November 28, 2016

#ROH 50: Bandung

Rasanya udah berkali - kali saya menceritakan tentang betapa spesialnya kota ini bagi saya. Tapi kedatangan saya kali ini sebenarnya diawali hanya dari sebuah rencana untuk bertemu dengan salah seorang dosen di universitas tempat saya kuliah sarjana dulu. Yaa walaupun dalam hati memang sudah ada rencana juga untuk sekalian melepas rindu dengan kota yang udah saya anggap sebagai rumah dibandingkan kota kelahiran saya sendiri. Memang pada dasarnya kami sering satu pikiran, tiba - tiba Fia juga mengajak untuk menghabiskan akhir pekan di Bandung. Tanpa berpikir panjang, saya dan Anna pun langsung menyetujui ide tersebut. Padahal seminggu sebelumnya kami sudah menghabiskan akhir pekan bersama dengan menginap di rumah Anna, kuliner di sekitar Bintaro, nonton film horor, dan karaoke. Namun semua hal tersebut enggak sedikit pun mengurangi excitement kami untuk kembali melalui akhir pekan selanjutnya bersama lagi. Malahan saya semakin bersemangat karena bisa membawa kedua sahabat saya ini untuk menjelajah bagian kota Bandung yang belum pernah mereka kunjungi. Bagi saya pribadi, yang menjadi incaran setiap kali datang ke kota ini memang bukan atraksi wisata atau restoran baru, tapi justru tempat - tempat yang menjadi favorit dan sering saya kunjungi saat kuliah dulu.






Walaupun pada akhirnya memang enggak semua rencana kami dapat terealisasi, tapi saya tetap menikmati Bandung seperti biasanya. Bahkan kali ini cukup banyak perbedaan dari kunjungan saya sebelum - sebelumnya yang membuat segalanya terasa lebih refreshing bagi saya. Mungkin karena kali ini dilakukan dengan para sahabat saya. Atau mungkin karena memang sudah lama aja saya enggak berkunjung kesana. Mulai dari menunggu hujan reda di salah satu bangku di Braga sambil berdiri, foto - foto, ngobrol, main hp, sampai selfie (yang tetap tak kunjung reda sampai akhirnya kami menyerah dan menunggu di salah satu restoran yang ada disana). Belum lagi kondisi tempat penginapan kami yang cukup jauh berbeda dari yang kami harapkan, namun seenggaknya memiliki sebuah kedai makan yang dihiasi dengan dekorasi lucu dan dinding penuh dengan tanaman rambat. Dan yang paling saya nikmati justru ada di hari terakhir kami. Naik angkot dari Cipaheut menuju Simpang Dago, lalu menyantap sarapan di Bubur Zaenal, kemudian dilanjutkan dengan Pasar Gasibu yang hanya diadakan di hari Minggu pagi. Lagi - lagi, meskipun hari kami ditutup dengan perjalanan Bandung - Jakarta hingga 7 jam dikarenakan genangan air di tol Cikampek, tapi entah kenapa, saat itu saya sangat menikmati obrolan kami bertiga di bangku tengah mobil travel yang kami tumpangi dan juga ketika akhirnya kami bisa menyantap tahu Sumedang di salah satu pemberhentian setelah lima jam terjebak di jalan. 






7 comments:

  1. Replies
    1. Miraaaa, aku malah kangen London setiap liat foto - foto kamu disana :(

      Delete
  2. Bandung emang selalu ngangenin ya Zu :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa enggak pernah bosen ngunjungin Bandung yaa Dix :D

      Delete
  3. BTW aku belum pernah ke Bandung haha. Sayang ya, pas di Jogja nggak ketemu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haaa seriusan? kota favoritku di Indonesia! Iyaa aku jg menyayangkan kenapa cm sebentar banget disana huhuu. Semoga kita bisa ketemu yaa :D

      Delete
  4. Cipaheut bangeut?

    ReplyDelete