June 06, 2015

Mengejar Lumba - Lumba Di Teluk Kiluan

HAIIIII! APAKABAR SEMUAAA? #hebohsendiri #padahalgaadayangbacajuga :p Ini sebenarnya bentuk dari rasa kangen saya karena udah sebulan lebih enggak menulis apapun disini. Walaupun tetep posting, tapi sebenernya sedih juga melihat blog ini kok isinya basi banget yaa cuma foto - foto doang tanpa ada kata - kata yang melengkapinya. Hufffft, salahkan semua ini kepada kerjaan dan deadline yang menguras hampir seluruh otak dan tenaga saya. Jadinya setiap kali buka blog kok rasanya susaaah banget buat menulis, karena udah enggak bisa mikir buat menuangkan kata - katanya. Padahal mah aslinya pengen banget menulis banyaaaak hal disini :( Salah satu hal yang udah tertunda dari hampir sebulan yang lalu adalah cerita tentang perjalanan saya dan beberapa teman kecil saya ke Teluk Kiluan di Lampung. Check this out, guys!


Sebelumnya maaf ya kalau judulnya agak - agak lebay gimana gitu hahaha. Selain bingung cari judul lain yang menarik, sebenarnya memang salah satu tujuan kami ke Kiluan adalah melihat sekawanan lumba - lumba di laut lepas! So back to the few months earlier, saya dan teman - teman saya sudah merencanakan untuk pergi bareng lagi setelah trip kami ke Semarang di tahun lalu. Cuma berhubung kesibukan kami masing - masing, agak susah untuk mencocokkan jadwal yang tepat untuk pergi. Sampai akhirnya awal bulan kemarin salah satu teman saya, Anna, langsung gencar mencari informasi untuk kesana. Daaan, hanya dalam waktu seminggu kami membicarakan trip ini sampai akhirnya deal untuk pergi! Yaa walaupun sebenarnya enggak bisa dibilang hebat juga sih karena kami pun selama disana mengikuti tur lokal dari Bandar Lampung ke Kiluan, tapi tetep aja mengingat kami sangat jarang punya pengalaman ke Pelabuhan Merak dan enggak ada yang pernah nyetir dari Jakarta ke Lampung, jadinya agak deg - degan gimanaaa gituu pas pergi kesana. Belum lagi kondisi kapal ferry yang udah penuh banget di berbagai kelas mulai dari eksekutif, lesehan hingga ekonomi. Untungnya kami masih kebagian tempat setidaknya untuk melonjorkan kaki kami dan tidur sejenak selama perjalanan tiga jam hingga ke Pelabuhan Bakauheni.


Di "Lesehan Class" (ini beneran namanya kaya gini loh, hehe) saat perjalanan dari 
Pelabuhan Merak ke Bakauheni dengan kapal ferry


Jalan di awal - awal mau ke arah Kiluan dari Bandar Lampung; masih bagus yah beraspal gitu


Akomodasi kami selama di Kiluan. Hebatnya, walaupun bentuknya banyak jendela dan ventilasi
tapi enggak ada nyamuk loh! 


Nah ini bentuk salah satu "jalan yang sebenarnya"  menuju Kiluan, walaupun masih ada beberapa jalan lainnya yang lebih parah dari ini

Sebenarnya perjalanan ini cukup melelahkan dan bukan tipe perjalanan yang tepat untuk dilakukan di tengah - tengah kesibukan yang sudah sangat cukup menyita tenaga. Tetapi karena beberapa tantangan dan ditambah dengan kekonyolan yang terjadi selama perjalanan justru membuat rasa capek itu hilang seketika dan menjadi ajang untuk melepas penat. Kayaknya berasa udah lamaaa banget enggak mengalami perjalanan yang cukup memacu adrenalin seperti ini. Mulai dari perjalanan dari Pelabuhan Bakaheuni  - Bandar Lampung yang total perjalanannya sekitar empat jam dan dilanjut dari Bandar Lampung - Kiluan sekitar tiga jam! Untungnya kami sempat singgah dan beristirahat sebentar di rumah sepupunya Anna di Bandar Lampung. Setelah itu baru deh melanjutkan perjalanan ala - ala Fast and Furious. Secara gitu yaa, jalanan menuju Kiluan itu sungguh keterlaluan rusaknya (sampai membuat saya terheran - heran sama dinas pariwisata setempat yang memang segitu malesnya membenahi infrastruktur, memang sengaja dibuat seperti ini supaya bisa membuat wisata kiluan menjadi wisata adventure,  atau justru ada pihak - pihak tertentu yang mengambil keuntungan secara besar - besaran dari modal untuk perbaikan jalan ini). Udah gitu, entah kenapa si orang dari pihak tur kami ini menyetirnya enggak kira - kira cepatnya! Jadi bisa dibayangkan kondisi di dalam mobil adalah: 1. Ketiduran namun dengan posisi jedag-jedug, 2. Bangun dengan keadaan menahan nafas karena hampir mau menabrak beberapa kali!

Sesampainya di Kiluan pun masih belum selesai perjuangan kami, karena ternyata medan untuk menuju Kiluan Lagoon itu cukup menantang dengan bebatuan besar yang membuat kami mulai dari merangkak sampai melewati jembatan dari bambu kecil untuk melewati antara satu batu dengan batu lainnya! Tetapi apa yang kami dapatkan setelahnya memang worth it banget! Apalagi ketika sudah sepi, makin terlihat indahnya lagoon ini dan semakin menyenangkan karena berasa punya kolam renang sendiri yang bisa bebas berenang kesana kemari, dan loncat sambil teriak sekencang - kencangnya *sebenarnya enggak segitu menyeramkannya sih, cuma ini buat saya sebagai ajang untuk melepaskan uneg - uneg yang udah lama pengen saya lepas, hahahah*.


Pemandangan pantai Kiluan Lagoon dari atas bebatuan


Kehabisan gaya untuk berpose. Jadinya begini deh :")


Salah satu keunikan di Kiluan Lagoon adalah "semburan volcano" yang muncul beberapa menit sekali 

Trek menuju Kiluan Lagoon. Cukup menantang kan?


"Eh selfie yuk!". 
Terus tiba- tiba saya dan Fia semakin lama semakin maju mendekati kamera karena terbawa arus, padahal timer-nya belum selesai....

Penampakan foto dari depan. Lebih bagus kalau dilihat dari versi jauh dan samping yaaa :)))))

Salah satu bentuk jembatan uji nyali saat perjalanan ke lagoon 

Hal yang paling menyenangkan ketika loncat disini adalah bisa teriak sekencang - kencangnya 
di saat orang lain enggak akan ada yang memprotes :))

Hari kedua yang sekaligus hari terakhir di Kiluan dihabiskan dengan 'hunting' lumba - lumba dan berenang santai di salah satu pulau (duh, saya lupa nama pulaunya!). Nah, untuk hari kedua ini saya mau berbagi beberapa pengalaman, khususnya saat hunting lumba - lumba:

  • Kapal yang membawa kita ke tempat lumba - lumba itu adalah kapal sangat kecil yang hanya muat maksimal 4 penumpang (udah termasuk sama pemilik kapalnya), jadi bawa barang seperlunya dan gunakan pakaian senyaman mungkin.
  • Perjalanan hunting ini mau enggak mau akan membuat kamu basah karena cipratan air laut yang berasal dari mesin perahunya dan angin. Apalagi kalau sampai mengalami seperti kami, yaitu saat berada di tengah - tengah laut tiba - tiba hujan besar dan berlangsung cukup lama. Alhasil basah kuyuuup! 
  • Kalau enggak kuat terkena angin lebih baik enggak usah ikut. Berhubung anginnya benar - benar parah banget, ditambah lagi dengan waktu pencarian lumba - lumba ini yang enggak sebentar. Jadi kalau dari awal udah merasa enggak enak badan (apalagi kalau sampai sakit perut), lebih baik tunggu sampai benar - benar fit.
  • Just enjoy the show! Sarah satu kesalahan terbesar saya adalah dari awal niatnya udah mau hunting foto lumba - lumba. Akibatnya ketika beberapa kali melihat sekawanan lumba - lumba, saking fokusnya dengan lumba - lumba tertentu yang menjadi objek di kamera saya, malah jadi enggak sadar betapa banyaknya lumba - lumba yang ada di depan mata saya sebenarnya! Baru nyadar saat melihat video dari teman saya. Pada akhirnya saya enggak terlalu menikmati atraksi lumba - lumba itu dan saya enggak mendapatkan satu pun foto yang ada lumba - lumba nya (hanya terlihat siripnya aja, huhu)!
Terlepas dari lika - liku selama perjalanan dan waktunya yang sangaaat singkat (total quality time nya hanya 1 setengah hari!), perjalanan ke Teluk Kiluan ini sangat menyenangkan karena selain lagoon, lumba - lumba, batu - batu karang yang eksotis, dan pantai yang jernih, terdapat sahabat - sahabat yang sangat cooperative dan kerjaannya ngelawak terus, serta tour guide yang membantu kami terutama di saat perjalanan menuju ke lagoon. See you next time, Kiluan! :)




Cuma berhasil foto siripnya doang :"(

Ketika singgah di pulau-yang-saya-lupa-namanya

5 comments:

  1. Beberapa kali ke Lampung nggak pernah mampir sini. Ahh cakep yah!! Itu yg tempat buat selfie nggak dalem ya??

    ReplyDelete
  2. Iyaa mesti kesini deh mba erny. Baguusss! Hmm sebenernya itu dalem mbaa. Cuma pas selfie milih tempatnya yang dangkal dan deket sama tepian karangnya hehe

    ReplyDelete
  3. Ozuuu, bagus bangeeet foto2nya :') Jadi pengen ke sana. Ntar kalo misalnya aku ada rencana ke sana aku nanya2 yaa hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaa makasih Dixieee! Iyaa, nanti kabarin ajaa kalo mau kesana yaaa :3

      Delete
  4. Pasti kk anak orang kaya, kalo anak orang kaya kan punya banyak uang bisa kemana2. :(

    ReplyDelete