April 22, 2015

April 13, 2015

Little Things That Matter

Salah satu hal yang sering saya sepelekan atau lebih tepatnya terlupakan adalah merasa bahagia oleh hal - hal sederhana. Saya sebenarnya termasuk orang yang mudah untuk merasa senang dan terkesima oleh hal - hal kecil. Bahkan dulu saya termasuk orang yang bisa dengan mudah mengontrol tingkat stres saya karena saya bisa menyenangi diri sendiri dengan melakukan hal - hal sederhana yang dampaknya bisa menyenangkan hati saya dalam waktu yang cukup lama. Tapi semakin saya memasuki kehidupan menjadi "orang dewasa", membuat saya sering mencari alasan - alasan yang akhirnya membuat saya lupa atau memilih untuk melakukan hal lain daripada hal - hal sederhana tersebut. Saya sebenarnya enggak mau menyalahkan rutinitas atau perubahan prioritas ketika menjadi orang dewasa, karena nyatanya masih banyak orang dewasa di luar sana yang memiliki rutinitas lebih padat dari saya tetapi masih bisa konsisten untuk melakukan hal - hal sederhana yang membuatnya bahagia.


Awalnya saya sempat berpikir bahwa dengan melakukan perjalanan ke tempat lain, melihat sesuatu yang berbeda dan menghirup udara segar akan menjadi obat instan yang ampuh untuk menghilangkan kegusaran dan kepenatan saya. Sampai akhirnya saya tersadar bahwa kebosanan itu muncul bukan semata - mata karena saya diam terlalu lama di satu tempat, tetapi terlebih lagi karena saya melakukan hal yang sama berulang - ulang kali dalam waktu cukup lama. Saya lupa bahwa pada dasarnya rasa bosan itu bukan muncul dari apa (suatu hal), tetapi bagaimana (tindakan yang kita lakukan terhadap hal tersebut). Saya lupa bahkan untuk hal - hal yang saya senangi sekalipun seperti fotografi, blogging dan traveling, mampu membuat saya merasa bosan saat saya terus menerus melakukan hal tersebut tanpa jeda atau diselingi oleh kegiatan - kegiatan lainnya. Saya lupa bahwa untuk orang - orang terdekat saya sekalipun yang bisa selalu membuat saya merasa nyaman dan tertawa, mampu membuat saya merasa bosan saat saya terus menerus bertemu dengan mereka tanpa banyak berinteraksi dengan orang lain.


Sementara itu di sisi lain ada banyak hal - hal sederhana yang dulu sempat sering saya lakukan tetapi karena rutinitas dan kondisi saat ini membuat saya melupakan hal - hal tersebut. Ada banyak orang - orang dekat yang menjadi jauh karena rutinitas dan jarak sehingga membuat saya lupa bahwa mereka mampu membuat saya tertawa di saat saya tidak bisa tersenyum. Mulai dari hanya sekedar pergi ke Bogor untuk wisata kuliner dengan orangtua, kakak, adik dan keponakan - keponakan saya, mengeksplore beberapa tempat Jakarta yang membuat saya mulai kembali menyukai kota ini, pergi tanpa rencana apa - apa saat pukul 11 malam untuk ke suatu tempat secara random dengan sahabat - sahabat lama dan menghabiskan waktu bersama hingga matahari terbit, atau bahkan hanya sekedar mengeluarkan kamera saya untuk menangkap keindahan dari hal - hal sederhana yang ada di sekitar saya, serta masih banyak hal - hal kecil lainnya yang tanpa sadar jauh membuat kepala saya yang sebelumnya berat atau mood saya yang sedang jatuh, menjadi pulih kembali secara berangsur - angsur. Makanya saya memutuskan untuk menulis sebuah daftar as a little reminder to myself that there's still plenty of little things that make me happy effortlessly. 

April 07, 2015

Mirrorless



Polkadot Top: Gaudi. Cardigan: Forever 21. Jeans: Target.
Brogue: Zara. Bag: Kaynn. 

April 05, 2015

Road Trip To Loch Ness Scotland

Saya bukan tipe orang yang sering posting tentang #throwback, tetapi ketika saya melakukannya, itu pasti karena: 1. saya teramat sangat rindu dengan hal/kondisi tersebut, 2. saya teramat sangat ingin melakukan apa yang saya lakukan saat itu, 3. saya teramat sangat ingin kembali ke saat itu, 4. pada kenyataannya saya tidak bisa melakukan atau kembali ke waktu itu. Beberapa diantara banyak hal yang sangat saya kangenin saat ini adalah gunung, pedesaan di Inggris, dan road trip. Karena sangat enggak mungkin untuk mendapatkan ketiga hal tersebut di waktu dekat dan ditambah pula saya belum pernah menceritakan tentang road trip yang saya lakukan dengan keluarga saya ketika mereka berkunjung (padahal pengen banget waktu itu cerita, tapi karena udah "hutang" banyak postingan saat itu, jadinya malah ke-skip deh), maka ketika beberapa hari yang lalu saya iseng - iseng buka beberapa foto lama, tiba - tiba muncul lagi hasrat untuk membuat postingan ini *mudah terbawa perasaan anaknya* :p






Jadi saya, Ayah dan Bang Ardha memulai road trip dari London menuju Edinburgh selama hampir seminggu. Sebenarnya sangat disayangkan banget sih Bunda dan kedua adik saya enggak ikut selama road trip ini (sebelumnya hanya sempat ke Stonehenge dan Oxford) karena mereka hanya bisa mengambil waktu izin selama seminggu aja. Padahal pasti akan lebih seru lagi kalau ada mereka :( 

Anyway, rute perjalanan yang kami ambil adalah: London - Liverpool - Manchester - York - Edinburgh. Jadi karena udah tau bahwa perjalanan ini akan sangat melelahkan, terutama bagi kakak saya (secara hanya dia yang bisa menyetir diantara kami bertiga dengan fakta bahwa ayah saya udah enggak kuat untuk menyetir dan well, *uhuk* karena saya enggak bisa menyetir), maka rencana dari awalnya adalah kami menyewa mobil Avis dari London dan mengembalikannya di Edinburgh. Lalu dari Edinburgh kembali menuju London menggunakan Megabus. Walaupun capek banget, tetapi alhamdulillah semua berjalan sesuai rencana tanpa ada permasalahan yang berarti :)



Abaikan muka kedinginan + capek + tembem saya :(



Sebenarnya ketika kami udah sampai di Edinburgh, kami enggak langsung kembali ke London, tetapi sempat ikut one day tour ke Loch Ness yang berjarak sekitar 3.5 jam dari Edinburgh. Kalau bukan karena udah terlalu capek dengan perjalanan kami sebelumnya, mungkin kami akan lebih memilih kesana dengan mobil sendiri ketimbang dengan tur. Soalnya kalau dari pengalaman saya sebelumnya, tempat - tempat semacam taman nasional seperti ini akan jauh lebih puas untuk dieksplore kalau menggunakan kendaraan pribadi dan pastinya enggak perlu terburu - buru untuk menikmati keindahan alam disana.   

Walaupun bukan termasuk penggemarnya Nessie, tapi bagi saya Loch Ness tetap menjadi salah satu worth visiting attraction di Skotlandia karena tempatnya memang bagus bangeettt, apalagi kalau dikunjunginya pas musim gugur (walaupun saat pertengahan November udaranya udah membuat menggigil!). Meskipun saat itu kami udah enggak terlalu bersemangat karena capek, tetapi pas keluar menghirup udaranya yang sangat segar dan melihat pepohonan yang berwarna kuning keemasan itu bikin semua rasa capeknya langsung hilang dalam seketika. Semoga suatu hari bisa road trip ke Loch Ness lagi dengan mobil sendiri, jadi bisa lebih banyak foto - foto asik *aamiiiiin*!


Sunset at Loch Ness

The view of Urquhart Castle

Unfiltered beauty

Ayah ketika lagi di dalam kapal menyusuri Loch Ness