June 29, 2014

I Dreamed About You Last Night

I can't remember when was the last time I woke up with an awful feeling like this. The feeling of missing someone you were once so close with. The feeling that you get when you cannot wipe out the sweet memories of your past life. I don't usually remember my dreams, but this one was so vivid till it hurt and turned me down this morning. It felt so real that I remember the details clearly. The cool breeze of summer, the sea view from my bedroom window, the smell of fish and chips that linger in the air, the taste of English tea, the sexy accents of people when speaking their own language, and there was even a scene when the rain fell softly as I stared out of the bus window.

I dreamed about you, England. Don't you know that I miss you like crazy?


June 26, 2014

If you love something, set it free. If it comes back to you, it's yours. If it doesn't, it never meant to be.

Tavi Gevinson

June 24, 2014

Weekend Getaway (Part Two)

Weitsss. Sebelum kalian menjudge saya sebagai salah satu dari sekian banyak orang - orang yang rela mengeluarkan uangnya hanya untuk sekedar melepas penat dari kehidupan di Jakarta lalu memilih berlibur pada akhir pekan ke Bali untuk sekedar kongkow - kongkow cantik di kafe yang lagi ngehits, atau leyeh - leyeh di pantai yang sudah dipenuhi oleh bule - bule kece, saya harus menggarisbawahi bahwa kalian salah besar! Enggak ada yang salah memang mengunjungi pulau ini berkali - kali, atau liburan cantik pada akhir pekan.  Harus saya akui bahwa pantainya, hotel, toko maupun restorannya memang banyak yang worth visiting. Hanya saja bagi saya rasanya enggak rela banget buat mengeluarkan uang untuk traveling ke tempat yang sama, apalagi kalau sudah beberapa kali saya kunjungi sebelumnya (yaa walaupun tetep aja masih banyak juga tempat di Bali yang belum saya kunjungi, tetap saja saya memilih mengunjungi daerah lain di Indonesia). Yang jelas, kalau menggunakan uang saya, pastinya saya lebih baik mencari tempat - tempat yang belum saya kunjungi di negara ini. Maklum, masih banyaaaak banget tempat yang belum saya kunjungi! Ditambah lagi saya bukan juga pencinta tempat yang sudah ramai oleh turis. Makanya, mungkin kalau bukan karena urusan pekerjaan dan keluarga, atau karena urusan mendesak lainnya yang "memaksa" saya untuk berlibur ke Bali, mungkin saya enggak akan mengunjungi tempat ini hingga beberapa tahun ke depan ketika saya sudah lupa bagaimana suasana dan bentuk pulau ini*hehe*.

Suatu siang terik di Padang - Padang Beach




Nyicipin Kopi Luwak dan berbagai macam kopi lainnya di Bali Pulina


Sukaaaaa banget sama jalanan di Uluwatu yang sebagian besarnya rindang dipenuhi pepohonan 

Walaupun liburan kali ini berada di luar rencana saya, tapi saya harus akui bahwa saya enggak menyesal untuk bertemu lagi dengan Bali setelah tiga tahun yang lalu saya berkunjung karena urusan pekerjaan. Rasanya udah lama banget saya enggak merasakan traveling yang santai tetapi bisa tetap mengeksplor tempat - tempat yang saya inginkan sampai rasanya puas karena hampir semua yang ada di list bisa dikunjungi, bahkan banyak juga yang dilakukan secara spontan saat disana. Mulai dari memenuhi rasa penasaran saya dengan mendatangi beberapa restoran dan tempat kece di daerah Seminyak, menemukan tanpa sengaja tempat - tempat bagus hingga ke daerah pelosok Ubud dan Uluwatu dan menyadari bahwa kedua daerah tersebut sangat peaceful dengan jalanan - jalanannya yang sangat indah dan sejuk (terutama Ubud), hingga menghabiskan malam minggu dengan menonton live music di Padang - Padang Beach.


"Oberai Flea Market". Namanya aja yang flea market. Padahal mah baik dari barang maupun harganya enggak ada yang nunjukkin kalo ini pasar barang bekas. Cukup kecewa sihh.

 Bubur Laota yang sangat yummy!

Pasar di sekitar Tegalalang

Kaca jendela warna warni di Sea Circus

Pantai mini di Blue Point

Salah satu dari sekian banyak craft seller yang ada di sepanjang jalan dari Ubud menuju Denpasar

Jalanan di sekitar Ubud

SOME RECOMMENDED PLACES TO VISIT:

Seminyak 
Sea Circus
Biku Restaurant
Motel Mexicola
La Flavela
Press Ban
Kreol Kitchen
La Lucciola
Sardine Restaurant
Bali Boat Shed
La Plancha
Bungalow Living Bali

Ubud
Coffee Tasting in Bali Pulina
Pizza Bagus
Ubud Market
The craft and art sellers along the way from Ubud to Denpasar/Kuta 
Kebun Bistro
Nook Restaurant

Uluwatu
Pit Stop Burger
Saturday Night at Padang Padang Beach
El Kabron Beach Club

Suasana di dalam restoran Pizza Bagus

Terlalu gemesh sama dekorasi di Motel Mexicola!

Walaupun tempatnya kecil, tapi dengan dekorasinya yang bagus membuat Pit Stop terlihat eye-catching ketika dalam perjalanan menuju Padang - Padang Beach




June 15, 2014

Secret Tunnel





Turban : ITC Kuningan. Sunglasses : Pasar Senen. Scarf : Pasar Sunan Giri.
Dress : River Island. Jeans : Pull & Bear. Sandals : New Look.

June 12, 2014

Weekend Getaway (Part One)

Waiting for sunset at Petitenget Beach

Colorful yet quirky decoration of Motel Mexicola


Ubud's streets are definitely amazing, especially after 
the Galungan and Kuningan day as there were many Penjor ornaments on the streets.


Rice terrace at Bali Pulina

My favorite part of Sea Circus


A little bit of selfie never hurts

Dreamland Beach view in the evening 


Beautifully designed Penjor (s)

The crowd at Ubud Market



Late dinner at Pit Stop

A barbecue party and live music at Padang Padang Beach

June 06, 2014

Sudut Kota Yogyakarta (Part Two)

Entah sudah berapa kali saya mengunjungi kota ini, baik bersama keluarga maupun teman - teman saya. Yang jelas, belum pernah satu kali pun saya mengunjungi kota ini selain untuk berlibur. Dan ini pertama kalinya saya mengunjungi kota ini semenjak dua tahun yang lalu, dan untuk pertama kalinya pula saya berkunjung karena urusan pekerjaan. Sejauh yang saya ingat, kota ini adalah kota yang paling sering dikunjungi selain Jakarta dan Bandung. Tidak banyak perubahan di kota ini, mungkin karena dulu saya belum terlalu memperhatikannya dan tidak terlalu peduli untuk menjelajahi isi kota ini. Yang berubah hanyalah sudut pandang saya ketika sebelum - sebelumnya saya hanya mendatangi tempat - tempat wisata, sekarang saya mencari tempat dimana saya dapat melihat sisi lain kota ini.  Sebagai kota wisata, rasanya aneh ketika saya sempat merasa bingung untuk menentukan mau pergi kemana. Untungnya, dengan bantuan dari teman saya yang berasal dari Jogja dan wawasan tanpa batas milik Om Google, akhirnya saya menemukan beberapa hidden treasures di kota ini dan meninggalkannya dengan rasa puas.






Dikarenakan urusan pekerjaan yang baru memungkinkan saya untuk jalan - jalan setelah maghrib, enggak heran kalau tempat - tempat yang saya kunjungi pun sangat terbatas. Pada malam pertama, saya diajak oleh adik saya yang sedang kuliah disana ke salah satu tempat susu yang terkenal, yaitu Kalimilk. Setelah itu dilanjutkan dengan makan bersama teman - teman kantor saya di Mie Pak Pele dan ayam penyet di Warung Sambal. Sudah lama enggak menjelajahi kota ini, saya cukup kaget bahwa ternyata kota ini bukan hanya terkenal dengan Gudeg dan Nasi Kucing nya, tetapi juga susu segar dan sambal bawang yang super pedas!

Lalu pada malam kedua, saya menghabiskan malam bersama teman - teman saya di salah satu Angkringan Joss di dekat Tugu Stasiun (kalau enggak salah namanya Angkringan Pak Agus). Dulu, beberapa tahun yang lalu, ketika saya ke Jogja, saya sempat mencicipi Kopi Joss. Saat itu rasanya aneh di lidah saya, tetapi entah kenapa saat kemarin saya mencoba lagi (kali ini ditambah dengan susu), rasanya manis dan enyak! :3 . Setelah itu kami ke Sate Klathak di daerah Imogiri. Kata teman saya sih sate dan tongseng di tempat makan ini memang terkenal enak, tetapi entah kenapa menurut saya kok rasanya biasa aja ya hehe. Dan malam kedua kami ditutup dengan menaiki becak kerlap - kerlip yang super kece di sekitar lapangan Alun - Alun Selatan. Hanya dengan mengeluarkan uang 35ribu IDR, saya dan kelima teman saya merasa puas menikmati suasana di salah satu sudut kota Yogyakarya yang saat itu masih terasa sangat ramai walaupun jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, dengan ditemani lagu Yogyakarta-nya Kla Projek  #bahagiaitusederhana :D






Pada malam ketiga, saya cukup excited karena berencana untuk mengunjungi beberapa pasar malam. Sebelum saya kesana, saya sempat makan di salah satu kedai makan yang terkenal dan dimiliki oleh seorang waria asal Yogya. Dari awal saya masuk, sudah terlihat bahwa tempat makan ini memang segitu diminatinya. Gimana enggak, sudah ada kursi khusus lengkap dengan televisi untuk para pengantri dan hampir semua kursi tersebut sudah terisi. Ekspektasi saya yang cukup tinggi terhadap restoran yang memang menyajikan makanan dengan harga murah ini (enggak heran sih sebenarnya, secara di Yogyakarta gitu yaa), akhirnya berujung kecewa karena menunggu hampir satu jam dan well, makanan yang saya pesan pun terasa biasa saja. Mungkin satu - satunya yang membuat saya puas adalah mendoannya :(

Setelah itu akhirnya saya ke Pasar Senthir yang pintu masuknya terletak di pintu selatan Pasar Beringharjo. Saat itu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Kalau menurut informasi yang saya dapat, pasar ini memang baru buka setelah maghrib dan berlangsung hingga pukul sebelas malam. Tetapi, mungkin karena saat itu bukan akhir pekan, tampaknya banyak penjual yang sudah pulang lebih awal. Karena saat saya datang, pasar yang berada di lapangan parkir terbuka itu sudah terlihat sepi, walaupun masih ada beberapa penjual yang menjajakan berbagai jualannya. Iya, pasar ini memang terkenal dengan barang bekasnya dan barang bekas yang dijual pun bukan hanya pakaian dan aksesoris, tetapi juga handphone, bahkan barang - barang yang tidak terduga seperti ban mobil, dan "rongsokan" lainnya. Berdasarkan informasi yang saya dapat dari penjual disana, pasar malam ini ramai dan buka lebih malam hanya pada waktu malam minggu aja. Pasar lainnya yang ada di dalam list saya adalah Pasar Pakuncen. Sayangnya, begitu saya sampai disana (sekitar pukul sepuluh), ternyata pasar ini sudah tutup. Padahal menurut informasi yang saya dapat melalui internet, pasar ini justru buka dan ramai saat malam hari. Yaa jadilah akhirnya malam terakhir saya di Jogja pun ditutup dengan sedikit rasa kecewa dan berharap kunjungan saya ke pasar lainnya pada besok pagi bisa lebih memuaskan.





Hari terakhir saya ditemani dengan suara riuh burung - burung yang bertengger di dalam sangkar mereka masing - masing yang berwarna warni. Iya, dari awal saya datang di Jogja, saya sudah dibuat penasaran dengan PASTY (Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta) yang merupakan relokasi dari Pasar Ngasem ini. Kali ini saya merasa puas. Bahkan sangat puas. Karena ternyata pasar ini, baik bagian tanaman hiasnya maupun bagian hewan, memang sesuai dengan ekspektasi saya. Bukan hanya berhasil merefresh otak dan mata saya dari kehidupan kota, tetapi juga saya mendapatkan banyaakk objek menarik untuk difoto. Rasanya hampir setiap sisi pasar ini ingin difoto! 

Setelah itu, kami (saya dan Ali, adik saya) pergi ke jalan Prawirotaman. Dari beberapa tahun yang lalu, saya memang sudah penasaran dengan jalanan yang terkenal sebagai "Bali nya Jogja" ini. Akhirnya baru sekarang deh kesampaian mengunjunginya. Sekilas, jalanan ini memang agak mirip dengan jalanan yang ada di Bali. Tetapi yang paling membuatnya mirip adalah suasana tempat ini yang dipenuhi dengan para bule. Prawirotaman ini memang dijadikan sebagai kampung wisata untuk turis asing. Makanya di sepanjang jalanan ini ada banyak hotel buat backpacker dan turis asing, serta kafe dan restoran kece yang terlihat berbeda dari restoran di tempat lain. Salah satu yang sempat saya kunjungi adalah Via - Via dan Kedai Kebun. Saya enggak tau gimana restoran lainnya, tetapi dari kedua restoran ini saya bisa melihat bahwa mereka berbeda dari kebanyakan restoran lainnya karena tempatnya yang artsy (dan tentunya nyaman). Tapi mungkin buat kalian yang sudah terbiasa dengan harga makanan di Jogja yang serba murah, jangan kaget kalo datang ke Via - Via karena harganya yang menurut saya sih overprice (secara harganya sama aja kaya restoran fancy di Jakarta). Sedangkan Kedai Kebun masih menyesuaikan dengan harga lokal. 

Well, see you next time Jogja :)