August 28, 2013

Keep My Fingers Crossed


Collar shirt: River Island. Handstooth blazer: Vintage. Maroon skinny: Red Herrings. 
Boots: vintage Docmart.

August 24, 2013

In The Middle of Blahblahblahblah

There are times when your brain is overloaded and you are about to go crazy. What will be the first thing you do to save yourself? some people choose reading book, some people cooking, some people complaining on social media, some people watching film, some people playing music, some people sleeping, some people writing, some people crying, some people drawing, some people shopping, some people dancing, some people eating, some people running. Me? I choose doing this: putting things together and taking pictures of them.









August 22, 2013

Once Upon A Time


Welcome to the kingdom of far far away fairytale-like villages in England


Is there anyone need a place to stay?

If only I was a good painter, this place would be my favorite place to find inspiration 


My future house. Someday.

Lets play hide and seek

One thing I learned from this picture: you don't need a big yard to be happy

No matter tall and big man-made buildings are, they always seem small when compared to nature

Another dream comes true. See the yellow oilseed-rape fields with my very own eyes!

Don't underestimate old things. Even old cottages have solar panels now. 

Lavender and Kids. Two wonderful things entwined together 

One of the most favorite pictures I've taken so far

August 18, 2013

Surat Untuk Indonesia

Bournemouth, 17 Agustus 2013

Mungkin ini adalah surat pertama yang sengaja aku tulis tepat di  hari ulang tahunmu selama dua puluh dua tahun aku menjadi warga negaramu. Enggak. Kamu enggak akan mendengarkan kata - kata klise tentang seberapa besar rasa rindu seorang perantau sepertiku, atau melihat sebuah puisi sebagai hadiah ulang tahun kamu, atau kata - kata nasionalisme seperti yang sudah banyak orang - orang berikan di hari ulang tahunmu, atau bahkan foto - foto peringatan ulangtahunmu hari ini. Disini aku hanya ingin mengungkapkan pikiran yang sudah lama mengganjal tentang kamu. 



Aku tau, mungkin kalau ada indikator untuk seorang warga negara yang baik, aku masih jauh dari kriteria itu. Aku masih belum bisa memberikan kontribusi nyata untukmu. Jangankan untuk hal yang besar, bahkan hal terkecil dan termudah seperti berkomitmen untuk membeli produk lokal saja tampaknya masih sulit untuk aku lakukan secara konsisten. Aku juga sering merasa rendah ketika melihat banyak orang di luar sana yang rela untuk bekerja keras demi membuat kamu dan rakyatmu menjadi lebih baik dari saat ini. Seringkali ketika aku melihat orang - orang itu, yang tampak tidak pernah lelah untuk membantu rakyatmu yang tidak mampu, yang tampak selalu bersemangat mengajar para anak anak negerimu, yang tampak selalu bersemangat untuk menjadikanmu lebih baik dari sekarang, membuatku semakin merasa bahwa aku bukanlah warga yang baik untukmu. Dari dulu sudah banyak impian - impian kecil yang sangat ingin aku lakukan, yang menjadi pacuan bagi diriku sendiri atas suara - suara yang sering bergema di dalam pikiran dan hatiku. "Mana kontribusimu? kata kamu, kamu cinta pada negerimu, tetapi mana buktinya? enggak malu ya dengan teman - temanmu yang sudah bergerak dan banyak membantu negerimu?" . Dulu  selalu saja ada alasan dan prioritas lain yang lebih penting, yang akhirnya membuatku tidak bergerak kemana - mana. Namun kali ini, aku bisa meyakinkanmu bahwa aku sedang dalam perjalanan untuk bisa menjawab suara - suara itu.



Aku enggak tau apakah kamu berpikiran bahwa aku pergi jauh untuk kabur darimu. Tetapi kalau kamu berpikiran seperti itu, kamu salah besar. Ingin melihat dunia lebih luas dan mencicipi kehidupan di negara lain memang salah satu mimpiku dari kecil. Tetapi bukan sebatas itu, alasanku datang kesini juga karena kamu. Ada mimpi yang jauh lebih besar dari mimpi - mimpiku itu, yang bukan lagi hanya menyangkut aku, tetapi juga orang lain. Maka dari itu, aku ingin belajar di tempat yang bisa memberikan ilmu yang lebih banyak dengan pola pikir dan penyampaian yang berbeda dari orang - orang dan sistem di tempatmu, supaya kelak aku bisa mewujudkan salah satu cita - cita besarku untukmu. Aku belum bisa memberitahu apa itu, karena aku takut untuk memberikan harapan tentang sesuatu yang besar dan belum pasti. Aku takut  kalau nantinya harapan itu hanya omong kosong, yang pada akhirnya membuatku tidak lebih baik dari beberapa orang - orang besar di negerimu yang melanggar janji yang mereka dulu berikan kepadamu. 


Aku tidak mau munafik. Negara yang aku tumpangi saat ini memang terasa lebih nyaman dibandingkan kamu. Makanya tidak heran kalau banyak anak - anakmu yang sedang merantau ke negeri lain lebih memilih untuk meneruskan hidup mereka disana dibandingkan hidup denganmu. Aneh, tetapi aku merasa sedih ketika beberapa diantara mereka mengatakan dengan tegas untuk benar - benar meninggalkanmu dengan alasan mereka yang sudah bulat bahwa mereka tidak suka hidup denganmu, mengeluhkan kondisimu dan bahkan selalu melihat sisi burukmu dibanding sisi baikmu. Aku mengatakan ini bukan karena aku mau menjadi warga negara yang sok baik atau sok nasionalis. Tetapi aku benar - benar merasa miris. Apakah sebegitu jeleknya sosok kamu di mata mereka? Apakah sebegitu kronisnya kondisimu di mata mereka? Sehingga yang mereka lihat bukanlah lagi harapan, tetapi hanya keluhan dan putus asa. Sekali lagi, aku bukan ingin menyenangkan kamu di hari ulang tahunmu dengan menjadi warga yang sok nasionalis, tetapi aku benar - benar merasa miris ketika mendengar anak - anak negerimu yang memiliki potensi tinggi untuk membuatmu lebih baik, tetapi mereka justru meninggalkanmu untuk mengabdi pada negara lain. 



Sebenarnya masih banyak hal - hal lain yang ingin aku ungkapkan, tetapi berhubung saat ini aku sedang mengejar sebuah kewajibanku yang lain, surat ini harus berhenti dulu sampai disini. Nanti, akan aku tulis lagi surat untukmu di lain waktu. 

Sekali lagi, selamat ulang tahun Indonesia, negeri yang kaya raya dan makmur, negeri yang beriman, negeri yang terkenal dengan budaya ramah tamahnya, negeri yang memiliki toleransi dan tenggang-rasa yang tinggi; negeri yang aku banggakan. Semoga semakin banyak orang - orang besar di negerimu yang bertanggung jawab atas amanah yang diberikan kepada mereka, semoga semakin banyak anak - anak negerimu yang bangga denganmu, semoga semakin banyak generasi penerusmu yang mendapatkan pendidikan, pekerjaan dan kehidupan yang lebih dari layak, semoga semakin banyak orang - orang di negerimu yang optimis dan rela berjuang untukmu. 

Salam rindu,

Salah seorang anak negerimu

August 06, 2013

(London) Summer Weekend

The fact that I'm living only two hours away from a nice city like London doesn’t hinder me from visiting it often. I remember the last time I came to see it for the purpose of entertainment was in last September, more specifically on my first week in England. I've always wanted to explore the city and already made a list of places to visit but then *ehm* the high expenses of this city has successfully beat my desire to come. Ever since, I’d always think twice whenever I want to visit it. And finally last month my urge to explore London reemerged. Besides, I never knew how London feels like under UK's sweltering weather. With some events and places that would be really nice to visit in summer, I decided to come back to this city. But this time, instead of visiting touristic places, I explore it as a local.



• Open Air Cinema 
The other day I found an article about an open air cinema in London, where people can watch selected movies in some of the coolest places in the city includes the rooftops. It made me curious and after checking out some of the open air cinemas (which all of them look so darn great), I finally chose the one that held by Rooftop Film Club. I must admit it was, with no intention to exaggerate, the greatest evening I've ever had in this city. It felt as if I was walking into a set of a music video or movie clip in which I could soak up the relaxing evening atmosphere in one of the London's rooftops, saw the first sunset in London with the city skyline as background, watch people talking, eat popcorns, drink lemonade, and just chillout. I don’t think I need to explain more as you can see it on the pictures below. For those of you planning to visit London in summer, I highly recommend you to try any of the open air cinema, especially this one in Peckham Rye. Good film, nice place, great experience. I also recommend buying the tickets in advance, because even the Londoners themselves are always crowding the place. 


We came a few hours before the film began


A super cute "drinks" booth
I figure it out that dock chairs do not always belong to beaches




No need to worry about any noises

Can you see the silhouette of London's skyline?

People were queueing at the drinks booth

Watching the sunset from the rooftop terrace

When the film was about to begin

• Dalston Junction
I never expected that the place where my friend lives is apparently one of the hypest district in London.  Not only does it has cool cafes and coffeeshops in abundance, but it is such a heaven for people who are fond of vintage and secondhand stuffs. What makes it even better is that they hold a garage sale once in a month and car boot sale on every Saturday and Sunday. Lucky me, I got the chance to attend both!



Having breakfast at Beyond Retro Cafe




Garage sale by The Stylist's Rail



Car boot sale at Princess May Primary School 



• Columbia Road Flowers Market •
I’d been wanting to visit Columbia Road Flowers Markets in the past two years, when I first discovered its existence through some London bloggers. Every time I saw pictures of it, I’d always remind myself to go there, at least once, before I go back home. And finally, my glorious Sunday morning in the first week of July was spent shooting admirable sights at the best flower market I've ever visited. I gasped in awe when I saw a sea of peonies, sun flowers, tulips, lavenders, and other kinds of beautiful flowers in various vibrant colors. I just couldn't stop myself from photo-ing and video-ing the lively atmosphere of the market, capturing the wonderful flowers and cute little shops in frames.