October 08, 2017

My Favourite Places in Berlin


Ada satu hal yang saya sadari setelah berkunjung ke Berlin: never listen to what other people say about one place; just go, see, and experience it by yourself. Setiap orang punya persepsi dan pengalaman akan suatu tempat yang hampir dipastikan akan selalu berbeda. Ini kedua kalinya saya cukup termakan oleh omongan orang lain yang membuat saya udah judging kota tersebut sebelum mengunjunginya. Jadi setelah mendengar dari teman saya yang juga berkecimplung di Planologi dan berkata bahwa Berlin enggak begitu rapih dan bersih dibandingkan Rotterdam, bagi saya julukan Berlin sebagai "kiblat para hipster dan komunitas kreatif di dunia" tidak lagi begitu menarik. Tapi nasib berkata lain. Suatu hari adik saya memasukkan Berlin ke dalam itinerary Eurotrip kami. Katanya dia sudah lama penasaran ingin melihat kota tersebut. Akhirnya saat itu saya menyetujuinya karena rute perjalanan kami saat itu memang melewati Berlin. Siapa sangka, setelah saya lihat kembali foto - foto saya setahun yang lulu saat pergi kesana, ada beberapa hal yang membuat kota ini lebih menarik dibanding kota yang saya tinggali. 


•  Hackescher Markt 

Salah sudut kota yang menjadi favorit saya adalah daerah Hackescher Markt yang berada di Mitte District. Begitu banyak tempat menarik, dan yang paling saya suka dari area ini adalah karena tidak terlalu banyak turis disini dibandingkan daerah Mitte lainnya seperti Alexanderplatz, Museum Island, dan Bradenburg Gate. Perjalanan ke Hackescher Markt bisa dimulai dari naik kereta dan turun di S-Bahn Hackescher Markt yang merupakan stasiun favorit saya dengan arsitekturnya yang begitu cantik dan bagi saya pribadi ini menjadi salah satu ciri khas Berlin yang paling membekas di ingatan saya, beserta dengan keretanya yang tua namun justru membuat saya merasa seperti berada di masa tahun 80-an! Lalu begitu keluar stasiun langsung disambut dengan hustle bustle Hackescher Markt yang ramai oleh restauran dan coffee shop. Dilanjutkan dengan mengunjungi ruang kreatif publik di Hackescher Höfe (yang entah mengapa mengingatkan saya dengan Little London di Perth), membuat saya terpesona oleh arsitektur dan taman kecil yang sangat asri dipenuhi begitu banyak tanaman rambat dan pepohonan di dalamnya. Dan untungnya saya sempat dua kali bolak - balik di depan tempat ini, karens hampir saja saya melewati ruang kreatif lainnya yang tepat berada di sebelahnya, namun dari luar terlihat seperti 'gang' biasa, yang ternyata Haus Schwarzenberg, begitu tempat ini disebut, dipenuhi oleh anak muda yang tertarik untuk mengunjungi bioskop indie, mengunjungi toko yang isinya local brands, atau sekedar mengobrol di outdoor café serta bar.









• Monbijou 

Area lainnya yang juga saya rekomendasikan adalah Monbijou Park, yang saat musim panas diisi dengan banyak kursi menghadap River Spree dan Bode Museum. Di saat cuaca sedang baik (re: enggak hujan), begitu banyak orang yang duduk di sepanjang River Spree. Baca buku, minum bir, melukis, berkumpul bersama orang - orang tersayang, hingga berdansa. Di belakangnya juga terdapat Monbijou Theater yang menyediakan sensasi menonton teater di ruang terbuka, mulai dari Shakespeare hingga Goethe; atau bisa ikut program Tango yang biasa diadakan sore hari. Nah, setiap hari Sabtu dan Minggu, di sekitar Bode Museum juga biasa diadakan flea market yang menjual berbagai macam barang bekas dan vintage, mulai dari buku, pakaian, vinyl records, hingga pernak pernik antik lainnya. Sebenarnya yang iconic itu adalah flea market yang di Mauerpark. Tapi sayangnya waktu itu enggak sempat kesana karena hanya diadakan Minggu, sedangkan Minggu pagi udah pergi ke Praha. Meskipun enggak sepopuler dan sebesar yang ada di Mauerpark, tapi datang ke flea market yang ada di Bode Museum ini sangat terobati kok :')








• Historical Sites 

Selain berbagai sisi kota yang kreatif dan berwarna, masih banyak sisi kota Berlin yang terasa kelabu dibandingkan Rotterdam. Mungkin karena kebanyakan bangunan disini yang sudah tua, yang tentunya berbeda dari Rotterdam yang dibangun kembali sebagai kota modern sejak pengeboman Perang Dunia Kedua. Namun harus saya akui, yang juga membuat kesan paling mendalam dari Berlin adalah berbagai sisi kota yang menyimpan berbagai sejarah yang dimilikinya. Belum pernah saya merasa begitu tertarik dengan sejarah sebuah kota seperti yang saya rasakan terhadap Berlin. Sekalipun sebagian besarnya adalah kenangan yang beget memilukan seperti Topography of Terror yang dulunya menjadi pusat penganiayaan dan penjara Nazi terhadap kelompok – kelompok masyarakat yang dianggap bertentangan dengan paham Nazisme. Tempat lainnya yang juga menjadi bukti kekejaman Nazi dibawah kepemimpinan Adolf Hitler adalah Holocaust Memorial, tempat yang mengingatkan akan peristiwa Holocaust, pembunuhan massal terhadap sekitar enam juta kaum Jewish. Dan tentunya, East Side Gallery, Berlin Wall dan Checkpoint Charlie sebagai pembatas yang memisahkan antara Berlin Timur dan Barat selama 28 tahun, menjadi saksi paling nyata akan adanya Perang Dingin. Sebenarnya masih banyak tempat yang ingin saya kunjungi di Berlin, tapi apa daya, waktu yang kami miliki hanya tiga hari dua malam. Semoga masih ada kesempatan lagi datang ke kota ini dan bisa masuk ke beberapa museum, termasuk diantaranya Reichstag, Bode Museum, Charlottenburg Palace, dan Alte Nationalgalerie.  







4 comments:

  1. Bener Zu, pengalaman di suatu tempat emang ngaruh banget ke persepsi ya. Aku ga begitu suka Berlin krn auranya negatif buat aku, plus ada pengalaman diteriakin orang mabok pas baru nyampe sana. Monumen2 WW II juga bikin kotanya suram buat aku, mungkin krn kebayang sejarahnya kali ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Dixxx! Kayanya kalo enggak ada creative spaces yg dibuat anak2 muda disana, Berlin batallan bener2 jadi kota paling suram yang pernah aku visit :))

      Delete
  2. Baca postingan ini seperti dipanggil-panggil buat nerusin draft tentang berlin, jadi pengen kesana lagi.. mau nyoba waktu summer. Waktu winter agak ganggu dinginnya bzz!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah diposting dong atuhh neng... sekalian jadi motivasi kali tahun depan bisa kesana lagi, sekalian ke Rotterdam kaan :))

      Delete