August 31, 2017

#ROH 72 : Planologi ITB 2007

Dari dulu udah sering banget dengar kalau masa - masa terindah itu ada di saat memakai seragam putih abu - abu, alias saat SMA. Ada masanya memang ketika saya merasa sangat menikmati masa itu... tapi jika dibilang masa terindah dalam hidup, rasanya tetap enggak ada yang menandingi keindahan empat tahun kuliah sarjana di ITB. Terlalu banyak pengalaman dan pembelajaran, serta kenangan manis maupun pahit, suka maupun duka, tawa maupun tangis yang saya lalui selama empat tahun di kampus ini. Sampai saat ini, setiap kali saya lewat di depan ITB, perasaan saya selalu campur aduk. Antara bahagia, sedih, dan bangga. Bahagia, karena rasa syukur akan takdir yang membawa saya hingga bisa melewati salah satu masa muda saya di tempat ini. Sedih, karena mengingatkan dengan segala kenangan yang enggak akan pernah saya dapatkan kembali untuk ke depannya. Bangga, karena memang banyak hal - hal yang diberikan oleh kampus ini, yang enggak saya lihat di kampus lain. Dan salah satu hal yang paling banyak memberikan kehangatan adalah angkatan saya sendiri, yaitu Planologi ITB 2007.


Dari pertama kali ada wacana tentang reuni satu dekade Maro07n atau Ujen, panggilan akrab untuk Planologi 2007, saya termasuk salah satu yang excited. Abisnya semenjak lulus tahun 2011 silam, enggak sampai setengah dari angkatan yang bisa saya temui. Itu pun semakin tahun semakin berkurang intensitas bertemu dan begitu juga jumlah orang yang saya temui. Makanya senang banget ketika beberapa teman saya mengumumkan bahwa reuni ini akan diadakan, dan ternyata bertepatan dengan jadwal saya saat masih di Indonesia! Nyatanya, memang bikin sempat susha move on setelah reuni, karena ternyata yang hadir lebih banyak dari ekspektasi saya dan ya itu sih, rasa kebersamaan antar ujen masih enggak berubah dari dulu. Yaa masih aja suka ngecengin orang, yaa masih aja otaknya suka kecil dengan kelakuan minus (kami suka menyebut ujen itu ocil, alias otak kecil). Intinya sih, saya pribadi merasa enggak ada yang berubah dari Ujen, selain beberapa status mereka yang berubah menjadi Ibu, Bapak, calon Ibu/Bapak, dan pasangan yang baru menikah. Kalo kata Bu Dewi, salah satu dosen kami dulu, yang berubah hanyalah penampilan fisik. Kalo sekarang para mantan mahasiswanya beliau ini kelihatan lebih cantik dan ganteng. Apalagi para laki - laki yang sekarang udah jauh terlihat ganteng karena sudah mapan, berbeda dari dulu yang kelihatan jelek karena masih jadi mahasiswa kere :))






Bercerita sedikit tentang Ujen, saya ingin mengutip tulisan yang dibuat Elmo, salah satu teman saya di angkatan ini, yang tulisannya mewakili sepenuhnya perasaan dan pemikiran saya :

Maro07n merupakan kumpulan 109 individu dari berbagai macam karakter dan background, yang uniknya 109 karakter berbeda ini saling melengkapi satu sm lain. Saya ga bs bilang ga ada 'kubu-kubu' an di Maro07n, hal lumrah ketika ada kelompok kecil dimana zona nyaman terbentuk. Namun, proses 4 tahun menjadikan tiap2 Maro07n mau membuka diri utk saling menghargai satu sm lain, sehingga kita respect dan supportive satu sm lain layaknya keluarga. Ada satu tagline khas kita: 'Woles Ulales' a.k.a 'woless'... yang makin kesini saya merasa woles merupakan konotasi dari Be Humble. Kenapa saya mengartikan Be Humble karena banyak individu - individu hebat di path yg berbeda tapi tetap humble tanpa harus berkoar - koar. Sepuluh tahun berjalan, masing - masing dari kita memiliki path dan pattern yang berbeda. Tidak ada siapa yg lebih hebat dr siapa. Setiap dr kita unik dan hebat di setiap jalannya. Saya banyak belajar dari masing-masing Maro07n di setiap jalurnya: pengusaha, PNS, banker, ibu rumah tangga, dosen, konsultan, dll. You are awesome guys! Saya yakin Maro07n akan terus menjadi keluarga dan bagian hidup saya selamanya dan I'm very proud of it. Doa tulus saya untuk keluarga Maro07n yang lain untuk terus bahagia dan sukses. You are my family and family always support each other. 

Sekali lagi makasih banyak untuk para panitia acara yang udah meluangkan waktunya untuk mengurus reuni ini. Meskipun setengah hari berasa cepat banget berlalu dan enggak cukup untuk bisa ngobrol banyak, meskipun enggak semuanya datang, tetep aja rasanya udah seneeeeng banget bisa ketemu dan kembali merasakan kenangan - kenangan indah yang saat ini hanya bisa tersimpan rapat di kepala ini. Sampai bertemu kembali di reuni dua dekade, Maro07n tersayang! 






No comments:

Post a Comment