September 22, 2014

I'm Beyond Excited!

Long Cardigan: Next. Striped Top: Pasar Senen. Jeans: Zara.
Belt: River Island. Clutch: Bershka. Wedges: Zara.

September 16, 2014

September's Stories (Part One)

Bicycles and becak -or cycle rickshaw- are almost everywhere in Kota Lama Semarang 

A piece of cuteness at Noeri's Cafe

This Wedangan Pendopo is surely a must visit in Solo

The view from Katep Pass

Sam Poo Kong, the most famous temple in Semarang

Street art in the old city

Another must visit place in Solo: Cafe Tiga Tjeret

There's no better "old city" companion than them

I admire every corner of Noeri's Cafe

Can you see the beauty of this abandoned house?

Pumpkins are sold around Katep Pass

The heaven of treasure and antiques at Triwindu Market

September 15, 2014

Something Good Can Work

Let's make this happen girl
You gotta show the world that something good can work
And it can work for you
And you know that it will
Took a little time to make it a little better

Two Door Cinema Club - Something Good Can Work

September 05, 2014

7 Things You Should Do When Studying Abroad

Tulisan ini sebenarnya adalah salah satu tulisan yang sudah lama mengendap di draft. Hampir setahun semenjak saya tulis ini, karena berbagai alasan akhirnya baru sekarang deh saya publish. Nah berhubung udah sering mendapat pertanyaan tentang gimana sih rasanya jadi mahasiswa di negara lain, dan pas banget bulan - bulan ini, yaitu Agustus - September, biasanya calon - calon mahasiswa baru berangkat ke negara dan universitas tujuannya masing - masing, maka saya persembahkan postingan ini untuk kalian yang akan menjadi mahasiswa maupun yang berencana untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.

P.S: Semua ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi saya, jadi bisa aja setiap orang punya preferensi dan pengalaman yang berbeda - beda :)


1. PARTICIPATE IN VOLUNTEERING ACTIVITIES
Salah satu hal yang membuat saya seneng banget volunteering selama disana adalah karena organisasi volunteering di kampus saya, The Hub, memiliki sistem dimana kita enggak perlu menjadi anggota yang terus aktif di organisasi tersebut. Apalagi sejauh ini saya belum pernah melihat kegiatan volunteering di Indonesia yang dapat "seenaknya" bergabung tanpa aktif dalam organisasi volunteer tersebut. Jadi ketika lagi musimnya sibuk dengan tugas kuliah, saya bisa "istirahat" dulu dari volunteering. Baru deh ketika udah senggang atau libur, saya bisa kembali aktif. Yang lebih menyenangkannya lagi adalah kegiatannya yang menarik, beraneka ragam dan sebagian besarnya langsung terlibat dengan masyarakat. Mulai dari bantuin acara Christmas, nemenin para masyarakat yang Alzheimer untuk sekedar mengobrol dan menyanyi, mural painting di SD, jadi supporter para peserta lari untuk kegiatan charity, jadi petugas keamanan untuk acara masyarakat setempat, bantuin acara museum dan bahkan merajut syal untuk diberikan sebagai hadiah natal untuk beberapa komunitas di Kenya! Selain itu sistem informasi dan cara mendaftarnya yang sangat mudah. Cukup membuka website mereka, lalu disana sudah ada beberapa kegiatan volunteering untuk lokasi, jenis kegiatan dan waktu diselenggarakannya kegiatan tersebut. Menurut saya volunteering ini justru memberikan saya banyak manfaat, salah satunya adalah bertemu banyak orang terutama masyarakat lokal, lebih mengenal lingkungan tempat tinggal saya, dan tentunya menjadi ajang dimana saya bisa melatih untuk ngomong proper British English (maklum ajaa, mahasiswa master biasanya sangat sedikiitt sekali orang British asli, selebihnya adalah mahasiswa internasional! Berbeda dengan mahasiswa undergraduate yang sebagian besarnya adalah orang British).


2. MESS UP THE KITCHEN 
Percaya deh kuliah dan tinggal di luar negeri itu adalah saatnya untuk belajar dan sering - sering masak! Ketika susaaah banget untuk mendapatkan makanan Indonesia apalagi ketika lagi kangen-kangennya dan masak adalah satu - satunya cara untuk mengobati kerinduan itu. Untungnya, sebelumnya saya termasuk orang yang suka nyoba masak walaupun yaa soal rasa masih dalam tahap amatir huehe. Saya sendiri merasa banyak belajar masak selama tinggal sendiri disana. Terutama saat masih awal - awal tinggal sendiri, main asal masak tanpa liat dulu tips memasaknya. Jadi ajalah itu masak tumis buncis sampai gosong karena enggak dikasih air, lupa kasih bawang putih untuk masak sop, atau bihun goreng yang kurang rasa. Sampai akhirnya tanpa mengenal rasa lelah terus mencoba dan liat resep setiap hari sambil berpikir "akhir minggu ini beli apa ya di supermarket? minggu depan makan apa aja ya?" Dan akhirnya bisa sampai ahli bikin teri sambal ijo, kesampaian bikin nasi uduk komplit, rendang, soto ayam, bubur kacang hijau, rawon, bubur ayam sampai pizza, scone, cinnamon roll, nutella bread pudding, mashed potato (ya bahkan untuk resep semudah ini aja dulu saya engga tau cara buatnya) dan masih banyak lagiii *ceritanya mau pamer* *sambil kibas jilbab*.


3. LEAVE YOUR COMFORT ZONE & BE OPEN MINDED
Ngapain jauh - jauh kuliah di luar negeri kalau ujung - ujungnya cuma temenan dengan orang - orang Indonesia lagi? Bukannya belagu atau sok internasional, tetapi maksud saya disini jangan ngumpulnya cuma sama mereka aja. Kalaupun emang kamu ternyata nyamannya dengan orang - orang Indonesia (saya pun pada akhirnya menyadari bahwa lebih mudah attached dengan orang Indonesia dibandingkan orang dari negera lain), tapi tetap aja dibawa berbaur dengan orang - orang dari negara lain. Toh menurut saya yang paling membedakan kuliah di dalam negeri dengan di luar ya gimana kita bisa dapat lebih menerima perbedaan. Membuka diri dan pikiran kita untuk bisa menerima orang lain dari budaya, karakteristik, kebiasaan dan latar belakang yang berbeda tanpa menjudge dan memaksakan mereka untuk bisa seperti diri kita dan juga tanpa mengubah prinsip yang kita pegang. Pengertian ini bukan saya dapatkan dari Google atau kamus manapun, tetapi dari pengalaman yang saya rasakan sendiri. Dan pemikiran terbuka ini enggak akan datang kalau kamu hanya kumpul dengan orang - orang yang berasal dari negara atau komunitas yang sama lagi dan udah skeptis dengan orang dari negara atau komunitas lain. 

4. DO THINGS THAT YOU CAN'T DO IN YOUR COUNTRY
Mulai dari bela-belain ke padang lavender dan canola (karena dulu hanya bisa berimajinasi lewat Tumblr aja huhu), nonton layar tancap atau bahasa kerennya open air cinema di atas gedung, sepedaan menyusuri satu kota kecil ke kota kecil lainnya, roadtrip keliling UK baik bersama teman - teman maupun keluarga, datang ke berbagai festival (musik, kuliner, art & craft), nonton opera, merasakan sensasi London Fashion Week, sampai ke hal - hal kecil yang menyenangkan seperti lari setiap sore di taman dan menyusuri pantai, piknik saat musim panas, berburu secondhand treasure yang super lucu di tempat yang jauh lebih nyaman, berpakaian senyaman mungkin (secara kalo di Indonesia "beda" dikit langsung diliatin, beda kalo disana mah mana ada yang peduli hehehe), nikmatin winter dan udara dingin disana dengan memakai coat dan sepatu/boot yang fancy (jujur, ini salah satu hal yang paling saya kangenin sekarang!), belanja barang branded dengan harga yang sangat murah ketika lagi sale, dan masihhh banyak lagi yang bisa kamu lakukan saat kuliah atau tinggal di negara lain.


5. FEEL THE SENSATION OF BEING IN A FARAWAY LAND
Ketika sebagian besar teman - teman Indonesia yang lain pada pulang setidaknya sekali dalam setahun, saya termasuk bagian minoritas yang enggak pulang sama sekali sampai beneran pulang atau leave for good. Alasannya karena menurut saya setahun itu cepet banget! Saya aja yang empat belas bulan penuh disana masih ngerasa cepet banget gimana kalau ditambah pulang ke Indonesia dulu hehehe. Sayang banget kan waktu disana jadi semakin sedikit. Dan bukan cuma itu ternyata, ada sensasi tersendiri ketika pertama kali saya melihat wajah orangtua dan saudara - saudara saya di Heathrow Airport saat mereka menjenguk saya. Rasanya mau nangis terharu saking kangennya :""") *terdengar berlebihan sih, tapi percaya deh ini saat merasakannya langsung memang bikin terharu*.


6. GET A PART TIME JOB
Ide untuk part time ini sebenarnya ada supaya mengisi waktu luang *terutama saat liburan* dan bisa nambah uang saku *maklum uang beasiswa terkadang suka terlambat masuknya fufufu*. Tetapi ternyata dari kerja sambilan ini justru saya dapat pengalaman yang saya yakin enggak akan didapat oleh teman - teman saya lainnya yang enggak pernah part time ketika disana. Awalnya saya pengen kerja di tempat yang kece seperti di toko buku, toko pakaian ala - ala Zara, atau di kafe gitu. Saya kira kan "ya buat part time ini kayanya bisalah yaa". Eh ternyata enggak mudah loh diterima kerja di tempat - tempat kece itu, bahkan untuk part time sekalipun. Mungkin juga karena awalnya saya enggak segitu niatnya untuk mencari pekerjaan ini jadinya enggak apply di waktu yang tepat (FYI, supaya lebih mudah dapat part time, lebih baik apply saat sebulan sebelum natal dan tahun baru). Nah akhirnya saya cobalah di salah satu tempat fitness yang terkenal disana, dan keterima sebagai petugas kebersihan! Berhubung saya senang bersih - bersih, jadi saya oke aja. Daaan pas dijalanin pun tetap menyenangkan kok. Cuma saya enggak nyangka aja walaupun kerjanya cuma 2 jam sehari, tapi capek banget rasanya. Apalagi, itu dilakukan pagi hari, dari jam setengah 5 sampai setengah 7 pagi. Terkadang juga jam 9 udah ada kuliah lagi haha. Walaupun cuma 2 bulan kerja disana, saya merasa banyak banget pengalaman dan pelajaran yang saya dapat. Saat disana saya harus belajar untuk gesit namun tetap bersih karena tempat fitness tersebut gede banget, sedangkan petugas kebersihan yang bagian sesi pagi hanya ada 5 orang! Jadi kebayang kan satu petugas harus membersihkan beberapa bagian mulai dari bersihin shower room, berbagai peralatan seperti treadmill, ruang ganti hingga beberapa ruangan latihan untuk yoga, zumba dan lainnya. Dan itu semua hanya dikerjakan dalam waktu 2 jam! Alhasil saya yang baru kerja pun masih suka keteteran, dan untungnya karyawan lainnya yang udah terbiasa bekerja seperti ini mau membantu saya yang masih sangat amatiran. Pelajaran yang saya dapat enggak cuma itu aja, tetapi bagaimana bisa tetap berkomitmen untuk bangun lebih pagi ketika orang - orang masih bobo cantik (apalagi itu masih awal spring yang masih dingin banget!!), serta mendengar keluhan beberapa teman cleaner yang lain (alhamdulillah saya enggak merasakan secara langsung) bahwa ada beberapa konsumer dan karyawan selain cleaner yang enggak sopan kepada mereka karena status mereka yang hanya jadi "tukang bersih - bersih". Dari semua ini, saya semakin sadar bahwa apapun tingkatan pekerjaan itu, enggak ada yang mudah dan pastinya tetap harus dihargai. Mungkin terkesan "oh hanya bersihin doang kok, gampanglah" tetapi ternyata saya ngerasain bahwa itu lebih dari sekedar "ngelap-nyapu-ngepel". Saya juga belajar bahwa harus bersyukur banget dengan apa yang saya peroleh dan kondisi saya saat ini yang lebih beruntung dibandingkan mereka (dan ngebayangin bagaimana dengan nasib petugas kebersihan di Indonesia, yang pasti lebih berat kondisinya dibandingkan mereka).


7. PLAY HARDER, BUT STUDY EVEN HARDER
Terlepas dari semua kegiatan yang saya sarankan diatas, saya cuma mengingatkan bahwa apapun tujuan awal kalian untuk kuliah ke luar negeri (karena dari pengalaman saya, banyak juga loh orang kuliah ke luar negeri tapi sebenernya tujuan utamanya bukan belajar), tetap coba bertanggung jawab untuk belajar sebanyak kalian bermain *berasa paling oke aja ya hahaha*. Tapi seriusan deh, sayang banget kan sekalinya dapat kesempatan belajar di negara lain malah disia-siakan. Apalagi dengan berbagai fasilitas lengkap yang sudah disediakan disana. Saya sendiri malah ketagihan untuk belajar karena perpusnya yang nyaman, buku nya yang enggak terhitung banyaknya, dan akses jurnal nya yang lengkap. Bahkan kalau ada yang mau ngasih beasiswa lagi untuk kuliah di luar mah pasti saya ambil! hehe :3 *kode*.