June 22, 2015

A Letter To E

Dear You-Who-I-Missed-The-Most,

How are you? I know it sounds cheesy, but honestly, the question has been stuck 
in the back of my mind for one and a half year. Since I have left you, I have been to some new places, have witnessed beauty in some part of the world, and have met some strangers in the street. I would be lying if I said they didn't get me excited. But the truth is, you are the only one who can make my heart tumbles with a love and comfort that I can't explain. 



I reach back in time four years earlier to the days we met. It was a cold rainy day in December when I arrived with a bunch of tourists. While they were complaining about the weather, I was really happy that I could finally escape the tropical heat. It was my first time visiting a place which has a totally different culture from the place I was born and raised. Normally, I wouldn't take a risk of going alone too far when I didn't know much about the place I visited. But then it turns out that I felt so confident to explore your city without having any fear. I don't know why I got so attached and familiar with it... It just felt like home. 

I remember there were couple of days I was chosen to be a leader of the group to take them around your place just because I could easily understand the Tube Map and oddly remember some places I had not visited before. I remember how I was like an excited little kid when I entered the Winter Wonderland in Hyde Park and saw the Oxford Street's spectacular Christmas lights. I remember enjoying Ben's-amazing-cookies with a cup of hot chocolate while watching in awe a group of classical musicians in Covent Garden. I also remember the feeling of warmth and comfort when I had my first Christmas dinner with my host family. Ever since, I realised that I have fallen for you. It was the reason I came back to you in a year later, and sure for the same reason as why I will come back again.   


Dear you, these last few years has taught me so many things I have never had before. There were times when I was so cranky and ungrateful about my life, but then God tirelessly give his countless blessings and love to me. I realised that if there's an unconditional and eternal love, it would be the love of God. There were times when I got sick and no one care about me, but then there are my parents who always try their best to help and support me so I can finally get up again. I realised that I will never able to give back what my parents have given me in my life. But if there's one thing I could do, it would be to make them proud of me and always be a good daughter for them. There were times when I was forced to be the person who would always say and do the right things to people around me, but I realised that I will never please everybody, no matter how hard I try. Then, I accept all my flaws and forgive myself for my so called past mistakes.

I am also at the point when I feel more sure that fates are connected in ways we, human, could never fathom. "Sometimes fate is like a small sandstorm that keeps changing directions". When I look back, I realise how many things have happened in unexpected ways that never even crossed my mind. While it has given me a lot to learn, it also has given me a lot to laugh about. Not to mention that I have finally arrived at that stage where a woman starts to question whether there would be a person who fits with all my quirks and imperfections. Somehow, it all makes me the person who doesn't really give a crap about what have happened in my life. Maybe I'm just far too tired to define it, or maybe I'm just getting used to its complexities and surprises.



I don't usually say this, but I have missed you like a million times during this one and a half year. Do you know how much I envy those who could visit you more often without thinking too much about this and that? Frankly, sometimes I feel the unfairness of it. Ah, but does it make our relationship more valuable? Like old best friends who haven't been in touch for years, but when they meet each other again, they could spend hours upon hours or even days upon days talking about anything. Like the day you finally meet someone you love after years having a long distance relationship, you feel so much happy that you will burst into tears.

Some of the reasons I missed being with you is how it has truly allowed me to be free, to widened my horizons, to appreciate everything I have, to know myself well, to befriend myself, and to explore an endless field out there. The reasons why I love living with you is how you could always surprised me and made me notice many things I had never really paid attention to. You made me stronger, you made me feel like there is nothing to be afraid of, as long as we know the limit and always have good intention with everything we do. You made me feel like being alone doesn't necessarily mean lonely. It is actually embarrassing because after moving back here, surrounded by my closest family and friends, has weakened me in certain aspects. It is only when I was with you that I would often travel alone. I'm not trying to say that I don't enjoy traveling with my family and friends like what I have been doing this one and a half year, but somehow, I really missed the moment when my heart thumped like a techno drumbeat before I went travel solo. I missed having the fear and excitement of going places alone. 




They say, "save the best for the last", so I save the best part of this letter in the last paragraph. 
You know, I can hardly sleep these days because I have been so excited. I have just got the good news about the scholarship for my doctoral study. If everything goes well, I will meet you again either this September or January! I offer up to the God a fervant prayer of thanks because he gives me one of the greatest things I could ever ask in my life. The thought of meeting you again suddenly brings me a hope, energy and strength of new beginnings. It seems as though I finally found something that was missing in my life. It seems as though I finally found my way back home when I was lost in a maze. And now I'm counting down the days until I can see you again.  

With much love,


N

June 17, 2015

Summer Sunshine





Denim Shirt: Zara. White Blouse: Unbranded. Pants: Thrifted.
Bag: Longchamp. Strap Sandals: New Look. Sunglasses: Unbranded. 

June 06, 2015

Mengejar Lumba - Lumba Di Teluk Kiluan

HAIIIII! APAKABAR SEMUAAA? #hebohsendiri #padahalgaadayangbacajuga :p Ini sebenarnya bentuk dari rasa kangen saya karena udah sebulan lebih enggak menulis apapun disini. Walaupun tetep posting, tapi sebenernya sedih juga melihat blog ini kok isinya basi banget yaa cuma foto - foto doang tanpa ada kata - kata yang melengkapinya. Hufffft, salahkan semua ini kepada kerjaan dan deadline yang menguras hampir seluruh otak dan tenaga saya. Jadinya setiap kali buka blog kok rasanya susaaah banget buat menulis, karena udah enggak bisa mikir buat menuangkan kata - katanya. Padahal mah aslinya pengen banget menulis banyaaaak hal disini :( Salah satu hal yang udah tertunda dari hampir sebulan yang lalu adalah cerita tentang perjalanan saya dan beberapa teman kecil saya ke Teluk Kiluan di Lampung. Check this out, guys!


Sebelumnya maaf ya kalau judulnya agak - agak lebay gimana gitu hahaha. Selain bingung cari judul lain yang menarik, sebenarnya memang salah satu tujuan kami ke Kiluan adalah melihat sekawanan lumba - lumba di laut lepas! So back to the few months earlier, saya dan teman - teman saya sudah merencanakan untuk pergi bareng lagi setelah trip kami ke Semarang di tahun lalu. Cuma berhubung kesibukan kami masing - masing, agak susah untuk mencocokkan jadwal yang tepat untuk pergi. Sampai akhirnya awal bulan kemarin salah satu teman saya, Anna, langsung gencar mencari informasi untuk kesana. Daaan, hanya dalam waktu seminggu kami membicarakan trip ini sampai akhirnya deal untuk pergi! Yaa walaupun sebenarnya enggak bisa dibilang hebat juga sih karena kami pun selama disana mengikuti tur lokal dari Bandar Lampung ke Kiluan, tapi tetep aja mengingat kami sangat jarang punya pengalaman ke Pelabuhan Merak dan enggak ada yang pernah nyetir dari Jakarta ke Lampung, jadinya agak deg - degan gimanaaa gituu pas pergi kesana. Belum lagi kondisi kapal ferry yang udah penuh banget di berbagai kelas mulai dari eksekutif, lesehan hingga ekonomi. Untungnya kami masih kebagian tempat setidaknya untuk melonjorkan kaki kami dan tidur sejenak selama perjalanan tiga jam hingga ke Pelabuhan Bakauheni.


Di "Lesehan Class" (ini beneran namanya kaya gini loh, hehe) saat perjalanan dari 
Pelabuhan Merak ke Bakauheni dengan kapal ferry


Jalan di awal - awal mau ke arah Kiluan dari Bandar Lampung; masih bagus yah beraspal gitu


Akomodasi kami selama di Kiluan. Hebatnya, walaupun bentuknya banyak jendela dan ventilasi
tapi enggak ada nyamuk loh! 


Nah ini bentuk salah satu "jalan yang sebenarnya"  menuju Kiluan, walaupun masih ada beberapa jalan lainnya yang lebih parah dari ini

Sebenarnya perjalanan ini cukup melelahkan dan bukan tipe perjalanan yang tepat untuk dilakukan di tengah - tengah kesibukan yang sudah sangat cukup menyita tenaga. Tetapi karena beberapa tantangan dan ditambah dengan kekonyolan yang terjadi selama perjalanan justru membuat rasa capek itu hilang seketika dan menjadi ajang untuk melepas penat. Kayaknya berasa udah lamaaa banget enggak mengalami perjalanan yang cukup memacu adrenalin seperti ini. Mulai dari perjalanan dari Pelabuhan Bakaheuni  - Bandar Lampung yang total perjalanannya sekitar empat jam dan dilanjut dari Bandar Lampung - Kiluan sekitar tiga jam! Untungnya kami sempat singgah dan beristirahat sebentar di rumah sepupunya Anna di Bandar Lampung. Setelah itu baru deh melanjutkan perjalanan ala - ala Fast and Furious. Secara gitu yaa, jalanan menuju Kiluan itu sungguh keterlaluan rusaknya (sampai membuat saya terheran - heran sama dinas pariwisata setempat yang memang segitu malesnya membenahi infrastruktur, memang sengaja dibuat seperti ini supaya bisa membuat wisata kiluan menjadi wisata adventure,  atau justru ada pihak - pihak tertentu yang mengambil keuntungan secara besar - besaran dari modal untuk perbaikan jalan ini). Udah gitu, entah kenapa si orang dari pihak tur kami ini menyetirnya enggak kira - kira cepatnya! Jadi bisa dibayangkan kondisi di dalam mobil adalah: 1. Ketiduran namun dengan posisi jedag-jedug, 2. Bangun dengan keadaan menahan nafas karena hampir mau menabrak beberapa kali!

Sesampainya di Kiluan pun masih belum selesai perjuangan kami, karena ternyata medan untuk menuju Kiluan Lagoon itu cukup menantang dengan bebatuan besar yang membuat kami mulai dari merangkak sampai melewati jembatan dari bambu kecil untuk melewati antara satu batu dengan batu lainnya! Tetapi apa yang kami dapatkan setelahnya memang worth it banget! Apalagi ketika sudah sepi, makin terlihat indahnya lagoon ini dan semakin menyenangkan karena berasa punya kolam renang sendiri yang bisa bebas berenang kesana kemari, dan loncat sambil teriak sekencang - kencangnya *sebenarnya enggak segitu menyeramkannya sih, cuma ini buat saya sebagai ajang untuk melepaskan uneg - uneg yang udah lama pengen saya lepas, hahahah*.


Pemandangan pantai Kiluan Lagoon dari atas bebatuan


Kehabisan gaya untuk berpose. Jadinya begini deh :")


Salah satu keunikan di Kiluan Lagoon adalah "semburan volcano" yang muncul beberapa menit sekali 

Trek menuju Kiluan Lagoon. Cukup menantang kan?


"Eh selfie yuk!". 
Terus tiba- tiba saya dan Fia semakin lama semakin maju mendekati kamera karena terbawa arus, padahal timer-nya belum selesai....

Penampakan foto dari depan. Lebih bagus kalau dilihat dari versi jauh dan samping yaaa :)))))

Salah satu bentuk jembatan uji nyali saat perjalanan ke lagoon 

Hal yang paling menyenangkan ketika loncat disini adalah bisa teriak sekencang - kencangnya 
di saat orang lain enggak akan ada yang memprotes :))

Hari kedua yang sekaligus hari terakhir di Kiluan dihabiskan dengan 'hunting' lumba - lumba dan berenang santai di salah satu pulau (duh, saya lupa nama pulaunya!). Nah, untuk hari kedua ini saya mau berbagi beberapa pengalaman, khususnya saat hunting lumba - lumba:

  • Kapal yang membawa kita ke tempat lumba - lumba itu adalah kapal sangat kecil yang hanya muat maksimal 4 penumpang (udah termasuk sama pemilik kapalnya), jadi bawa barang seperlunya dan gunakan pakaian senyaman mungkin.
  • Perjalanan hunting ini mau enggak mau akan membuat kamu basah karena cipratan air laut yang berasal dari mesin perahunya dan angin. Apalagi kalau sampai mengalami seperti kami, yaitu saat berada di tengah - tengah laut tiba - tiba hujan besar dan berlangsung cukup lama. Alhasil basah kuyuuup! 
  • Kalau enggak kuat terkena angin lebih baik enggak usah ikut. Berhubung anginnya benar - benar parah banget, ditambah lagi dengan waktu pencarian lumba - lumba ini yang enggak sebentar. Jadi kalau dari awal udah merasa enggak enak badan (apalagi kalau sampai sakit perut), lebih baik tunggu sampai benar - benar fit.
  • Just enjoy the show! Sarah satu kesalahan terbesar saya adalah dari awal niatnya udah mau hunting foto lumba - lumba. Akibatnya ketika beberapa kali melihat sekawanan lumba - lumba, saking fokusnya dengan lumba - lumba tertentu yang menjadi objek di kamera saya, malah jadi enggak sadar betapa banyaknya lumba - lumba yang ada di depan mata saya sebenarnya! Baru nyadar saat melihat video dari teman saya. Pada akhirnya saya enggak terlalu menikmati atraksi lumba - lumba itu dan saya enggak mendapatkan satu pun foto yang ada lumba - lumba nya (hanya terlihat siripnya aja, huhu)!
Terlepas dari lika - liku selama perjalanan dan waktunya yang sangaaat singkat (total quality time nya hanya 1 setengah hari!), perjalanan ke Teluk Kiluan ini sangat menyenangkan karena selain lagoon, lumba - lumba, batu - batu karang yang eksotis, dan pantai yang jernih, terdapat sahabat - sahabat yang sangat cooperative dan kerjaannya ngelawak terus, serta tour guide yang membantu kami terutama di saat perjalanan menuju ke lagoon. See you next time, Kiluan! :)




Cuma berhasil foto siripnya doang :"(

Ketika singgah di pulau-yang-saya-lupa-namanya

June 03, 2015

One Day in Sunny June




Top: Thrifted. Necklace: XSML. Pants: Zara.
Bag: Mango. Jelly Shoes: Rubi.