January 31, 2014

It Feels Like Home (Part One)


















All photos were taken in the Derawan Islands, East Kalimantan, Indonesia 

January 28, 2014

Little Treasure

When I got around to reorganizing my old stuffs a few weeks ago, I found a bundle of old films which I used for my lomo and analog cameras. Some of those films had been kept for a year while the others had been abandoned for more than couple of years. Yeah, you can put the blame on me who cannot develop my own film, or the rare film processing specialists in Jakarta, or the high price of developing and scanning film in England. Thinking about them, making me feel hopeless at those old films. I almost decided to (still) keep them in my cupboard and let them to be covered in dust. But it finally didn't happen. Thank heaven for someone who helped me to process the films.

TransJakarta, Jakarta, Indonesia. 
Taken with Holga 120CFN, 120mm Colour Film.  

ITB Graduation Day, Bandung, Indonesia; 
Taken with Holga 120CFN, 120mm B&W Film.   


Cotton Castle, Pamukkale, Turkey. 
Taken with Lubitel 166B, 120mm Colour Negative Film.  

Sunday Market, Batavia Old City, Jakarta, Indonesia. 
Taken with Holga 120CFN, 120mm Colour Film. 

Batavia Old City, Jakarta, Indonesia. 
Taken with Holga 120CFN, 120mm Colour Film.  

Blue Fishing Boats, Essaouira, Morocco;
Taken with Lubitel 166B, 120mm Colour Negative Film.

Some of you might wonder why I still love using film and analog while I have a perfectly good digital camera, while there are a lot of photography apps that help you to make similar effects like lomo and analog camera. The best reason I can give to you is that the process and the surprise behind them. I always enjoy the process from loading film into a camera; take photos in the way that I wouldn't normally take; wait till the film is developed, and the best part of it all is when I get the surprise from seeing the unpredictable results. With digital camera, I already know the results immediately after I shoot them. But with analog, you don't know what you shoot until you see your developed film. For me, nothing makes this happen better than shooting without looking. So it's obvious that none of photography application or digital camera can ever replace the satisfaction I get from analog camera and film.

ITB Graduation Day, Bandung, Indonesia; 
Taken with Holga 120CFN, 120mm B&W Film. 

Atlas Mountain, Ourika, Morocco;
Taken with Lubitel 166B, 120mm Colour Negative Film.

Fatahillah Museum, Jakarta, Indonesia. 
Taken with Holga 120CFN, 120mm Colour Film. 

View from a rooftop, Marrakech, Morocco. 
Taken with Lubitel 166B, 120mm Colour Negative Film.

Batavia Old City, Jakarta, Indonesia. 
Taken with Holga 120CFN, 120mm Colour Film.

Puppet Museum, Jakarta, Indonesia. 
Taken with Holga 120CFN, 120mm Colour Film.

January 23, 2014

Somewhere Out There

Top: Marks & Spencer. Floral Pants: London Flea Market. Wedges: Zara.
Bag: Mango. Necklace: XSML. Sunnies: Gucci.

January 22, 2014

There is always a reason people are the way they are, and I think that made me less judgmental.

Emma Watson

January 21, 2014

Four Years

Akhirnyaaa setelah dua tahun saya bertahan dengan layout yang sama, hari ini saya mengubah layout blog saya! Zuper yaiy! Well, some of you might noticed that I actually had started changing the layout since last night. But because there were some problems, it didn't work well till this morning. Ceritanya sih karena saya sedang bosan dengan hari - hari saya dan bosan melihat layout blog saya yang itu - itu aja, saya butuh sesuatu yang bisa membuat saya senang. And here it is the result of my boringness! Ngomong - ngomong soal blog, jadi pengen cerita nih tentang awal mula kenapa seorang seperti saya yang anti social media, yang mana di saat orang - orang udah pada heboh buat account social media apapun, saya rasanya mager banget buatnya. Eh, sekarang malah jadi bisa bertahan dengan blog ini yang udah memasuki tahun keempat.

The very first header of my blog

Jadi ceritanya, di suatu siang yang terik pada bulan Agustus 2010, ketika saya sedang melakukan kerja praktek dan kebetulan saat itu lagi enggak ada kerjaan, tiba - tiba terbersit di pikiran saya untuk membuat blog pribadi. Niat awalnya sih supaya bisa jadi tempat curhat seperti layaknya diary *huehe*. Jadilah blog saya ini berisi tentang curhat dan keluhan saya. Sampai akhirnya salah satu pembaca blog saya, yaitu kakak saya sendiri, Ceniza, bilang ke saya kira - kira seperti ini "Zu, kok blog kamu isinya ngeluh mulu sih". Awalnya sih saya kesal dibilang gitu dan rasanya pengen bilang "Yee ini blog - blog aing, kumaha aing wae, mau ngeluh mau kaga" *sorry sistaah hahaha*. Tapi akhirnya saya enggak bilang gitu karena justru dengan ucapan kakak saya itu, saya jadi tersadarkan satu hal. Apalagi jaman sekarang yang udah sangat mudahnya mencari informasi dan terhubung ke berbagai website, sebuah blog enggak akan bisa dijadikan sebagai tempat curhatan pribadi. And now I'm strongly of the opinion that as long as you put your secret on the internet (whether it's blog or any other social media), it can never be a secret. Yaa, sebenarnya bisa aja sih selama enggak menyebutkan nama asli atau informasi pribadi lainnya mungkin enggak akan ketahuan. Tapi entah kenapa, instead of making my blog to be anonymous, I prefer to change the content. Jadi semenjak itu sampai sekarang saya selalu berusaha untuk enggak memberikan informasi yang terlalu personal, apalagi sampai mengeluh atau menceritakan masalah - masalah pribadi saya. Thank you, Un! 


A year later I changed the header again

Mungkin diantara kalian ada yang mulai bertanya-tanya kenapa sampai layout kedua, blog saya tulisannya "Nona Alleira". Ceritanya sih saat saya buat blog ini, saya sedang mengalami turning point, yang mana membuat saya ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Salah satu caranya adalah dengan membuat alter ego. Lalu terpikirlah nama Nona Alleira (miss Alleira). Entah kenapa, dari dulu sampai sekarang saya selalu suka dengan nama Alleira, yang memiliki arti "mempesona". Setelah dua tahun memakai nama Nona Alleira, saya memutuskan untuk memberikan nama blog saya dengan nama saya sendiri dan sekaligus mengganti layout blog saya menjadi lebih simpel. Lagi - lagi, alasan saya mengganti blog saya menjadi nama saya adalah karena kritikan dari pembaca blog saya, yaitu bunda saya sendiri. Beliau bilang kenapa saya enggak memakai nama sendiri. Alasan saya waktu itu adalah karena saya enggak pede memakai nama asli untuk dipajang di blog saya. Lalu setelah berbagai pertimbangan *asek*, akhirnya saya mengganti nama saya sendiri.


















Then, I change the name of my blog from "Nona Alleira" to my name "Nazura Gulfira"

I've learned many things from blogging. Blog adalah tempat saya mempunyai keberanian. Berani menjadi diri saya sendiri; berani menunjukkan kelemahan dan kelebihan saya; berani untuk mengutarakan apa yang ada di pikiran saya tanpa harus takut apa yang saya katakan salah, karena setiap saya menulis di blog ini saya pasti membaca berulang - ulang kali sebelum saya mempublikasikannya sampai yakin bahwa tulisan saya enggak akan saya sesali dan bukan hanya sekedar pelampiasan emosi sesaat. Bukan cuma itu, blog juga menjadi tempat saya untuk bisa lebih berani menyalurkan "hobi aneh saya". Saya bukan tipe orang yang suka foto diri saya sendiri baik selfie maupun foto sendiri ketika sedang berkunjung ke tempat - tempat tertentu. Tetapi ada satu hal yang bisa membuat saya mengakui bahwa well, I'm a bit narcissistic, yaitu hobi saya foto sambil bergaya dengan outfit saya yang menurut saya sedang cukup kece. Kalau kamu ikutin social media saya yang lain seperti Facebook atau Instagram, kamu bakal sadar bahwa saya sangat jarang ngepost outfit saya. Blog is the only place where I can show things that I wouldn't have shown in the other social media. Lalu karena menurut saya agak aneh kalau cuma foto saya terpampang di blog, jadilah saya buat seperti ala - ala fashion blogger dengan menyertakan label dari pakaian yang saya pakai (now, you know the reason behind it, don't you!) HAHAHA.


Finally, the simplest header ever! 

Someday, when I'm much older, I want to look back at those good and bad old days; to bring back those moments that are worth remembering; and to show my daughters about my life before they born. Itulah alasan utama saya kenapa sampai sekarang saya masih suka ngeblog.

Finally, I want to thank you (yes you!) for visiting my blog and reading my unimportant daily dose. Semoga enggak bosan - bosan yaaa untuk terus mengunjungi blog saya hihihi :3

January 16, 2014

There Are Times


Striped shirt: Zara. Skirt: New Look. 
Necklace: Xsml. Sandals: Topshop. Bag: Mango.

January 14, 2014

PNGA/23

Hampir setiap tahun di tanggal 14 Januari, saya selalu menulis hal - hal yang ingin saya capai untuk setahun berikutnya. Tetapi untuk tahun ini rasanya saya lebih memilih untuk menceritakan tentang siapa saya dari sudut pandang saya sendiri.

Orang tua saya selalu bilang bahwa saya udah banci gaya dari kecil! haha!


Nama saya Nazura Gulfira, yang artinya adalah pemimpin Perang Teluk. Nazura yang berasal dari salah satu kata di dalam surat Al-Kahfi, yaitu Nazuroh, memiliki arti "pemimpin". Sedangkan Gulfira, berasal dari dua kata, yaitu Gulf yang dalam bahasa Inggris artinya "teluk", dan Ira yang merupakan singkatan dari Irak - Amerika. Saya lahir pada tahun 1991, dimana saat itu sedang terjadi perang teluk antara Irak dan Amerika. Sejujurnya, nama ini berat bagi saya karena menyimpan harapan dari kedua orang tua saya yang berharap bahwa suatu saat nanti anaknya ini bisa menjadi seorang pemimpin yang besar.

Ozu, adalah panggilan yang diberikan oleh nenek saya. Kata beliau, Nazura terlalu panjang untuk dijadikan sebuah nama panggilan. Akhirnya beliau memanggil saya dengan nama tersebut, yang mana sampai saat ini saya masih belum tau kenapa nenek saya, Uci Bunda, bisa memberi panggilan saya dengan nama tersebut.

Tumpukan diary yang saya punya dari saya duduk di bangku SD hingga tingkat pertama kuliah


Saya suka berimajinasi dan berpikir tentang banyak hal, kemudian menuangkannya ke dalam sebuah tulisan. Makanya enggak heran kalau saya suka nge-blog, karena disini saya bisa bebas untuk mengekspresikan apa yang ada di pikiran saya. Sebelumnya, saya hanya bisa menuangkannya ke dalam diary dan beberapa cerita. Kebiasaan ini udah mulai ada sejak saya berumur 9 tahun, ketika saya menuangkan imajinasi saya ke dalam cerpen dan ketika SMA saya sempat ingin mempublikasikan sebuah novel. Namun karena kehabisan ide dengan bagian terakhir dari cerita tersebut, akhirnya saya enggak melanjutkannya lagi. Semenjak itu saya enggak pernah lagi mencoba untuk menulis cerita dari imajinasi saya.

Introvert dan melankolis. Dua kata yang banyak menggambarkan kepribadian saya.




Saya enggak pernah menyesal menjalani dua tahun lebih cepat dibandingkan anak - anak seumuran saya lainnya. Sejak duduk di sekolah dasar sampai melanjutkan kuliah master, saya hampir selalu menjadi murid termuda dibandingkan teman - teman seangkatan saya lainnya. Mungkin ada yang beranggapan bahwa enggak enak sekolah di usia muda. Tetapi bagi saya justru menyenangkan, karena saya bisa belajar untuk lebih dewasa dan mempunyai lebih banyak waktu untuk mencapai cita - cita saya dibandingkan teman - teman seumuran saya yang lain.

Saya benci berada di tempat ramai. Karena berada di tempat yang ramai seringkali membuat saya kikuk dan merasa risih. Satu - satunya tempat ramai yang membuat saya nyaman adalah ketika berada di sebuah pasar tradisional/pasar rakyat/flea market/whatever you call it.




Cita - cita saya selalu berubah - ubah. Mulai dari desainer pakaian, penulis novel, diplomat, editor di majalah fashion, desain interior, sampai menjadi menteri lingkungan hidup! haha. Sampai akhirnya saat ini saya telah menetapkan sebuah cita - cita yang mana sama sekali tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Semoga cita - cita ini bisa tercapai dan berjalan untuk seterusnya.

Dulu saya suka menulis, menari, menyanyi, main piano dan menggambar. Tau apa yang enggak pernah menjadi hobi saya? memfoto. Saya enggak pernah tertarik dengan fotografi sampai saya kuliah tingkat dua. Enggak pernah menyangka bahwa justru itulah yang menjadi hobi utama saya saat ini dan malahan, hobi - hobi saya pada waktu kecil tersebut enggak ada yang saya lakukan lagi saat ini.



Pertama kali saya traveling tanpa didampingi oleh orangtua/keluarga saya adalah saat saya berumur 10 tahun. Saat itu saya mengikuti pertukaran pelajar dan kebudayaan ke Jepang bersama dengan ketujuh anak Indonesia lainnya. Banyak banget pengalaman berharga yang saya dapatkan dari sini. Mulai dari hampir enggak bisa pulang ke Indonesia karena detik - detik terakhir sebelum pulang saya lupa menyimpan paspor saya, lalu berkomunikasi dengan orang - orang Jepang yang enggak bisa berbahasa Inggris (dan saat itu bahasa Inggris saya pun juga pas - pasan) dengan berbagai cara mulai dari buka kamus Jepang, sampai menggunakan "bahasa tarzan", sampai akhirnya menyadari bahwa so many people come and go in your life.


Ada sebuah doa yang sama, yang selalu saya ucapkan di hari ulang tahun saya: semoga orang - orang terdekat saya bisa menemani saya lagi di tahun berikutnya.

January 09, 2014

The Other Day




Top: Forever 21. Pants: Topshop. 
Necklace: River Island. Bag: Coach. Wedges: Clarks.

January 06, 2014

Get Featured: Aquila Style




This is one of the few things that I won't have to pretend to be happy. Thank you, Aquila :)

January 03, 2014

Another Go

I know it's a little too late to recall 2013 but, hey, come on, it was one of the best year I've got so far in my life. It was full of unforgettable journeys and memories. I've also learned more that year than ever before. One of the biggest things I've learned is that you have to just manifest your dreams come true, and don't stop till they do. As cheesy as it may sound, but it's true. If it's not because I have dreams, I wouldn't come to England, didn't travel to the places I want, checking off more things from my bucket list, got my master's degree and forth. I also learned that you can't always get what you want. I have one big dream that hasn't come true yet in this year. Even though it seems like just one centimeter away from my face, it all finally depends on God's plan. Regardless of the ups and downs, 2013 had been a tremendous year for me. Thanks for all the memories and lessons ♥


I was traveling by myself, celebrating New Year in Edinburgh and my birthday in Bath and Bristol. Although it wasn't my first time traveling solo in UK, it was the moment when I felt the odd sense of comfort when traveling alone and realised that I much more enjoyed traveling by myself. Ever since, I've been braver to do solo traveling.


My first experience attending a fashion event! I went to London Fashion Weekend and got the sensation how London Fashion Week feels like.


I got my first (and most probably, last) part time job in a fitness centre in Poole. I worked for two months as a cleaner there, working before dawn until the sun came out. Such an unforgettable experience and got much life lesson!



It'd been my dream (since I don't know when) to go to Paris, and so I went there by myself for six days! It seriously changed my perspective on a lot of things.



My grandma had passed away. It was the first time I've lost my loved one in my life. It's the saddest thing I had in this year. On the other hand, I feel blessed I went to Morocco and Turkey.


I have two big dreams that I've always asked whenever I pray. But then I know I was too greedy for asking those dreams happen at once in this year. In the end, I learn that in order to achieve one big thing, you have to sacrifice another one.




I can't remember ever having had better summer than this year! I went to an open air cinema in London and saw lavender and rapeseed oil field.



My first time having Ramadhan and Eid Mubarak outside of Indonesia. Surprisingly, 19 hours fasting in England is still better than 14 hours fasting in Jakarta.




After three months doing my dissertation, I finally submitted it! I also moved to a new house in Bournemouth and lived with my four other housemates. I did solo traveling for the last time to the Northern part of England before I went back to Indonesia.


I finally got my master's degree! I'm beyond grateful for it. I also had a wonderful road trip with my housemates.


"Hello - Goodbye" are the best words to describe November. In the first week, I met my family after one year I didn't meet them. They came to England to attend my graduation and also we had a great trip together. In the last week, I finally moved back to my home country. Saying goodbye has always been the thing I hate the most, especially when I already feel comfortable with things/persons.


Jakarta! It was a bit hard for me to make myself usual with the hot weather, traffic jam, pollution, crowd and the habit. Anyway, I went to a lovely island in Borneo (I won't tell you the details now).

Finally, Hello 2014! Hope you bring more lessons, happiness, and more dreams that come true.