November 29, 2015

#ROH 10 : Analogue Camera

Salah satu barang yang enggak akan pernah bikin saya bosan, bahkan ketika sudah memakainya selama ratusan kali, adalah kamera analog. Bukan hanya bentuknya yang bikin gemes, tapi juga kepuasan yang diberikan oleh kamera analog yang enggak bisa didapatkan dari kamera digital. Mulai dari rasa penasaran saat menunggu hasil fotonya, serta kejutan - kejutan yang didapatkan saat melihat hasilnya yang unik. Karena itulah akhirnya saya memutuskan untuk menambah koleksi kamera analog saya dengan membeli Fujifilm Instax Mini 90 Neo Classic. Walaupun kali ini saya enggak perlu menunggu lama untuk melihat hasilnya, tetap aja ada excitement yang sama ketika melihat gambarnya muncul perlahan - lahan di kertas film. Sebenarnya ketertarikan saya terhadap kamera polaroid udah muncul sejak lama. Bahkan beberapa tahun yang lalu saya udah sempat memiliki salah satu seri polaroid original, yaitu Pink Polaroid 600 Cool Cam. Namun dikarenakan usia kamera tersebut memang sudah lama, jadi belum sempat saya pakai udah keburu rusak duluan. Di sisi lain saya masih kekeuh enggak mau membeli kamera polaroid seri Instax karena penampilan fisiknya yang biasa banget. HAHA. Memang kalau udah terkait dengan kamera, penampilan fisik itu penting banget bagi saya! Kalau dari bentuknya udah kurang asik, saat menggunakannya pun juga jadi kurang puas :)) Tapi pikiran saya akhirnya berubah ketika Fujifilm mengeluarkan seri instax terbarunya ini.  Dengan berbagai pertimbangan seperti fitur, harga kamera, kenyamanan operasional kamera, serta harga film yang relatif lebih murah dari kamera yang diproduksi oleh Polaroid dan Lomo, akhirnya saya memutuskan untuk membeli Instax Mini 90 ini. Bukan hanya penampilan fisiknya yang memberi kesan "retro", tetapi juga fitur advanced shooting mode yang menarik dan enggak dimiliki oleh series sebelumnya, yaitu party (foto dalam keadaan rendah cahaya dengan menggunakan flash tanpa menghilangkan background), kids (menangkap objek yang bergerak), landscape (foto objek dari ketinggian 10 feet sampai tidak terbatas), double exposure (foto dua shot yang berbeda di dalam satu film) dan bulb (foto suatu objek di cahaya yang sangat terbatas tanpa menggunakan flash).


Biasanya sebelum digunakan ke "lapangan", saya pasti mencoba kamera baru tersebut selama beberapa kali, sampai terbiasa menggunakannya. Kali ini eksperimen perdana dilakukan di apartemen saya dengan memfoto beberapa sudut tempat tinggal yang sudah saya huni selama hampir dua tahun ini. Yaa, sekalian sebagai ajang untuk mengenang tempat ini sebelum pindahan sebentar lagi :'( *mendadak mellow*.  Daaan, saya suka banget dengan hasil foto - fotonya! Beberapa kali saya ingin sharing foto apartemen saya, tapi selalu merasa kurang sreg gitu dengan hasilnya. Makanya kali ini saya senang sekali akhirnya bisa mendapatkan jepretan yang sesuai dengan keinginan saya: sederhana namun dramatis karena efek vintage dan nostalgic yang menjadi ciri khas kamera instan ini.











6 comments:

  1. Mbak ornamenya lucu2. Foto yg pertama asyik banget kamar, tone, mood nya. Love deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasihh mba Yunita. Aku pun juga suka dengan suasana yg dihasilkan sama polaroidnya <3

      Delete
  2. unik unik banget barang-barangnya mbak Ozuu:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi aku enggak tau mesti bilang apa.. tapi makasih ya Riskaa :)

      Delete
  3. Kaak lucu sekali sih dekornyaaa! Ini Green Pramuka ya? hehehe I live there too!!! yaampun :')

    ReplyDelete
  4. Hahahaha iyaa parahh, dunia sempit banget yaa! ternyata kita tinggal di satu tempat yang samaa! :))

    ReplyDelete