya dapatkan terutama tepat di usia 25 tahun ini.


9. They always say time changes things, but you actually have to change them yourself - Andy Warhol

10.  Last night during Taraweh Prayers, in the sermon the speaker mentioned an interesting fact about how only 3% of the Quran is about rules and 97% of it is about ethics. This made me think that many people focus mainly on the rules and give little attention to ethics. We tend to easily feel that we are good when we are praying, eating halal, not drinking alcohol, fasting, etc. Abiding by those rules are wonderful and should be practiced, but neglecting our ethics in how we should be treating others, make negative judgments about people, and feel proud of ourselves when we are abiding by the 3% of rules. The lesson learn is loud and clear: Let’s not stay satisfied with 3%, but think hard and deep about 97% too - Rahman Popal, Kandahar

11. If you love something, let it go. If it was meant to be, it will come back to you - Cecelia Ahern

12. Remember that sometimes not getting what you want is a wonderful stroke of luck - Dalai Lama XIV

13. Some of the most wonderful people are the ones who don't fit into boxes - Tori Amos

14. Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn't do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbour. Catch the trade winds in your sails. Explore, dream, discover - Mark Twain

15. The worst of our faults is our interest in other people's faults - Imam Ali bin Abi Thalib

16. The most significant gifts are the ones most easily overlooked. Small, everyday blessings: woods, health, music, laughter, memories, books, family, friends, second chances, warm fireplaces, and all the footprints scattered throughout our days - Sue Monk Kidd

17.  Life is a series of natural and spontaneous changes. Don't resist them, that only creates sorrow. Let reality be reality. Let things flow naturally forward in whatever way they like - Lao Tau


18. You don't have to judge the whole world by your own standards. Not everybody is like you, you know - Haruki Murakami

19. The best way to know life is to love many things - Vincent Van Gogh

20. In order to determine whether we can know anything with certainty,  we first have to doubt everything we know - Ted Mosby

21. Everybody knows that everybody's normal till you get to know them better. But instead of not getting to know anybody, you're still willing to get to know strangers because you want to cure you loneliness, because you don't want to spend holiday seasons alone watching woodie allen movies. And the cycle goes like this: strangers become non strangers become strangers. All over again - Lala Bogang

22. Be kind, for everyone you meet is fighting a battle you know nothing about - Wendy Mass

23. You don't need an expensive camera to capture beauty. All you need is a good pair of eyes and a story within every shot you captured - Dylan Sada

24. The truth is, everybody is going to hurt you. You just gotta find the ones worth suffering for - Anonymous

25. Don't wish me happiness, I don't expect to be happy all the time. It's gotten beyond that somehow. Wish me courage and strength and a sense of humour. I will need them all - Anne Morrow Lindbergh

January 01, 2017

Goodbye, Roller-Coaster Year!

Baru kali ini saya menjalani tahun dimana baik kehidupan personal saya maupun berita yang disampaikan oleh dunia sama - sama mendukung untuk ingin segera meninggalkan 2016. Tahun yang membuat saya seperti sedang naik roller coaster. Penuh dengan kejutan dan rasanya terus berubah setiap detiknya. Detik ini saya berada di titik tertinggi, detik berikutnya saya sudah berada di titik terbawah. Detik ini saya sedang menatap ke langit, detik berikutnya saya sedang menatap terbalik dengan posisi seratus delapan puluh derajat yang berbeda dari sebelumnya. Detik ini saya berada di jalur yang lurus, detik berikutnya saya sudah berada di jalur berbelok. Seperti makna roller-coaster bagi saya, selalu membuat saya penasaran, bersemangat, dan tentunya ada kesenangan tersendiri yang enggak saya dapatkan dari atraksi lainnya. Namun terkadang ketika saya sedang kurang beruntung, ada saatnya ia membuat saya merasa pusing, takut, dan mual. Sayangnya, kali ini saya kurang beruntung. Roller-coaster yang saya naiki ternyata belum sesuai dengan kondisi saya sehingga berujung rasa sakit. Tapi seiring berjalannya waktu, saya bersyukur bahwa rasa sakit tersebut perlahan - lahan hilang dan tergantikan dengan kepuasan karena saya tidak lagi penasaran. Kepuasan karena pada akhirnya saya berhasil melewatinya.


Saya bilang roller-coaster, karena sebenarnya tahun 2016 enggak sepenuhnya membawa keburukan bagi saya. Malahan, setengah tahun pertama saya melewatinya dengan penuh rasa syukur. Tahun dimana saya merasa sangat bahagia karena begitu banyak mimpi saya yang tercapai. Memulai program doktoral dengan topik riset yang saya inginkan. Tinggal di kota yang menyenangkan dan menjalani hari - hari yang membuat saya merasa seimbang secara fisik dan mental. Jalan - jalan ke berbagai tujuh negara di Eropa setelah tiga tahun yang lalu sempat ditolak dua kali visa Schengen saya, yang mana semua perjalanan tersebut terasa sangat menyenangkan. Serta yang menjadi highlights tahun ini adalah impian saya untuk menjadi published author akhirnya tercapai, dan lebih dari itu, saya bisa mempublikasikan dua buku sekaligus di waktu yang berdekatan.

Tahun dimana saya merasa sangat nyaman, mencintai, dan bersyukur dengan diri saya. Membuat saya enggak malu lagi untuk menunjukkan kelemahan saya (baca: Setengah Perjalanan di Seperempat Abad). Membuat saya merasa sangat yakin bahwa saya sudah sangat memahami setiap bagian diri dam merasa sangat bersyukur karena hidup saya terasa sangat baik, seimbang, dan hampir tanpa masalah. Tahun dimana saya sangat merasa senang dengan kesendirian hingga kenyataan bahwa berbulan - bulan dikelilingi oleh orang - orang dan lingkungan yang tidak familiar, enggak merisaukan hati saya sedikitpun. Tahun dimana saya merasa begitu banyak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang - orang terdekat, orang yang baru saya kenal, hingga orang - orang yang sama sekali enggak saya kenal.


Di waktu lain, saya melewati hari - hari dimana saya enggak tau lagi mimpi saya apa. Rasanya ratusan mimpi yang saya punya, berbagai semangat membara untuk meraih mereka; semua hilang diterpa angin dan hujan badai. Waktu dimana semua rasa percaya diri dan keyakinan dengan diri saya tersebut perlahan - lahan hilang, bahkan saya mencapai titik dimana saya memiliki pikiran negatif dan memandang rendah diri saya. Waktu dimana saya merasa sangat bingung dengan diri saya, hingga saya membutuhkan pertolongan orang lain untuk membantu saya memahaminya. Waktu dimana saya merasa begitu banyak masalah yang tertumpuk hingga butuh waktu lama untuk bisa menguraikan satu per satu masalah yang saya miliki untuk mencari akar permasalahan sebenarnya. Waktu dimana saya merasa sangat lemah hingga enggak bisa lagi sendirian dan selalu mencari orang untuk berinteraksi. Waktu dimana segala rencana yang telah saya buat sebelumnya berujung pada penyesalan.

Namun saya sangat bersyukur bahwa pada akhirnya semua hal negatif tersebut bisa saya lalui dan  menjadi sebuah pembelajaran - pembelajaran hidup yang enggak lain ditujukan untuk memperkuat diri saya dan hubungan saya dengan apa yang paling penting dalam hidup.



Di tahun ini saya menemukan makna baru dibalik beberapa hal yang sudah ada sejak lama dalam hidup saya. Tentang makna sholat yang bukan lagi sebatas sebuah kewajiban, tetapi tempat saya mencari kedamaian untuk diri saya sendiri. Tentang makna keluarga yang bukan lagi sebatas "orang - orang yang mau-enggak-mau terus ada di dalam hidup saya", tetapi sebagai orang - orang yang menyelamatkan hidup saya. Tentang kesabaran untuk menunggu dan tetap meyakini bahwa yang terbaik akan datang di waktu yang terbaik, sehingga enggak perlu memaksakan apa yang bukan sesuai dengan diri saya. Tentang pola hidup semi-vegetarian atau mereka menyebutnya flexitarian yang ternyata jauh lebih menyenangkan daripada omnivarian. Tentang hasrat untuk melakukan perjalanan keliling dunia yang tidak lagi terlihat menyenangkan tanpa adanya rekan. Tentang makna bumi pertiwi yang sudah mendarah daging di dalam tubuh saya dan sampai kapanpun enggak akan tergantikan, sekalipun oleh nikmatnya kehidupan di negera dunia pertama. Tentang kekuatan pikiran yang harus lebih sering dikendalikan agar tidak berbalik menyerang diri. Tentang pentingnya menjaga kekuatan jiwa agar raga bisa tetap berfungsi.

Saya juga menemukan berbagai perspektif baru yang membuat saya akhirnya bisa mengerti dan memahami tentang perbedaan sudut pandang yang dimiliki oleh orang lain, yang dulunya belum bisa saya pahami. Bahkan enggak sedikit diantaranya yang bisa meyakinkan saya untuk bisa menyetujui mereka yang awalnya bertentangan dengan pemikiran saya. Sebaliknya, ada beberapa keyakinan yang dilepas karena tidak lagi sesuai dengan pengalaman yang saya lalui. Enggak ada yang salah, karena semua itu enggak lain hanya akan membuat saya semakin menjadi seseorang yang bisa melihat segalanya dari berbagai sisi. 


Terima kasih untuk berbagai pembelajaran yang semakin menguatkanku, 2016. Dan, hai, 2017! Semoga kamu bisa memberikan lebih banyak hari - hari dimana aku lebih bersyukur ketimbang mengeluh, berlapang dada ketimbang khawatir, dan tertawa lepas ketimbang menangis. Semoga kamu bisa memberikan dunia lebih banyak berita positif yang enggak lain berujung bahagia dan harapan baru bahwa hidup ini layak untuk terus diperjuangkan.