December 29, 2012

Sebuah Catatan Akhir Tahun

Ketika mulai memasuki beberapa hari terakhir sebelum penutupan tahun, pasti selalu terlintas di pikiran saya tentang apa aja yang terjadi di tahun itu. Biasanya saya cuma mengingat di pikiran saya tanpa menulis, atau bahkan mengumbar di blog. Tapi untuk tahun ini saya rasa saya butuh untuk menuliskannya. Banyak hal - hal luar biasa terjadi, yang masing - masing dari mereka memberi banyak pelajaran untuk saya dan akan sangat sulit untuk dilupakan.

Sebelum saya lanjut, cuma mau ingetin aja, ini akan menjadi postingan yang membosankan dan sedikit panjang dari biasanya.


Kadang saya suka berpikir, Tuhan lagi senang mengajak saya bermain di tahun ini. Di awal tahun secara tiba - tiba Ia berikan sebuah pelajaran yang sangat berat. Sempat terlintas di pikiran saya tentang apa yang coba Ia katakan. Karena di liat dari sisi manapun juga, saya hampir engga menemukan sebuah pelajaran yang bisa diambil. Tapi akhirnya saya menemukan pentingnya sebuah pengorbanan. Kadang ada saatnya dalam hidup, kita harus mengorbankan ego dan kebahagiaan kita sendiri untuk orang lain, terutama untuk orang-orang terdekat kita, orang-orang yang kita sayangi. Bahkan ketika berada di posisi yang "bukan seharusnya yang mengalah" sekalipun. Saya juga belajar tentang pentingnya untuk memaafkan, sebesar apapun kesalahannya. Oh ya. Saya juga semakin mempertanyakan, kenapa kebanyakan orang melihat bahwa laki - laki itu lebih kuat daripada perempuan sih?


Orang tua saya selalu mengingatkan saya untuk selalu bersabar dalam konteks apapun itu. Sabar menghadapi orang lain, sabar menghadapi kesulitan dan sabar untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Untuk kedua hal pertama, saya rasa saya cukup handal, tapi yang susah itu yang terakhir. Sabar untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.

Dari awal saya memutuskan untuk lanjut kuliah lagi itu agak berat. Lebih ke tekanan batin sih sebenarnya haha. Mulai dari meyakinkan diri saya apa benar ini yang terbaik, belum lagi mendengar perkataan orang - orang tentang ini itu yang seringkali berhasil membuat keyakinan saya goyah. Engga cuma itu, bahkan saat saya udah yakin dan mulai menjalani untuk mencapainya, saya semakin takut karena sudah mengorbankan beberapa hal dan pada akhirnya malah sia - sia karena saya engga bisa mendapatkan apa yang saya inginkan. Saat itu saya belajar untuk tetap optimis tanpa berekspektasi terlalu tinggi. Salah satunya dengan meyakinkan diri saya dengan satu hal, Tuhan pasti memberikan yang terbaik. Saya udah berusaha semaksimal saya dan selanjutnya tinggal menunggu jawaban-Nya. Kalau ternyata saya gagal, berarti ada rencana yang lebih baik buat saya selain ini.

Akhirnya ucapan itu terbukti. Setiap kesabaran pasti Ia berikan kebahagiaan yang lebih besar. Salah satu mimpi besar itu akhirnya saya dapatkan di tahun ini. Mimpi yang tidak pernah saya kira akan bisa tercapai secepat ini. Kalau di film - film nih,  harus ada yang mencubit atau menampar saya berkali - kali supaya bisa meyakinkan saya bahwa semua itu nyata, bukan mimpi lagi.

Saya banyak belajar dari sini. Belajar untuk fokus dengan apa yang saya inginkan. Belajar untuk bermimpi besar tapi tetap realistis. Belajar untuk menerima bahwa engga bisa semua yang kita mau bisa didapatkan dalam satu waktu, jadi harus ada yang diprioritaskan. Belajar untuk sabar, karena setiap hal punya waktunya masing-masing.  Belajar bahwa semakin besar sebuah mimpi yang ingin dicapai, semakin besar usaha yang dibutuhkan, resiko yang mesti dihadapi dan keyakinan yang kuat. Belajar untuk memasrahkan semuanya ke Tuhan, karena engga ada yang tau rencana-Nya.


Dari kecil saya selalu diajarkan untuk bermimpi tanpa batas. Mimpi saya selalu berbeda - beda dari tahun ke tahun. Tapi ada satu mimpi yang tidak pernah berubah dari saya kecil. Mimpi untuk tinggal di tempat yang sangat jauh dari tempat tinggal saya, yang benar - benar berbeda dari apa yang biasa saya lihat. Awalnya sih mimpi ini muncul hanya karena rasa penasaran ketika melihat berbagai film yang menunjukkan betapa menyenangkannya kehidupan di luar sana dan ketika mendengar berbagai cerita dari orang - orang yang pernah menetap disana. Mereka bilang bahwa banyak pelajaran - pelajaran tentang hidup yang bisa dialami ketika seseorang menetap di luar negeri, salah satunya adalah tentang pencarian jati diri dan pemikiran yang lebih terbuka. Jadilah, rasa penasaran saya semakin menjadi - jadi bukan lagi hanya karena penasaran bagaimana menyenangkannya tinggal di tempat yang sangat berbeda dari tempat tinggal saya, tetapi juga penasaran dengan bagaimana rasanya mengalami masa - masa sulit seorang diri. Terdengar aneh memang, ketika kebanyakan orang justru mencari kesenangan dan kenyamanan, saya justru termasuk yang merasa tertantang untuk merasakan kesulitan.

Ada yang bilang, hati-hati dengan setiap apa yang kamu inginkan, karena bisa aja terjadi. Daan itulah yang saya alami. Kalimat saya yang terakhir, akhirnya beneran kejadian. Memang, sebelumnya udah saya pikirkan..tapi, tetap aja yang namanya cobaan, apalagi kalau udah menyangkut masalah *uhuk* hati, itu agak susah ya dengan posisi saya sekarang. Tapi setelah saya pikir lagi, justru disitu engga sih tantangannya? gimana caranya supaya bisa tetap berpikir positif dan kreatif, gimana caranya supaya bisa menyenangkan diri sendiri dan pastinya engga menyia-nyiakan waktu. Entah kenapa, saya yakin justru saat - saat seperti ini yang akan diingat dan dijadikan pelajaran nantinya. Justru disaat seperti ini mungkin saya bisa mendapatkan apa yang saya cari. Dan mungkin dengan kaya gini, suatu saat nanti saya bisa bilang ke anak saya, seperti yang Bunda saya sering ingatkan ke saya, "Jadi perempuan itu harus kuat, engga boleh lemah".

Sebenarnya masih ada banyak pelajaran lainnya, terutama semenjak saya menetap disini. Tapi mungkin nanti ada saatnya saya bercerita lebih tentang itu. Yang pasti, saat ini saya sangat bersyukur dengan semua yang terjadi tahun ini. Walaupun lebih berat, tapi banyak pelajaran yang saya dapatkan. Semoga tahun depan bisa lebih menyenangkan dan tentu saja, lebih banyak mengajarkan tentang hidup.

December 27, 2012

How To Cope With Holidays

Holidays can be really exciting yet relaxing especially after you pass some weeks of madness. I was so excited at first, but my excitement fades as there's still work to be done. Thus, I need to strive to  divide my time for doing the works and traveling in proper balance. During this holiday I manage to spend only nine days for traveling and the other nineteen days will be spent to do the works. Ha!

Oh well, I have to admit that staying here for a week can be frustrating sometimes, while most of the students go back to their home countries and some of them travel to other places. It became worse on Christmas day when there seemed to be no life outside my flat. It's a lie if I say I don't feel lonely at all, but why on earth should I be drowned in it while in fact holiday is an excellent time to do some things that I can hardly do in 'normal' days. So, I decide to pamper myself during these days. Starting from decorate my bathroom, try to cook foods that I'd never tried before, watch movies dvd marathon, cook with my flatmates, do more exercise and the last yet most important one is always try to enjoy the work whatever hard it is :)

A simple decoration in my bathroom

Made my own homemade cinnamon rolls

Chicken curry that didn't look like a curry *failed*

I guess during this whole week I mostly laugh because of this film series

Made some pizzas with the other international students

Exercise with high beat songs are always the best way for me to get into a positive mind

"Good companion" is a must while doing my assignments

December 22, 2012


And I can finally breathe
Don't be mad, it's just the brand new kind of free
That ain't bad, I found a brand new kind of me
Don't be mad, it's a brand new time for me

Alicia Keys - Brand New Me

December 21, 2012

The Catcher in The Rye

I guess you are familiar with the title that I take from one of the best selling novel by J. D Salinger but I bet you don't know if there is a place called Rye in England, eh? It's not my intention to underestimate you. I just found that only one in ten people know about Rye while the rest of them replied me with, "Where is it? I don't know". Well, if you one of those people and start becoming curious with the exact location of it, please ask Mr. Google :)

You may call me old-fashioned now as I prefer to go to English small town instead of large modern cities which are usually chosen by the most people my age. Just because now I picked small town it doesn't mean that I'm not interested with big city anymore. I've just become so obsessed with English and European villages since I was a child. I don't know if it's only me who develop a fascination with them and imagine the sight of cute little villages when I read Oliver Twist or watch classic fairy tales movies.

It's not so surprising that Rye has been known as one of the most beautiful town in England 


The most famous street in Rye, Mermaid Street

Rye still got the cuteness even for the house number plaque

The house with two front doors

Needless to say, there are plenty of lovely cottages!

The menu list at Cobbles Tea Room restaurant


If you search for English best villages or small towns on Google, you will probably find many of them. So why did I choose Rye? It began years ago when I've started to play Tumblr and follow one of the accounts about traveling. I saw two images of Rye which were the images of Mermaid Street and Cobbles Tea Room. At that time I only adore their beauties and never thinking that I could visit them someday. After I moved to England and determine which places I want to visit, suddenly the image of Rye popped into my mind. I was in doubt at the first time whether I visit it or other towns, but finally I chose it as I gained information that there are lots of adorable part in this town, numerous antique and collectables stores and the fact that Paul McCartney had used to live there.

This Landgate is the only remaining gate of four gates that was built in 1066 







Cafe de Fleurs. A lovely flower and cake shop in town


Another fantastic view of Rye from the rooftop of St. Mary's Church 

The wind direction

Can you feel the splash of fairy tale?

A funny thing happened when I visited this town with my friend. For her, two hours was enough to visit this town as she thought that there aren't much places and attractions to visit. While for me, five hours was still not enough to see around the town as there are 42 places including streets, shops, museums and other kind of attractions in my itinerary. Then it was obvious that after one hour we visited the main places like St. Mary's Church and Mermaid Street, we decided to separate. Well, I don't recommend you to visit Rye unless you are a die hard fan of old English style houses, vintage and antique things, calm and peaceful places, cute streets and a fairytale lover.

One of the antique shops along the Strand Quay


Rye has also got sweet street names

If you are kitchenholics, you can get crazy once you enter the store

More and more antique stores!





Here are the places that you should visit in Rye; the rooftop of St. Mary's Church, Mermaid Street, antique shops in Strand Quay, Cobbles Tea Room, The Ship Inn, Lamb House (Henry's James House which unfortunately closed during winter), Cafe des Fleurs, Hayden's, Grammar School Records, Rye Art Gallery, Ypres Tower Museum, McCully & Crane,  Laura Oakes, Windmill Guest House, Trader's Passage Street, Wish Street. If you want to get more recommended places, you can ask me so that I can give you my itinerary :)




Ypres Tower was used as a fort but now it is a part of Rye Castle Museum

One of the art creations in Rye Art Gallery

The Old Grammar School Records is a place for those seeking for old songs treasure 

The cutest tourist map I've ever seen