January 14, 2014

PNGA/23

Hampir setiap tahun di tanggal 14 Januari, saya selalu menulis hal - hal yang ingin saya capai untuk setahun berikutnya. Tetapi untuk tahun ini rasanya saya lebih memilih untuk menceritakan tentang siapa saya dari sudut pandang saya sendiri.

Orang tua saya selalu bilang bahwa saya udah banci gaya dari kecil! haha!


Nama saya Nazura Gulfira, yang artinya adalah pemimpin Perang Teluk. Nazura yang berasal dari salah satu kata di dalam surat Al-Kahfi, yaitu Nazuroh, memiliki arti "pemimpin". Sedangkan Gulfira, berasal dari dua kata, yaitu Gulf yang dalam bahasa Inggris artinya "teluk", dan Ira yang merupakan singkatan dari Irak - Amerika. Saya lahir pada tahun 1991, dimana saat itu sedang terjadi perang teluk antara Irak dan Amerika. Sejujurnya, nama ini berat bagi saya karena menyimpan harapan dari kedua orang tua saya yang berharap bahwa suatu saat nanti anaknya ini bisa menjadi seorang pemimpin yang besar.

Ozu, adalah panggilan yang diberikan oleh nenek saya. Kata beliau, Nazura terlalu panjang untuk dijadikan sebuah nama panggilan. Akhirnya beliau memanggil saya dengan nama tersebut, yang mana sampai saat ini saya masih belum tau kenapa nenek saya, Uci Bunda, bisa memberi panggilan saya dengan nama tersebut.

Tumpukan diary yang saya punya dari saya duduk di bangku SD hingga tingkat pertama kuliah


Saya suka berimajinasi dan berpikir tentang banyak hal, kemudian menuangkannya ke dalam sebuah tulisan. Makanya enggak heran kalau saya suka nge-blog, karena disini saya bisa bebas untuk mengekspresikan apa yang ada di pikiran saya. Sebelumnya, saya hanya bisa menuangkannya ke dalam diary dan beberapa cerita. Kebiasaan ini udah mulai ada sejak saya berumur 9 tahun, ketika saya menuangkan imajinasi saya ke dalam cerpen dan ketika SMA saya sempat ingin mempublikasikan sebuah novel. Namun karena kehabisan ide dengan bagian terakhir dari cerita tersebut, akhirnya saya enggak melanjutkannya lagi. Semenjak itu saya enggak pernah lagi mencoba untuk menulis cerita dari imajinasi saya.

Introvert dan melankolis. Dua kata yang banyak menggambarkan kepribadian saya.




Saya enggak pernah menyesal menjalani dua tahun lebih cepat dibandingkan anak - anak seumuran saya lainnya. Sejak duduk di sekolah dasar sampai melanjutkan kuliah master, saya hampir selalu menjadi murid termuda dibandingkan teman - teman seangkatan saya lainnya. Mungkin ada yang beranggapan bahwa enggak enak sekolah di usia muda. Tetapi bagi saya justru menyenangkan, karena saya bisa belajar untuk lebih dewasa dan mempunyai lebih banyak waktu untuk mencapai cita - cita saya dibandingkan teman - teman seumuran saya yang lain.

Saya benci berada di tempat ramai. Karena berada di tempat yang ramai seringkali membuat saya kikuk dan merasa risih. Satu - satunya tempat ramai yang membuat saya nyaman adalah ketika berada di sebuah pasar tradisional/pasar rakyat/flea market/whatever you call it.




Cita - cita saya selalu berubah - ubah. Mulai dari desainer pakaian, penulis novel, diplomat, editor di majalah fashion, desain interior, sampai menjadi menteri lingkungan hidup! haha. Sampai akhirnya saat ini saya telah menetapkan sebuah cita - cita yang mana sama sekali tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Semoga cita - cita ini bisa tercapai dan berjalan untuk seterusnya.

Dulu saya suka menulis, menari, menyanyi, main piano dan menggambar. Tau apa yang enggak pernah menjadi hobi saya? memfoto. Saya enggak pernah tertarik dengan fotografi sampai saya kuliah tingkat dua. Enggak pernah menyangka bahwa justru itulah yang menjadi hobi utama saya saat ini dan malahan, hobi - hobi saya pada waktu kecil tersebut enggak ada yang saya lakukan lagi saat ini.



Pertama kali saya traveling tanpa didampingi oleh orangtua/keluarga saya adalah saat saya berumur 10 tahun. Saat itu saya mengikuti pertukaran pelajar dan kebudayaan ke Jepang bersama dengan ketujuh anak Indonesia lainnya. Banyak banget pengalaman berharga yang saya dapatkan dari sini. Mulai dari hampir enggak bisa pulang ke Indonesia karena detik - detik terakhir sebelum pulang saya lupa menyimpan paspor saya, lalu berkomunikasi dengan orang - orang Jepang yang enggak bisa berbahasa Inggris (dan saat itu bahasa Inggris saya pun juga pas - pasan) dengan berbagai cara mulai dari buka kamus Jepang, sampai menggunakan "bahasa tarzan", sampai akhirnya menyadari bahwa so many people come and go in your life.


Ada sebuah doa yang sama, yang selalu saya ucapkan di hari ulang tahun saya: semoga orang - orang terdekat saya bisa menemani saya lagi di tahun berikutnya.

8 comments:

  1. Happy birthday Ozu! Lo inspiring banget siiih :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaa makasiih Dixie! lo lebih inspiring lagiii Dix! :D

      Delete
  2. wah ulang tahun ya? selamat ulang tahun kak ozu. ternyata dari kecil udah kece banget :)
    makin sukses ya kak, masih muda pencapaiannya udah keren :D
    semoga kapan-kapan bisa ketemu hihihi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasiiihh Gheaa. aamiin buat doanyaa.. sukses juga buat kamu ya Ghe! iyaa semoga someday kita bisa ketemu yaa :D

      Delete
  3. Wahh loe keren Zuu.. perlahan tp pasti Insy4wl mimpi loe pasti bisa kesampean.. Mimpi adalah kunci untuk mengguncang dunia -giring Nidji- hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha thanks Riiss! aamiin buat doanyaa. semoga mimpi - mimpi kita bisa tercapai yaa Riiss hehe :)

      Delete
  4. Selamat Milad, mbak Ozu.. salam kenal :) suka blognya.

    ReplyDelete
  5. Makasiih yaa Nida. Salam kenal juga :)

    ReplyDelete