April 24, 2017

Prague : The (Not So) Fairytale City

Bagi kebanyakan orang, Praha termasuk salah satu kota favorit mereka di Eropa. Kecantikan dan suasana romantis yang dimiliki kota ini bahkan sering disamakan dan dianggap mampu menyaingi Paris. Beberapa menyebutnya sebagai 'The Fairytale City' karena suasananya yang juga magical, membuat siapapun yang mengunjungi Praha seperti sedang berada di sebuah negeri dongeng. Saya enggak menyangkal. Beberapa sudut kota ini memang terasa seperti dipenuhi fairy magic dust. Namun dari pengalaman yang saya lalui selama di kota ini, rasanya julukan negeri dongeng terlalu berlebihan. Bahkan awalnya impresi yang saya dapatkan cukup buruk hingga membuat saya bertanya - tanya mengapa banyak orang terkesan dengan kota ini. Ya, saya mempertanyakannya saat hari pertama tiba di kota ini dari Berlin. Saat itu saya dan Gladyz baru aja tiba di terminal bus. Sekitar kurang dari sepuluh menit kami turun dari bus, mengambil barang - barang kami dari bagas bus, lalu berjalan keluar terminal; tiba - tiba Gladyz panik karena dompetnya hilang. Duh! Baru kali ini saya mengalami langsung kecopetan saat melakukan perjalanan di Eropa. Kami pun sempat panik. Tapi akhirnya setelah menenangkan diri dan mencoba melihat dari sisi positif-nya. Misalnya dengan berpikir bahwa "untung sebelumnya saya enggak jadi ngasih yang tambahan ke Gladyz jadi sisa cash yang ada di dompetnya pun enggak terlalu banyak". Atau dengan berpikir "alhamdulillah, masih bersyukur bahwa bukan dompet saya yang diambil". Ini bukan karena ego saya, tapi memang saat itu perjalanan kami masih panjang dan secara finansial perjalanan ini bergantung pada saya. Yang lebih bersyukurnya lagi, seenggaknya bukan hp adik saya yang diambil... kalo enggak dia pasti udah manyun aja sepanjang perjalanan :))








Hal lainnya yang sempat membuat saya dan Gladyz merasa agak ilfil dengan Praha (pada awalnya) adalah cuaca yang sangat panas dan terik di hari kedatangan kami. Belum lagi kami sempat salah mengambil tram dan baru sadar setelah melewati beberapa stop. Dengan bahasa yang sangat asing bagi kami dan tanpa adanya petunjuk dalam bahasa Inggris, kami pun mencoba bertanya dengan salah satu warga disana. Yang lebih apesnya lagi, orang yang kami tanyakan bukan hanya enggak membantu, tetapi juga berbicara dalam Hungarian dengan nada yang ketus seolah sedang marah. Bzzz. Lalu dengan letak apartemen Airbnb kami yang bukan berada di tengah kota (yang merupakan bagian tercantik kota ini), daerah di sekitar kami cenderung dipenuhi oleh bangunan - bangunan yang modern tapi enggak menarik sama sekali dari penampakan luarnya. Baru deh saat kami mengunjungi bagian Old Town baru menyadari kecantikan Praha, lalu bisa bergumam "Oh, jadi ini yang membuat banyak orang jatuh cinta sama kota ini" :))

Tapi pengalaman yang enggak enak di hari pertama kami datang, masih aja terus berlanjut. Saat kami sedang terpana oleh bangunan - bangunan cantik berwarna pastel dan terus berjalan memasuki gerbang Charles Bridge, tiba - tiba ada aroma kue yang sangaaaaat menggugah selera. Ternyata di dekat kami ada sebuah toko kecil dimana salah satu pegawainya sedang memanggang Trdelnik, atau dikenal sebagai Chimney Cake. Karena saat itu kami juga lagi lapar dan itu adalah pertama kalinya kami melihat kue tersebut (jadi agak norak gitu), akhirnya kami membelinya. Meski saat itu saya curiga kok harganya mahal banget. Tapi ya gapapalah sekali - kali nyoba kue ini kan jarang ditemuin. Eh terus enggak lama kami berjalan memasuki bagian pusat kota, ternyata banyak banget toko yang menjual kue ini... Dan udah bisa ketebaklah yaa, harganya pun setengah harga di toko yang kami temukan sebelumnya! 

Terlepas dari pengalaman enggak enak kami di hari pertama, sebenarnya ada beberapa hal yang menyenangkan dan berkesan bagi saya selama di Praha. Nanti akan saya ceritakan di postingan berikutnya ya! ;)






5 comments:

  1. Halo Kak Nazura! I once noticed you on ig hehe.
    Aku setuju banget sama tulisan kakak di atas. Awalnya aku udah berekspektasi tinggi sama Praha karena banyak banget orang bilang itu kota yang sangat cantik, tapi pas ke sana ternyata nggak sesuai harapan dan aku juga dapet pengalaman yang kurang enak waktu di sana :( mungkin karena ekspektasi yang terlalu tinggi juga sih ya.
    Secara keseluruhan kotanya gak secantik dan seklasik yang aku harapkan tapi emang daerah Old Town itu so magical sih ya Kak :D
    Anyway, always love your photographs Kak! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Ellis, salam kenal yaa!

      Iyaa aku pun paling banyak berekspektasi sama Praha, tapi justru ternyata paling mengecewakan... karena memang terkadang imajinasi kita lebih tinggi sih yaa begitu ngeliat foto - foto yang lbh bagus dari aslinya. Meski enggak nyesel juga akhirnya bs berkunjung ke Praha :))

      Thank you, Ellis. I'm glad you like my photographs ;)

      Delete
  2. Airbnb nya dibahas donk kak di blog hehe penasaran

    ReplyDelete
  3. Experience pas lagi traveling emang ngaruh banget ya Zu, biarpun kotanya menarik kayak apa tapi kalo ada kejadian ga enak pasti jadi ilfeel, and vice versa. Aku juga ga terlalu sreg sama Berlin krn pas nyampe di sana udah malem, nyasar, diteriakin orang mabok pula. Sebaliknya, di Praha aku malah enjoy banget krn pas dapet host yang baik bgt di Airbnb, ditemenin ke mana2 dan dibawa ke tempat2 yang jadi favoritnya orang lokal. Tapi emang bener sih buat turis agak susah krn sign-nya jarang yang pake bahasa Inggris, so I can imagine how it wasn't very pleasant for you and your sister.

    ReplyDelete