December 03, 2015

#ROH 11 : Video Editing

don't know why, but there's always this oddly satisfying feeling when I can gather some scattered pieces into something meaningful. Perasaan saya ketika mengedit video ini sama halnya dengan ketika saya menuangkan pikiran saya ke dalam tulisan atau ketika saya membuat literature review dari beberapa jurnal yang telah saya baca. Selalu bikin gregetan karena saking penasarannya bagaimana harus mulai menggabungkan kepingan - kepingan yang terpisah untuk menjadi sebuah rangkaian yang utuh, menarik, bermakna, dan meninggalkan kesan yang baik. Sayangnya, mengedit video ini enggak semudah seperti menuangkan pikiran saya ke dalam tulisan. Harus ada urgensi, semangat, waktu, dan tenaga yang lebih untuk melakukannya. Makanya, saya biasanya membuat dan mengedit video kalau ada momen tertentu aja. Bahkan bisa dibilang video editing ini satu - satunya hobi yang 95% selalu saya lakukan untuk orang lain, membuat saya kurang tidur beberapa malam karena waktu pengerjaannya yang selalu mepet dengan deadline pengumpulannya, tetapi juga selalu membuat saya merasa senang dan bersemangat ketika mengerjakannya. Bahkan melebihi rasa semangat ketika saya mengedit foto. Mungkin selain karena video itu lebih "real" dibandingkan foto, serta karena saya selalu mendapatkan pengalaman dan ilmu baru setiap kali membuat sebuah video. Misalnya waktu kuliah dulu karena kebiasaan saya jadi editor tunggal dan angkatan saya cenderung memasrahkan semua proses editing ke saya, jadi saya lebih leluasa untuk mengatur seluruh alur video. Tapi ketika kuliah master, saya sempat terlibat di pembuatan sebuah proyek film pendek dengan teman saya yang bukan hanya berbeda bahasa, tetapi terlebih lagi perbedaan sifat dan juga pemikiran. Akhirnya waktu itu saya sempat kaget untuk pertama kalinya ada orang lain yang terlibat juga dalam proses editing, bahkan sempat tertekan dengan beberapa perbedaan antara saya sebagai editor dan teman saya sebagai sutradara dari film tersebut. Setelah setahun lebih saya enggak mengedit video, dua bulan terakhir ini saya kembali lagi bermain dengan Adobe Premiere untuk mengerjakan video angkatan bersama orang lain. Berbeda dengan pengalaman sebelumnya, kehadiran orang lain dalam proses editing ini justru membuat semuanya jadi terasa lebih menyenangkan. And somehow, I like it way better than when I did it alone.



Bisa dibilang pengerjaan video angkatan ini sangat menyenangkan karena partner tim video editor saya, Budi dan Dony, sangat kooperatif dan memiliki selera yang sama dalam mengedit video. Ketika saya bilang kooperatif, saya memaknainya sedalam dan seluas mungkin. Pertama, sifat dan karakter mereka yang santai, suka ngelawak dan seringkali usil, membuat pengerjaan video ini jauh jadi lebih menyenangkan. Seringkali kami ketawa - ketawa sendiri ketika melihat footage yang merekam "keunikan" teman - teman kami yang lain. Entah ada yang mengantuk, mimik yang aneh, pose yang "enggak biasa", dan banyak adegan lucu lainnya yang akhirnya kami masukkan juga di video angkatan supaya bisa dikenang sekaligus membuat video ini enggak terlalu formal dan serius seperti mayoritas video angkatan PK lainnya. Hal lainnya yang juga saya syukuri adalah bahwa kemampuan masing - masing dari kami bisa menutupi kelamahan satu sama lain. Video angkatan ini enggak akan memuaskan seperti sekarang kalau bukan karena penggabungan antara kemampuan Dony yang jago mengambil momen - momen yang seringkali saya dan Budi lewatkan; keahlian Budi dalam membuat desain dan lebih tekun mengutak - atik Adobe Premiere ketimbang saya dan Dony; serta kemampuan saya dalam scoring (penentuan lagu yang cocok dan penyesuaian lagu dengan gambar) serta mengatur flow yang terkadang masih kurang tepat saat dilakukan oleh Budi maupun Dony.



Spotted: Dony (kiri) dan Budi (kanan) ketiduran ditengah - tengah mengedit video saat semalam sebelum penutupan PK (sebenarnya saya pun sempat ketiduran, tapi untungnya enggak difoto. Haha!)

Last but not least, video angkatan ini juga enggak akan membuat teman - teman angkatan kami yang lain jadi kembali susah move on dengan PK, kalau kami bertiga enggak menggunakan perasaan dalam mengedit video. Terasa beda banget memang saat melihat video yang melibatkan perasaan dan yang enggak. Dari pengalaman saya ketika membuat beberapa video untuk kompetisi itu rasanya lebih berat dan less enjoyable dibandingkan dengan mengedit video untuk membuat sebuah kenangan. Mungkin karena enggak terlalu melibatkan perasaan, jadinya saya edit video hanya supaya bisa mengejar "yang penting bagus dan enak dilihat". Lain halnya saat saya membuat video untuk menciptakan kenangan yang tujuan utamanya bukan untuk menjadi paling bagus, tetapi bagaimana supaya orang yang akan saya berikan video ini bisa menjadikan video tersebut sebagai cara agar bisa mengenang masa - masa tersebut dan membuat mereka senang setiap kali melihat video tersebut. 

P.S: Bagi kamu yang berniat untuk melamar beasiswa LPDP, saya sarankan untuk menonton video PK ini (dan juga angkatan PK lainnya). Dijamin deh, pasti akan semakin termotivasi untuk bisa mendapatkan beasiswa LPDP. Bukan hanya karena beasiswa itu semata, tetapi karena salah satu masa paling menyenangkan dan enggak bisa terlupakan yang akan diberikan oleh LPDP kepada para penerima beasiswnya :')

2 comments:

  1. Mbak ozu.... bisa minta list lagu2 di video pk ini? seru.
    makasih. :D

    ReplyDelete
  2. Ini ya mbaa list lagunya :D

    - 5 years time by Noah and The Whale
    - Stronger by Clean Bandit
    - Mimimi by Cerebro
    - Serdadu Kumbang by Ipang
    - Chelsea Dagger by The Fratellis
    - Rebel Beat by Goo Goo Dolls
    - Indonesiaku Tersenyum by Fruits n Salads

    ReplyDelete