December 15, 2014

The Perks of Being a Blogger

Terkadang saya masih suka enggak nyangka kalau saya adalah seorang blogger *naon sih zu, tiba - tiba mikir random*. Tapi beneran deh, selama empat tahun saya blogging ini, enggak jarang orang - orang, terutama teman - teman saya, menanyakan gimana caranya bikin blog atau bisa (setia) menjadi seorang blogger. Padahal abdi mah lain sasaha (ceritanya mau sok-sokan bahasa Sunda, padahal aslinya mah sunda-sundaan). Mungkin salah satu hal yang membuat mereka penasaran adalah ketika melihat bahwa kok saya enggak bosen - bosennya ya posting sesuatu di blog. Secara gitu ya, banyak orang yang buat blog tapi berhenti di tengah jalan dan akhirnya menjadi blog yang ditinggalkan begitu aja. Ada juga yang awalnya aktif, tapi makin kesini makin jarang karena udah ada media sosial lain yang lebih mudah untuk berbagi cerita dan foto tanpa harus repot atau lama seperti memposting di blog. Yayaya, ada saatnya juga sih saya jadi passive blogger, tapi biasanya enggak akan sampai sebulan lebih membiarkan blog ini tanpa update-an apapun. Rasanya malah gregetan sendiri, adaaa aja yang pengen diposting hehe.

Sejujurnya, dari awal pembuatan blog ini enggak ada sama sekali maksud untuk dibaca orang lain, apalagi untuk menginspirasi. Wong alasan saya cuma satu kok, saya hanya perlu sebuah tempat saya dimana saya dapat mencurahkan segala sesuatu yang saya suka ataupun yang ingin saya kenang tanpa "mengganggu" orang lain. Maklum, saya risih untuk menulis panjang - panjang di media sosial lain, memposting foto berturut - turut dalam waktu yang pendek, apalagi menunjukkan outfit saya (errr, yang ada diceng-cengin mulu sama teman - teman saya! haha). Menurut saya itu jadi seperti memenuhi timeline orang lain dan jadinya akan mengganggu mereka *secara saya orangnya suka enggak enakan sama orang lain*. Ditambah pula saya sebenernya pemalu banget orangnya untuk posting semacam outfit yang saya pakai, seolah - olah mau bilang ke diri sendiri "penting banget sih lo posting ootd gitu!". Yang ada saya jiper duluan kalau ada yang komentar, bisa - bisa diapus terus itu foto outfitnya HAHA (FYI, ini beneran terjadi di Facebook saya loh! :p).

Kalau ditanya salah satu keuntungan dari kegiatan blogging ini adalah kesempatan untuk berkenalan dengan banyak orang. Jujur, saya bukan tipe orang yang suka datang ke acara semacam "temu blogger di Indonesia" atau mengunjungi blog - blog orang lain dan menulis "halo, blog kamu bagus! datang ke blog aku juga ya!". Intinya sih, saya enggak pernah menjadikan blog ini sebagai ajang untuk bersosialisasi atau berkenalan dengan orang atau blogger lain. Tapi ternyata tanpa seperti itupun, alhamdulillah, saya tetap bisa banyak berkenalan dengan inspiring people yang enggak lain adalah para pembaca blog saya. Mungkin kalau bukan karena inisiatif mereka yang menghubungi saya duluan, saya enggak akan pernah berkenalan dengan banyak orang baru dari blog ini. Dan saya sangat berterima kasih ke mereka karena udah dengan sangat baiknya seperti itu. Bukannya sombong, tapi saya termasuk orang yang kagok kalau kenalan dengan orang baru, apalagi lewat dunia maya yang saya enggak tau karakter dan respons sebenarnya. Kebanyakan mikir ini itu akhirnya malah pusing sendiri. Kebayang kan jadinya, lewat dunia nyata aja saya masih kagok, gimana kalau enggak ketemu langsung huu. Dan satu hal yang baru saya sadari belakangan ini bahwa ternyata karakteristik dari si pembaca blog dengan blog yang diikuti itu enggak jauh beda, loh. Hal ini saya sadari ketika saya memperhatikan bahwa ternyata mereka itu kebanyakan adalah orang - orang yang enggak jauh - jauh dari para pencinta fotografi, traveling, menulis, pemikir hidup *cieilah*, dan orang - orang yang suka berkreasi dalam bidangnya (walaupun sebenarnya saya sendiri enggak terlalu kreatif huehe). Dan pada akhirnya, mereka yang tadinya enggak saya kenal sama sekali menjadi teman di dunia maya. Senang! :)


Sebenernya pertanyaan ini pertanyaan paling klise dan bisa dijawab oleh semua blogger (dan mungkin non-blogger juga). Bahkan kalau kamu cari di Google, ada sekitar 390 juta hasil pencarian untuk kata kunci "how to be a blogger". Jadi enggak sepenuhnya apa yang saya katakan ini bisa disetujui oleh setiap blogger. Tapi enggak ada salahnya kan berbagi pemikiran? :p

Kalau dari pengalaman saya, yang paling penting dalam membuat dan menjalankan blog adalah niat untuk memiliki blog ini hanya untuk kamu. Maksudnya? Jadi gini, salah seorang teman saya pernah bercerita bahwa sebenarnya dia ingin punya blog, tapi dia bingung gimana caranya supaya blog-nya bisa dibaca oleh banyak orang. Lah, saya sendiri juga bingung jawabnya. Karena masalah dibaca sama orang lain itu mah belakangan. Kalau memang blog-nya menarik ya pasti pembaca itu akan mengikuti kok, selama blog itu juga terus aktif dan di-update. Mungkin karena dari awal juga saya enggak ada niat untuk menjadikan blog saya ini sebagai blog yang dibaca oleh banyak orang, jadinya saya membuat postingan - postingan di blog saya ini tanpa ekspektasi apapun.  Toh, memang blog ini saya tujukan untuk menjadi bahan bacaan bagi saya, calon suami saya dan anak - anak saya nantinya yang penasaran gimana sih kehidupan saya dulu *azek ga sih? :p*. Dan bagi saya, memiliki blog untuk diri sendiri ini penting karena kalau dari awal niatnya hanya untuk mendapatkan banyak pembaca, lalu pada kenyataannya enggak semudah itu untuk mendapatkan banyak pembaca, yang ada malah akhirnya kecewa dan males untuk ngeblog.  Sedangkan ketika memang niat awalnya untuk diri sendiri, jadinya memposting sesuatu di blog ini bukan bergantung "permintaan" yang datang dari banyak atau enggaknya pembaca blog, tapi memang karena ada keinginan menulis dari dan untuk diri sendiri. 

Hal lainnya adalah penuhi blog kamu dengan hal - hal yang kamu suka dan sulit untuk dibagi di "tempat lain". Bagi saya, hal - hal yang saya bisa lakukan seenaknya di blog dan enggak bisa saya share di manapun selain disini adalah masukin hasil foto - foto segudang, cerita panjang lebar tentang apa yang ada di pikiran saya (contohnya seperti postingan ini hehe) dan pasang foto outfit sesuka hati. Jadi coba tanyakan lagi sebenarnya apa sih yang kamu suka dan memang bisa dimasukkan ke dalam blog? Dari awal saya buat blog hingga saat ini pun karena memang banyak hal - hal yang saya senangi untuk dituangkan ke dalam blog. Selain hal - hal seperti yang saya lakukan tadi (yaa enggak semua orang suka melakukan seperti yang saya lakukan tadi kan? hee), mungkin  hal - hal lain seperti berbagi pengalaman atau bahkan imajinasi kamu pun juga bisa menjadi topik untuk menulis di blog.

Oh iya, ada salah satu teman yang pernah bertanya ke saya tentang sejauh apa sih berbagi kehidupan personal kita di blog. Nah, sejujurnya sih ini tergantung ke masing - masing orang yaaa. Ada yang memang membagi kehidupannya sampai sedetail itu, tapi ada juga yang mencari zona aman untuk menceritakan kehidupannya ala kadarnya, misalnya, hanya cerita tentang pekerjaan, traveling atau hal - hal umum lainnya. Bagi saya sih enggak ada standar tertentu seberapa jauh kehidupan personal saya yang ingin saya ceritakan. Tapi satu hal yang pasti sih, saya selalu membaca ulang tulisan saya ketika tulisan itu memang berkaitan dengan hal personal. Lalu saya akan bertanya ke diri saya sendiri, apa yang ada di pikiran saya ketika saya membaca tulisan orang lain yang isinya sama seperti ini? Kalau memang ketika saya baca itu masih dalam batasan yang wajar dan menurut saya itu enggak akan merugikan siapapun termasuk diri saya, maka akan saya posting. Ada baiknya juga sih untuk minta pendapat orang terdekat kita supaya mendapatkan opini lain kalau memang masih ragu.  

Sepertinya itu dulu hal - hal yang bisa saya ceritakan saat ini tentang beberapa hal fundamental dalam menjalankan kegiatan blogging ini. Semoga yang masih ragu - ragu membuat blog jadi semakin yakin yaa. As they say, keep calm and write a blog! 

Happy monday, everyone! :)

December 10, 2014

Conveying a sense of place with your photography will vary depending on your own interests and is a personal thing. The secret is to avoid taking the same pictures as everyone else. It is try to convey what a destination means to you. This allows you to create pictures that are more personal, and communicate your vision of the world to anyone who sees them. 

An article in Garuda Indonesia Colours Magazine

December 09, 2014

New York, New York!

"Good morning Upper East Siders. Gossip Girl here. Your one and only source into the scandalous lives of Manhattan's elites". So this may sound cheesy, but I had Gossip Girls in the back of my mind for almost the entire time when I was in New York. From many films and tv shows have been set in this city, there are only two of them that I remembered during my trip (besides the GG): Serendipity and Love Actually. I wish I could eat yoghurt around the Upper East Side like Blair Waldorf, or ice skating at Rockefeller Centre like Kate Beckinsale, but unfortunately we were in a rush so we only had a quick stop and move to other sites of interest.

The city is so awesomely grand and somehow different from other big cities I've visited. The first time I arrived I was bit disoriented cause they use the Street and Avenue numbering for the streets and subway station. I also almost got lost with all of the skyscrapers that look pretty much the same. Despite those confusions, I still had a great time with this sleepless city. Treasure hunting at the Hell's Kitchen flea market, visited the artsy MoMa, took a morning walk in Central Park, dinner at the Mc Donald's in Times Square (!). Me and my family were also made our way to Brooklyn Bridge (not forget to mention the little ice cream factory near the bridge and also the Shake Shack!) DUMBO, Rockefeller Ice Rink, Grand Terminal and World Trade Centre Memorial. Two days were hardly enough though. It seems like I left this city right before I began to know it! There's still so much I haven't seen/known, and I just can't wait to be back.


















December 01, 2014

So Little Time

Scarf: Pasar Mayestik. Polkadot Jumper: Unbranded. 
Magenta Skirt: Pasar Gedebage. Tights: Primark.