November 27, 2011




Blazer : Smoothies. Striped Shirt : Pasar Senen. Necklace : Gift from Fia. 
Pants : Topshop. Sandal : Charles and Keith.

Saturday Date ♥

Apart from the fact that Jakarta has tons of giant malls, historical museums, expensive boutiques, dainty cafes - restaurants and other cool places to hang out, I don't know what else this city could offer. I consider myself confused when I finally got to accompany my boyfriend to discover another extraordinary part in my city. I skip Monas, Dufan, Taman Mini, Ragunan Zoo, Kota Tua Jakarta, from my list because it seems like 3 - 5 times of visit is enough for me. Those places became dull because they don't, or rather haven't offered anything new and interesting. At least, that's what I felt.

                         
After desperately doing some blog-walking, searching for the right place to spend our Saturday, I found this lovely cafe that looks perfect as a place to eat lunch. Kedai is such a great space to escape from the hectic big city. It has a really peaceful atmosphere which makes us hard to get our ass off it. And, withal, this place reminds me of Bandung with some of decoration that it has, don't you think?






I have always been intrigued by creative spaces. That's why I brought Ican to Dia.Lo.Gue , which is located less than one kilometer from Kedai. When an art space, a concept store and a cafe are put together into one building, they will always make a good dialogue (pun intended) with everyone who comes to enjoy it. I have been curious with this place ever since I read some recommendations from different people about it. They should consider expanding the place, because more and more people are coming to this place.  
  





The next destination is Salihara. It seems like a dozens of times I have delayed my intention to see their shows because the location is far away from my house. This place should be as awesome as I thought if there is any exhibitions and shows that held in both gallery and theater. Unfortunately, there wasn't anything from either of them at the moment of our arrival. So we just went to a small shop which sells artsy souvenirs, rooftop theater and got some drinks in Kopitiam Oey.



Our Saturday ended in Brightspot. Though I wasn't in my high interest of attending it, I was still fawning at how many talented designers we have and how creative the products were sold. There are no words to be said but the biggest applause for them.


Thank you my dear Saturday, I hope we're gonna meet soon in another time and another place ♥ 

November 14, 2011

| On edge | Flea Market | Fool's Paradise | Wanderlust | Hyde | Freeze | 
| Tea | Escapade | Refreshment |

November 13, 2011

Lady Behind The White Door

I never say that I am a fashionista, fashion blogger or any kind of person that related to fashion. I rarely attend the fashion events, I don't follow the latest trends and my blog is not always filled with the fashion things. And lately I realized that fashion world isn't a place that I'm gonna live in. The only thing I have that (perhaps) related to fashion, is the way I express my feeling with the clothes I wear. It doesn't mean that I always convey my feeling with it, but just in some certain conditions, like, when in dire need of something, bored with myself, get excited about something that will come by and many more. In those kind of situation, I usually use the clothes to fulfill my desire and an oddly satisfying feeling comes to me afterward.







"Personal style comes from within. It's when the woman, her individuality and spirit, come through. She uses clothes to express who she is and how she feels"
(Donna Karan) 





White Shirt : Arnessio Basic. Outerwear : Pasar Senen. Pants : Topshop. 
Flat : Zara. Bag : Harrods. Socks : Topshop. 


Photographer : Poeti Gladyzka Emiria

November 07, 2011

When in doubt, remain silent.


Hamish (Alice in Womderland)

November 04, 2011

Kepada Yth.
Bapak Gubernur DKI Jakarta

Sebelumnya perkenalkan, nama saya Poeti Nazura. Saya adalah salah satu dari 10 juta penduduk Jakarta yang menggunakan Bus Transjakarta hampir setiap harinya. Alasan saya sangat simpel, karena saya sangat mendukung penggunaan transportasi umum di Indonesia dan saya tidak ingin menjadi orang yang mengeluh tentang kemacetan, tetapi tetap menggunakan moda transportasi pribadi, yang mana menjadi salah satu penyebab utama dari kemacetan yang terjadi di DKI Jakarta.

Namun, saya tidak memungkiri bahwa kondisi transportasi umum di Jakarta masih berada dalam kondisi yang belum baik, bahkan sebagian besarnya memiliki fasilitas yang buruk dan tidak aman bagi masyarakat. Maka, keberadaan Busway di Jakarta sangat memudahkan saya. Karena menurut saya pribadi, Busway adalah moda transportasi umum yang paling nyaman dan mudah menjangkau hampir seluruh wilayah Jakarta. Sayangnya, bahkan untuk transportasi yang paling nyaman sekalipun, saya tetap merasa dukungan Pemerintah belum maksimal dalam memberikan pelayanan transportasi umum yang terbaik bagi masyarakat disini.



Kenapa saya bisa mengatakan demikian? Karena hampir setiap hari saya menggunakan Busway, terutama pada saat jam pulang kerja, saya dan pengguna Busway lainnya harus mengantri dengan antrian yang sangat panjang, berdesak - desakan dan dalam waktu hingga satu jam lebih. Kalau Bapak melihat secara langsung pada jam - jam tersebut dan merasakannya sendiri, Bapak akan mengerti bahwa kapasitas Busway saat ini sangat tidak sesuai dengan jumlah pengguna yang ada.

Kondisi ini semakin hari semakin parah, karena saya melihat semakin banyak masyarakat yang menggunakan Busway ini. Dan hal ini terbukti dengan berita dari @infojakarta, bahwa tingkat peminat Busway semakin tinggi. Namun, jika kondisi saat ini tidak segera diatasi, maka ada kemungkinan bahwa "peminat baru" ini bisa kembali menggunakan moda pribadi atau bahkan menambah pasokan 7 juta kendaraan pribadi yang sudah ada di kota ini.

Dari kondisi saat ini, saya sangat sadar bahwa masyarakat Jakarta saat ini berada dalam suatu dilema, yaitu antara menggunakan moda kendaraan pribadi yang nyaman namun akan berhadapan dengen kemacetan lalu lintas yang berlangsung selama berjam - jam dan di sisi lain menggunakan transportasi umum, namun harus berhadapan dengan kondisi yang sangat tidak nyaman berupa antrian panjang dan berdesak-desakan.


Oleh karena itu, saya disini sangat berharap Bapak dapat menambahkan unit Busway, terutama di koridor - koridor yang memiliki demand pengguna yang sangat tinggi. Jika saya boleh memberi saran, daripada membangun jalur transportasi umum baru seperti monorail atau MRT, serta membangun jalan layang baru, saya lebih mendukung agar Bapak menambahkan unit Busway dan memaksimalkan fasilitas transportasi umum lainnya yang sudah disediakan saat ini. Saya kira Bapak pasti jauh lebih mengerti dan memahami bahwa Jakarta sudah terlalu padat untuk pembangunan baru seperti itu, yang mana akan membutuhkan ruang yang sangat besar dan tidak sesuai dengan ketersediaan lahan di kota ini yang sudah sangat minim.

Sekian masukan dari saya. Semoga Bapak tidak hanya sekedar menampung aspirasi rakyat Bapak, tetapi juga tidak segan untuk merealisasikannya ke depan.

Salam Hormat,



Poeti Nazura Gulfira Akbar

November 01, 2011





Blazer : Smoothie. Dress : Gaudi. Jeans : Colorbox. 
Bag : Guess. Shoes : Melissa.
First thing you gotta know about me, I'm a hugger.

Lotso in Toy Story 3