August 28, 2014

Jember Fashion Carnaval

Walaupun sebenarnya udah sejak bertahun - tahun yang lalu saya selalu dibuat penasaran dengan festival yang katanya menjadi street carnaval terbesar di Indonesia dan termasuk ke dalam salah satu terbesar di dunia, keputusan untuk datang ke JFC tahun ini bisa dibilang cukup mendadak. Karena udah pesimis duluan enggak ada teman yang segitu niatnya menemani saya ke Jember hanya untuk mendatangi carnaval ini, saya sempat mengurungkan niat saya dan bahkan melupakan untuk datang ke JFC. Eeehh, tapi emang ya kalau yang namanya rezeki itu enggak akan kemana. Hanya kurang dari seminggu sebelum carnaval ini berlangsung, bunda saya tiba - tiba memberitahu apakah saya bisa ikut ke Jember untuk datang ke JFC bersama beliau karena ayah saya mendadak enggak bisa ikut. Padahal sebelumnya enggak ada sama sekali kami membahas JFC, bahkan saya baru tau saat itu bahwa bunda saya ternyata sudah lama juga penasaran melihat langsung carnaval ini! Lalu, akhirnya Sabtu lalu saya ke Jember bersama bunda saya untuk melihat icon baru kota Jember ini.










Pertama kali tiba di Bandara Hadi Notonegoro, kami udah disambut dengan meriah oleh beberapa penari sebagai bentuk welcome dance dari carnaval ini untuk para wisatawan yang baru datang. Kemeriahan carnaval ini memang bukan hanya dirasakan beberapa kelompok orang, tetapi tampaknya satu kota Jember ikut menyambutnya dengan suka cita. Mulai dari bandara, hotel hingga beberapa bagian jalan pun dihiasi oleh pernak - pernik JFC. Yang membuat saya semakin berbinar - binar adalah ketika melihat hasil dari para peserta carnaval ini sangat niat sekali dan karya mereka yang sangat sangat sangat mengagumkan! Mulai dari baju, sepatu hingga pernak - pernik yang ditampikan membuat saya ingin foto terus menerus setiap bagiannya. Cuma satu hal yang agak disayangkan, yaitu dekorasi venue/catwalk nya justru enggak terlalu meriah dibandingkan dengan baju - baju yang ditampilkan. The rest went beyond my expectation! A big salute to Dynand Fariz and the team!




Bupati Jember saat menerima souvenir dari salah satu model




Mulai dari kamera hp, poket hingga lensa tele yang super canggih, enggak ada yang mau ketinggalan untuk memfoto para model


Ini baru bagian awal dari catwalk sepanjang 3,5km. Begitu banyak penonton yang datang, mulai dari wisatawan lokal, mancanegara hingga masyarakat lokal.

August 25, 2014

Not A Bad Thing


So don't act like it's a bad thing to fall in love with me
Cause you might look around and find your dreams come true, with me
Spent all your time and money just to find out that my love was free
So don't act like it's a bad thing to fall in love with me
It's not a bad thing to fall in love with me

Not A Bad Thing - Justin Timberlake

August 19, 2014

Menentukan Pilihan

"Masalah yang sering dihadapi anak - anak jaman sekarang ini bukan lagi fasilitas, teknologi, akses, tetapi bagaimana mereka menentukan pilihan". 

Begitu kira - kira yang diungkapkan oleh seorang wanita cantik berparas ayu, namun memiliki otak cemerlang dan mental baja, yang enggak lain adalah seorang Ibu Sri Mulyani. Beliau menceritakan sedikit tentang kehidupannya di depan ratusan orang - orang yang sebagian besarnya adalah para pekerja seperti saya. Entah kenapa, diantara berbagai hal yang beliau sampaikan, justru kalimat yang paling diingat oleh saya adalah tentang menentukan pilihan dalam hidup. Mungkin benar kata beliau, memilih itu adalah hal yang paling sulit dilakukan saat ini. Terlalu banyak pilihan malah membuat semakin bingung. Tetapi bukankah memang itu sudah menjadi hal yang tidak terpisahkan dari semenjak kita kecil? Bedanya adalah ketika saat itu rasanya menentukan sebuah pilihan tidaklah sesulit ketika kita sudah beranjak dewasa. 



Semakin hari saya semakin sadar bahwa pilihan hidup setiap orang itu berbeda - beda, begitu pula dengan nasib yang mereka hadapi setelah memilih. Jadi enggak ada kata "mutlak". Yang ada hanya ke-sok-tau-an orang - orang ketika melihat nasib beberapa orang di sekelilingnya saat mereka mengambil pilihan hidup mereka. Mereka cenderung megeneralisir apa yang terjadi disekitar mereka. "Kalau kamu begini, ntar kamu bisa jadi begitu loh. Seperti teman saya..", atau,"Lebih baik kamu begitu dulu, supaya nantinya begini". Dan akhirnya saya menyadari bahwa, semua itu kembali lagi kepada diri kita. Apakah kita mau bekerja di dunia sosial atau dunia entertainment, mengambil pendidikan setinggi-tingginya atau mengambil pendidikan secukupnya, menikah cepat atau menikah nanti, menjadi seorang ibu rumah tangga atau menjadi wanita karir, menjadi seorang yang biasa - biasa saja atau menjadi seorang yang lebih dari orang pada umumnya, mengambil resiko atau memilih untuk diam di zona nyaman. Semua pilihan itu enggak ada yang salah atau benar. Karena setiap orang punya caranya sendiri untuk bahagia, karena mereka punya tujuan yang berbeda. Yang bisa menjawab apakah jalan yang kita ambil nantinya benar atau salah adalah diri kita sendiri; bagaimana kita bisa mempertanggungjawabkan pilihan yang kita ambil, serta menerima kekurangan maupun kelebihan dari pilihan tersebut. 

August 14, 2014

Sweet Little Escape

Living in a big city like Jakarta is surely tiring, both physically and mentally. I'm not one of those people who hates or curses this city. Neither am I a fan of it. It's not about the never-ending traffic jams, the emotional people, the crime, the heat, or the not-so-friendly public transportation that makes me feel like this city is not a place to raise my children or to spend the rest of my life. Have been witnessing life in some other places, I've come to realize that my ideal places to live are similar in certain aspects. They have some  - or even plenty - big open spaces where you can soak in some sun, breathe some fresh air, lay down somewhere halfway quiet while you read your favorite book, watch old movie, listen to the music, or just for small nice talk with your beloved ones. Fortunately, there are more and more open spaces in the suburbs that offer better refreshment rather than malls, cinemas and fancy restaurants/cafes. And this one that I found is far way better than my expectation. Pine tree picnic!















All photos were taken in Gunung Pancar, Bogor, Indonesia