March 29, 2014

Sunday (s)

Salah satu hal yang saya kangenin ketika dulu saya di Inggris adalah melakukan foto sesi bersama teman - teman saya. Dulu waktu masih kuliah, saya dan Dhea, sahabat saya yang lebih ahli soal fotografi, pernah beberapa kali mengadakan foto sesi untuk memenuhi hasrat dan rasa penasaran saya tentang fotografi, terutama bagaimana memfoto model. Secara gitu ya pertama kali saya tertarik dengan fotografi, objek favorit saya bukanlah nature atau street photography tetapi fashion photography. Di saat foto sesi itulah Dhea mengajarkan beberapa teknik dasar dalam memfoto hingga meminjamkan saya dan mengajarkan bagaimana menggunakan kamera DSLR (makasiii banyak ya kocc! heuheu). Namun, kegiatan memfoto itu berhenti sejak tiga tahun yang lalu ketika kami sudah lulus dan tidak tinggal satu kota lagi. Dan akhirnya baru - baru ini saya kembali memfoto teman - teman saya yang cantik dan baik hati ini yang diadakan hampir setiap hari minggu untuk menjadi model Tweedehands *walaupun kali ini saya harus menjadi single fighter untuk memfoto mereka fufufu*. 







Well, pada dasarnya dari dulu saya bukanlah tipe orang yang memegang kamera untuk "mengadu skill", dan itu bisa terlihat jelas dari kebanyakan foto - foto saya bukanlah foto yang dapat membuat orang berpikir "wah hebat banget! gimana sih cara fotonya?". Karena memang tujuan saya, terutama ketika traveling, adalah menangkap momen dan hal - hal yang mungkin seringkali tidak disadari oleh banyak orang, sehingga saya dapat memperlihatkannya kepada orang lain dan dapat membuat mereka merasakan kebahagiaan yang saya rasakan ketika sedang melihat hal tersebut secara langsung. Oleh karena itulah, saya memutuskan untuk meninggalkan kamera DSLR saya dan hanya membawa kamera poket ketika saya pergi ke Inggris dua tahun yang lalu dan juga saat saya melakukan perjalanan sendirian. 

Saya juga pernah mengutarakan pendapat saya bahwa foto yang bagus itu enggak selalu berasal dari skill yang tinggi dan kamera yang mahal, tetapi dari bagaimana si fotografer dapat membuat sebuah foto menjadi lebih bercerita dan menuangkan apa yang ingin ia ceritakan melalui kameranya. Karena kalau saya perhatikan, banyak fotografer yang bagus skill nya tetapi fotonya terlihat biasa karena dia tidak mampu menuangkan apa yang dilihatnya ke dalam foto tersebut *sok iyeh banget enggak sih bahasanya heuheu*. Namun akhirnya sekarang saya sedikit mengubah pemikiran saya bahwa sebuah foto yang bercerita tentu akan lebih bagus lagi jika memang didukung dengan skill dan kamera yang berkualitas. Karena itulah akhirnya semenjak saya kembali ke tanah air, saya mulai kembali mengutak-atik kamera DSLR saya dan kembali mempelajari dan memperdalam fotografi terutama skill dan hal - hal lain yang bersifat teknis. Doakan supaya saya bisa menghasilkan foto - foto yang lebih baik lagi yaa :)








Special thanks to Tiurma Juniar, Rafinska Giandita, Sari Saraswati & Mbak Mia yang sudah bersedia menjadi model :)

4 comments:

  1. foto-fotomu bagus banget! :D
    Aku malah belum ada kesempatan mempelajari DSLR nih...mungkin kalau sudah beneran punya baru bisa mendalami.
    Selalu suka mampir di blog-mu, Ozu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayoo mba nike, seru lohh belajar DSLR. tapi sebenernya sih bermain dengan kamera poket juga oke buat starter :D
      aaa aku pun selalu suka mampir di livingloving. such a very lovely blog :)

      Delete
  2. halooo mbaak,, salam kenal,, seneng deh sama foto2nya,, kalo membandung mampir yaa =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. halloo dan salam kenal juga yaa! terima kasihh udah baca blog sayaa :D

      Delete