June 29, 2010

this picture was taken by the time me and other PAs were going around Fukuoka to had the city sightseeing. it has been a year since we had spent a really good time together. and now, I'm just missing them so bad. I wish I had the time travel machine and bring me back to one year ago.  :(

stripy T-shirt, high-waist short : Pasar Senen, Jakarta
fringe shawl : Cotton-ink
bag : Long Champ Paris
shoes : unbranded

June 28, 2010

Each of us have our own way of making this life more meaningful. For me, it will be much more meaningful if we aren't afraid of doing everything (in a good way, actually) to get as much experience as possible. The success won't come unless we move out from our comfort zone. Well, I'm kind of typical person who easily get bored to do the similar activities in the same places. I don't really understand with the people who spend their whole days with doing the same kind of things...always take a part in every same kind event, thinking hard about the activities in one of the organization that I've taken a part..or spend their summer holiday to do everything new but watch the dvds, do the shopping from one mall to another one, sleeping all day long, and the other sort of boring activities. Anyhow, those are their own decisions which totally none of my business, huh?? so, let's not talk about it anymore.

Summer holiday is such a great time to explore many things you've never done yet before and hardly do on your daily days. I've already make some plans during this summer holiday, in order to not let it go in vain.
  • Doing the exercise routinely
I rather do the exercise at the gym. The only thing I do is using the treadmill for 30 minutes and after wards going back home. It's influencing me a lot, actually. Since I'm routinely doing the exercise, I feel stronger and barely feel tired. That's the main thing why I really love doing the exercise, even though it hasn't got much loser my weight. *huehee*
  • Go around the city with Rhapsy, Sacey and Nikon D3000
Since I look the super-duper-amazing photographs up on Tumblr and Flickr, I always envy and impatiently waiting for the day when I can seize and keep every dazzling spot in the city through the eyes of Rhapsy, Sacey and Nikon. Starting from Jakarta Old City (oh yeah, we will surely get the 'sepeda ontel' down on the city!), Harbour Sunda Kelapa, Cafe Batavia (one of the coolest cafe in Jakarta. This is gonna be my forth times of visiting. Still, I never get bored), Museum Prasasti (the prettiest grave in this whole city. It must be nice to take some picture there. I even have some concept for Nikon to change the point of view about the grave, from scary to be dainty. Talking about the interesting places in Jakarta, there are plenty of cafes that would be nice for your DSLR. Oh my, those are absolutely gonna shake my boredom away!
  • Baking a cake
One of my wishes in this year is making a blueberry cheese cake by myself. What do you expect to someone who never make a tart in her whole life? Yeah, what humiliating am I, huh? (hmm, actually I've about three times made brownies, pancake and poffertjes. But, we aren't called them as a tart, are we?).
At the first, I would make a blueberry cheese cake with the recipe from Fia (who already tried to make it with her sister) by myself. Until, she said that she lost the recipe. How can I make it by myself, after all? So, I've decided to have a baking course in Jakarta. aaahh, I just can't wait to make it and see if I have a talent in sort of baking things. ;)

  • Do-It-Myself Project : Statement Necklace
By the time I went to Pasar Baru with Manda, were looking for the things we need for our business, we found a small shop which sells a thousand of beautiful things that make us couldn't stand up for a while. too dazzled with those things that everyone need to make the DIY Project goes perfectly. 
Since that time, I always wonder if I can make my own statement necklace. Hopefully, I can make it true in this holiday.
  • Attending some extra ordinary events in the city!
Thank God, there are plenty of interesting yet ordinary events in this sparkling city. starting from Recital Piano, Jakarta Fair, Indonesia International Circus Festival, Brightspot Market, etc. 
therefore, why I still need Singapore to brighten my days if I can get it in Jakarta? 
* the most reason why I would love to attend those ordinary events is the newly different atmosphere that you can feel, besides the pollution and crowd in Jakarta. Also, you never get wrong to wear the clothes that you afraid it can be "too much" if you wear it in your daily days.    
  • Give your hands to others
Often, people were being too focused on their bustles. on the other day, when their obligation was done, they just wanna having fun. yeah, mostly, we are being too focused on ourselves, our activities, our places we stayed and people around us, and forgot about the other sides of the world. forgot about the fact
outside of our visions. still, there are much people who really need our hands. 
If you cannot spare much of your daily times and also you don't have much money for shared, there is still the way for you to make your hands more useful. Here there are ; 
teach the poor children (if you doubt to do it by yourself, you can join the non-profit organization in your city which concerning about it), be a volunteer in an orphanage house, join the non-profit organization which concern in things you like (example, if you more concern about the environment, you can choose Greenpeace, Walhi, WWF, etc. or if you more concern about the children, you can join UNICEF) and many more. 
It's not easy, though. But you can start it with the littlest thing when you have your own spare time. 
Let's expanding our happiness to the world :) 

Dreamy Evening

 Photographer : Poeti Nazura
Model : Affania Fariza 
Wardrobe : Poeti Nazura dan Chika Siahaan
Lighting : Army Kharizki
Special Thanks to Anissa Chairudea

June 24, 2010

karena terlalu sibuk dengan urusan dunia, manusia sering lupa bahwa ada Allah yang selalu dekat dengan kita asalkan kita juga selalu berusaha mendekatkan diri dengan-Nya. makanya, jangan takut dan jangan pernah merasa sendirian.

June 22, 2010

Photographer : Anissa Chairudea
Stylist : Poeti Nazura & Rahmanda Siregar

June 21, 2010

"hidup enggak usah dipikirin terlalu ribet. go with the flow aja! kecuali buat hal yang principal kaya jodoh,kerja,keluarga dan agama.selain dari itu ga usah dibawa ribet,nikmatin aja" -Viktor

"enggak usah kebanyakan mikir.semakin banyak mikir semakin banyak hal yang buat kita takut dan merasa stres. langsung dilakuin aja. jangan think,think,think. tapi DO,DO,DO" -Ibam

"jangan terlalu banyak mikirin kata orang. ambil aja yang baik-baiknya.kalo yang enggak penting,enggak usah dipikirin zu" -Fitra

"lo masih muda zu,dengan umur yang lebih muda 2 tahun dibanding teman-teman lo,lo punya kesempatan lebih buat mencari pengalaman sebanyak-banyaknya.manfaatin kelebihan lo itu zu" -Ruhut

kami adalah superb hikers. O-yeaaah!

19, 20 Juni 2010.
merupakan suatu saat dimana saya mendapatkan hari sabtu dan minggu yang sangat luar biasa dalam hidup saya. enggak seperti hari sabtu dan minggu biasanya yang saya lalui dengan bersantai di rumah atau berjalan-jalan di mal. sabtu dan minggu kemarin sangatlah berbeda. karena untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya naik gunung bersama dengan beberapa teman saya. 
itulah kata-kata pertama yang saya ucapkan dalam hati saat saya mengetahui bahwa saya diperbolehkan untuk ikut naik gunung bersama teman-teman himpunan saya. keinginan saya sekian lama dan sempat memuncak sekitar satu minggu yang lalu akhirnya tercapai juga. satu orang yang sangat berjasa mewujudkan impian saya ini adalah salah satu sahabat saya, Ruhut Mangaradja Lubis. kalau dia enggak cerita kenapa dia ke bandung saat akhir minggu kemarin, mungkin saya enggak akan tau kalo ternyata ada beberapa teman saya yang berniat untuk naik gunung pada minggu kemarin.
baiklaaah, gimana kalo langsung aja ke hari yang luar biasa itu.

19 Juni 2010, Sabtu, 10:30.

hallooo Bandung, hallo Kanayakan. 
setelah 2 minggu enggak mengunjungi kosan, saya akhirnya datang untuk mempersiapkan naik gunung pada siang ini. setelah semuanya beres, akhirnya saya langsung ke kosan Ruhut tempat kami semua janjian berkumpul. olala, ternyata saya orang pertama yang datang. baiklah, enggak masalah sebenarnya. hmm, tapi...yang jadi masalah itu sebenarnya adalah....saat saya tahu ternyata keempat teman saya yang akan naik gunung bersama, mereka itu santaiiiii banget pakaiannya! bukan seperti orang-orang yang mau naik gunung. sedangkan saya, yang memang enggak pede banget dengan celana training kelonggaran dengan sepatu hitam yang sangat cupu, cem-cem ibu-ibu pkk abis senam pagi! huhuhuhu. entah saya yang terlalu lebay dan norak karena belum berpengalaman, atau emang mereka yang terlalu santai? 

beberapa foto dibawah ini memperlihatkan style pakaian teman-teman saya yang sangat amat santai dan bergaya itu *terutama Ibam dan Ruhut si duo metroseksual bak jalan-jalan ke mall ajeeeee yee bangg.haha*

 si duo cowo ganteng nan metroseksual, Ibam dan Ruhut dengan kaos santai, celana jeans dan sepatu canvas (Ibam), converse (Ruhut). gimana menurut kalian? 

 Fitra, teman sesama perempuan yang ikut naik gunung selain saya. sebenernya Fitra sih oke-oke aja, cumaaa, jeans dan sandalnya itu lho yang membuat saya semakin menelan lidah ketika melihat ke arah celana training dan sepatu saya yang super culun 

kalau diantara ketiga teman saya yang lainnya, bung Viktor ini yang menurut saya paling benar gayanya. walaupun pada awalnya saya sempat kaget juga melihat kemeja, jeans dan sandal jepit yang dipakainya. tapi ternyata saat udah mau naik gunung, kemeja dan sandal jepitnya diganti oleh jaket militer dan sepatu boot (sebenernya saya enggak tau namanya,hehe) yang super keren dan sesuai untuk naik gunung

daaann..jeng jeng jeng...

inilah sepatu hitam super cupu milik adik saya dengan celana training (yang juga punya adik saya) yang kegedean dan kepanjangan di kaki saya.

setelah semuanya berkumpul di kosan Ruhut, sekitar jam 2an, akhirnya kami berangkat dengan mobil bung Viktor. ternyata keberangkatan kami pada saat itu bukan langsung menuju lokasi tempat kami naik gunung. mulai dari ke 2 tempat untuk penyewaan peralatan kemah seperti matras, sleeping bag dan tenda, lalu dilanjutkan dengan mengisi perut di salah satu warung makan sekitar Setiabudi, Indomaret untuk belanja perbekalan kami selama di alam terbuka nanti..

 barang-barang yang wajib dibawa

oh iya! hampir lupa saya menceritakan salah satu kekonyolan yang kami lakukan selama perjalanan menuju Ciwangun. tepatnya saat berada di tempat kami meminjam peralatan berkemah. saat itu ketika kami sedang menunggu para pegwai yang sedang sibuk mengambil dan mengecek tenda yang akan kami pinjam, tiba-tiba terlihatlah beberapa tumpukan kayu-kayu untuk api unggun yang bertupuk dengan rapihnya di luar halaman toko tersebut. awalnya si Fitra dan Ruhut nyeletuk becanda untuk ngambil kayu itu. tapi ternyataaa, ide gila Fitra dan Ruhut itu direalisasikan saat Viktor bilang buat mengambil kayu bakar itu saat kesempatan yang memang terbuka besar karena para pegawai toko yang sedang sibuk saat itu. dan akhirnya seikat kayu bakar hasil curian pun dibawa oleh kami. hahahaha. *untungnya enggak ada kejadian apa-apa selama perjalanan kami sampai turun gunung lagi*

ternyata ke semua tempat itu memakan waktu yang enggak kerasa udah hampir menunjukkan arah ke angka 5..sebenernya sii enggak apa-apa, karena toh selama diperjalanan, semuanya terasa menyenangkan..tapii, yang ditakutkan adalah matahari yang semakin menghilang dan kami belum mencapai lokasi tenda kami dipasang. 

gaya-gayaan dulu sebelum keindahan dan kerasnya alam bebas membuat kami lusuh

daaaaaaaaaan.......... sampailah di destinasi terakhir sebelum kami naik gunung, yaitu tempat wisata outbond Ciwangun, tempat dimana mobilnya Viktor dititipkan untuk satu malam, sekaligus awal dari perjalanan luar biasa kami.  

salah satu pemandangan alam yang kami lalui di waktu senja

Ciwangun, persinggahan terakhir yang merupakan awal dari perjalanan kami

17 : 20 WIB, Ciwangun.

perjalanan kami pun dimulai setelah sebelumnya berdoa dulu, meminta perlindungan dan keselamatan serta kebahagiaan dari petualangan kami selama satu malam di alam bebas ini. jalanan yang dipenuhi dengan tanah basah yang licin, membuat saya enggak menyesal memakai sepatu hitam cupu yang bisa tahan air dan enggak membuat kaki saya kebasahan. apalagi melihat Ibam yang kesusahan dengan sepatu canvas super gaya nya itu. hahaha. *maaf yaaa baaamm, abisnya lo ngata-ngatain gw kaya ibu-ibu abis senam. weeeek :p* tapi harus saya akui, kesalutan saya dengan ketiga teman danlap saya itu yang menggunakan sepatu dan sandal santai seperti itu bisa melewati lika-liku perjalanan kami yang menurut saya, sebagai pemula, sangatlah menantang. bayangin aja yaaa, mulai dari tanah super licin yang basah, tanjakan dengan kemiringan hampir mendekati tegak lurus (saking sedikit banget sudut kemiringannya) masih dengan keadaan tanah yang super licin dan langka rumput dan sampailah pada suatu jalan yang memang udah diperingatkan berkali-kali oleh bung Viktor sebagai inisiator dari naik gunung dan berpengalaman dengan tempat naik gunung kami ini.

tanah super becek yang hampir selalu menemani kami selama perjalanan

tanah-becek-berbatu yang lebih parah dibanding sebelumnya

salah satu medan paling berat yang kami lalui setelah melewati tanjakan tegak lurus bertanah becek, dan sebelum melewati sungai beraliran deras...dan inilaaaah, jalan aliran sungai yang harus kami lalui selama 6 menit perjalanan dan dengan bawaan di tangan selain backpack yang menggantung di punggung kami.

sayang banget saat itu enggak memungkinkan untuk memfoto keadaan jalan aliran sungai ini lebih jelas, karena waktu itu benar-benar butuh fokus yang lebih dibanding saat kami melewati jalan tanah berbecek yang sebenernya enggak ada apa-apanya dibanding jalanan ini. walaupun begitu, saya enggak sama sekali menyesal, kami berterimakasih sekali kepada bung Viktor yang udah memperkenalkan kami (khususnya saya) dengan rute perjalanan luar biasa seperti ini :)

foto setelah berhasil melewati jalanan air sungai

sebenernyaaa, puncak dari kesenangan saya sekaligus bagian yang enggak akan pernah terlupakan saat perjalanan kami sebelum mencapai lokasi tenda, adalah pada saat kami harus melewati sungai besar dengan aliran yang sangat deras. yang ternyata ini yang dimaksud Viktor, bukan aliran sungai yang sebelumnya. sebenarnya melewati sungai ini bukanlah hal yang sulit jika enggak ada beban barang apapun yang kami bawa dan yang laing berpengaruh itu adalah jika saat kami melewati sungai, matahari masih menyisakan sedikit cahaya terangnya untuk kami. karena, pada kenyataannya kami harus melewati sungai itu pada sekitar pukul 6 sore lebih, yang saat itu matahari udah menghilang dari pandangan kami. ini salah satu momen yang paling gw sayangkan karena gw enggak bisa memfoto sedikitpun keadaan saat itu, dan emang enggak memungkinkan banget untuk menyempatkan foto dengan keadaan tegang yang kalau ibarat kata yaa, bisa sampai flow 5 laaah, saking kita berlima tegang dan deg-degan buat melewati derasnya sungai.
untungnyaa, gw punya foto buat menggambarkan sebagian dari bentuk sungai yang kami lewati pada malam itu...walaupun mungkin enggak terlalu jelas dan enggak terlalu keliatan betapa susahnya melewati sungai seperti itu di malam hari.

dengan kerjasama, doa dan kehebatan, kami akhirnya berhasil melewati sungai beraliran deras itu..walaupun yang cowok-cowok terpaksa harus menyebrangi lagi untuk mengambil beberapa barang-barang seperti bekal kami malam itu yang harus ditaro dulu supaya enggak mengganggu saat menyebrangi sungai. sedangkan saya dan Fitra menjaga barang-barang kami yang sudah dibawa saat menyebrangi sungai sebelumnya.

ternyata lokasi tenda kami itu benar-benar terletak di atas-samping sungai, jadi sepanjang malam suara derasnya aliran sungai dan air terjun yang berada di bawahnya benar-benar menjadi backsound keberlanjutan cerita kami selama semalaman. 

dimulai dengan memasang 2 tenda yang menghabiskan waktu sekitar 45 menit. lalu, membereskan bawaan kami dan sampailah saat kami membuat api unggun yang terletak diantara 2 tenda kami. inilah saat dimana benar-benar menghabiskan waktu kami semalaman. ada kalii yaa, 3 jam buat menyalakan sebuah api yang besar dari kayu-kayu basah yang ada di sekitar tenda kami dan yang sempat kami temukan selama perjalanan.berhubung saya enggak jago dibidang membuat api unggun dan meniup untuk membuat api yang besar, akhirnya saya hanya bisa membantu saat mengasah kayu yang basah itu agar lebih kering dan kasar, dan selebihnya yang sangat berjasa untuk membuat api unggun yang akhirnya bisa menghasilkan api yang berkobar-kobar pada malam itu adalah Viktor, Ibam dan Ruhut. sedangkan saya hanya bisa membantu pada tahap penyediaan makan malam kami yang berupa mie dan roti berselai cokelat. oh iya, Ruhut bikin pisang bakar lho, dan ternyata enak banget rasanya saat itu. entah karena kita lagi laper atau emang beneran seenak itu, tapi kelembutan pisang yang dibakar dengan api unggun dicampur dengan meses pada saat itu benar-benar terasa sangat enak. nyaaaammm nyammmiii! :)

setelah berhasil membuat api unggun dengan nyala api yang besar, berkat tiupan gas elpiji ala Ibam dan tiupan dragon ala Viktor, tanpa disadari saat itu kebodohan kami keluar. kebodohan kami yang saat itu hanya melihat Ibam, Viktor dan pada akhirnya Ruhut bergantian meniup api unggun untuk membuat api yang besar. sampai akhirnya Ibam nyeletuk "ini ngapain ya daritadi kita kaya orang bego cuma niup-niup api unggun doang. mending kita main truth or truth, soalnya kalo dare pasti enggak ada yang mau ngapa-ngapain kan malam-malam gini" yang membuat rasa kantuk yang awalnya semakin menjadi-jadi, tiba-tiba menghilang begitu saja karena pembicaraan diantara kami berlima yang berlangsung semakin memanas dan keras (bahasanya Viktor) sepanjang malam.

yaaa gimana enggak ilang itu ngantuk yee, secara pembicaraan yang berlangsung saat itu emang benar-benar "keras". mulai dari pertanyaan siapa yang disukai, dibenci, pengalaman percintaan dari setiap orang diantara kita yang setiap ngomongin yang berkaitan dengan percintaan itu pasti membuat malam semakin terasa terang dan membuat hati siapapun yang ditunjuk untuk ditanyakan pasti berdegup dengan kencang. hahaha. gila emang boiii! tapi sumpah, malam itu benar-benar puncak dimana kami berlima enggak akan pernah melupakan perjalanan kami selama dua hari satu malam ini. apalagi buat saya yang mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran dari perjalanan ini. dan pada akhirnya setelah 4 jam membicarakan tentang percintaan, persahabatan dan kehidupan, malam yang indah itu akhirnya terpaksa disudahi karena badan dan mata kami yang sudah mulai meraung untuk diistirahatkan. topik penutup dari pembicaraan kami pun benar-benar tidak bisa saya lupakan saat Ibam yang bertanya kepada kami berempat tentang gambaran masing-masing dari kami saat 10 tahun lagi. dan terkhirnya, Ibam bilang "  oke, gw tunggu bukti dari impian kalian saat 10 tahun lagi, ketika kita bertemu, apakah kalian bisa menjadi seperti yang kalian bilang pada malam ini".  
dan sejujurnya, saat itu gw benar-benar merasa sangat tepat pilihan gw untuk naik gunung bersama dengan orang-orang hebat dan unik seperti kalian ini. dan gw tau dari awal, kalo gw enggak akan pernah menyesal untuk naik gunung bersama kalian, hey para super danlap! :)

dan..kami pun tertidur lelap dengan perasaan lega dan senang, menyadari bahwa kami berhasil membuat perjalanan kami sejauh ini menjadi salah satu pengalaman paling berharga dalam hidup kami.

20 Juni 2010, 08:30

saat masih terlelap menikmati sleeping bag di dalam tenda...





enggak tau kenapa ya, Ruhut yang dikenal paling susah bangun pagi, saat itu dia yang paling bersemangat buat bangun duluan. bayangin ajaa, mulai dari jam 7 dia udah bangun! bahkan katanya dia udah sempet makan berapa buah pisang bakar dan bahkan udah sempet boke*r dulu.hahaha. emang cacatos banget tuh anak satu. yaudahlah yaaa, yang paling penting sekarang waktunya yang dinanti-nantikan! berenang di sungai!!! ooooooo-yeaaaahhhh!

sayang banget Viktor enggak ikutan berenang karena lagi enggak enak badan akibat kurang tidur. untungnya dia udah sempet ngerasain saat pergi bareng sama teman-temannya sebelum ini.

P.S : airnya dingiiiiiiiiiiiiiinnn  bangeeeeeeeeeeeeeeeeeetttt!

setelah puas berenang sampai kulit mulai keriput karena kelamaan berenang, dan saat perut pun mulai main musik karena kelaparan...

garingnya roti bakar yang dibakar diatas misting dengan kayu bakar sisa api unggun semalam

setelah pisang bakar, sekarang chef Ruhut membuat roti bakar berselai stroberi dan coklat. nyammiiii!

roti bakar berselai stroberi dan cokelat ini terasa enaaaaaaaakk bangeeettt

roti bakar selai + coca-cola = mantab!

makan aja tetep gayee, ckcckk. udah enggak bisa ngomong apa-apa lagi deh!
berikutnya, roti isi kornet yang enggak kalah yummiii

berenang udah, makan juga udah...hmmm..dan sekarang saatnya beres-beres..

lalu..mengucapkan perpisahan ke tempat bersejarah ini. enggak lupa juga doa bersyukur telah diberi keselamatan sampai saat ini. 

 foto terakhir sebelum kembali melanjutkan perjalanan

sekarang tiba saatnya kembali menuju dunia nyata...dimana 2 hari ini menjadi kenangan indah bagi kami :)

 terima kasih banyak buat Ruhut, Viktor, Ibam dan Fitra yang sudah membuat salah satu pengalaman luar biasa yang enggak akan pernah gw lupakan. semoga 10 tahun lagi kita bisa bertemu lagi dan membuat perjalanan luar biasa yang kedua kalinya :)