December 29, 2015

#ROH 18 : Books

Salah satu dampak dari meningkatnya kemageran saya buat pergi keluar rumah saat weekend - yang terjadi akhir - akhir ini - adalah tertundanya niat saya untuk ke toko buku dan membeli stok buku saya yang udah habis. Alhasil, saya jadi lebih sering membaca buku lewat hp, suatu hal yang sebenarnya bukan menjadi preferensi saya dari dulu. Lalu kenapa enggak belanja online aja? Call me old-fashioned, but I don't prefer online shopping unless for stuffs that can hardly be found at the store. Apalagi saya memang tipe orang yang betah menghabiskan waktu lama untuk melihat serta membandingkan beberapa barang di toko, sebelum akhirnya dibeli (jiwa emak-maknya keluar deh :p). Lagipula kesenangan yang saya dapatkan bukan hanya saat mencium aroma khas yang muncul ketika membuka isinya atau saat membaca pikiran dan imajinasi sang penulis. Indeed, the real happiness begins ketika saya berada di dalam toko buku dan menelusuri rak satu ke rak lainnya; sekalipun saya sudah mendapatkan buku yang ingin saya beli. Makanya saya senang banget akhirnya bisa ke toko buku lagi untuk membeli beberapa buku baru, dan tentunya membaca sambil memegang kertas asli dibandingkan menyentuhnya di layar hp. 



Beberapa buku tersebut diantaranya adalah: 

The Rise of The Creative Class - Richard Florida 
Sebagai salah satu buku fenomenal dalam bidang urban and creativity, harusnya udah dari dulu saya punya buku ini. Tapi berhubung bisa baca gratis di perpustakaan kampus saya dulu dan udah sempat beberapa kali baca versi jurnalnya, akhirnya selalu diurungkan niat until membeli buku ini. Sampai akhirnya beberapa waktu yang lalu tiba - tiba kepikiran lagi buat membaca buku ini. Mungkin niat saya ini memang didukung oleh semesta, hingga akhirnya ketika minggu lalu saya iseng - iseng mampir ke toko buku yang saat itu lagi sale, ternyata ada buku ini dan tinggal satu! Rezeki anak sholeh emang enggak kemana yaa :3

The Best of Sherlock Holmes - Sir Arthur Conan Doyle 
Sebenarnya saya bukan termasuk penggemar novel klasik. Bahkan sejauh ini hanya ada dua novel klasik yang pernah saya baca; The Catcher in The Rye dan The Picture of Dorian Gray. Saya pun bukan termasuk orang yang terlalu menikmati novel atau film tentang detektif. Tapi Sherlock Holmes adalah pengecualian. Semenjak jatuh cinta sama TV series-nya, saya jadi ikutan penasaran buat baca bukunya. Sambil membayangkan sosok Bennedict dan Martin sebagai Sherlock dan Dr.Watson, membaca buku ini semakin terasa menyenangkan dan lumayan mengobati rasa kangen sambil menunggu their upcoming movie in January. 

All The Light We Cannot See - Anthony Doerr
Pertama kali tau buku ini saat dapat rekomendasi dari seorang teman saya, Dhea. Eehh enggak taunya dari hasil kepo saya googling, buku ini memang lagi jadi salah satu best selling novel yang ramai dibicarakan orang; dan saat lagi main ke Aksara, buku ini sedang terpampang dengan manisnya di antara buku - buku lain yang direkomendasikan oleh pihak toko buku tersebut. As expected, buku ini berhasil membuat saya enggak sabar pengen terus membacanya dan menyelesaikannya karena sang penulis yang mampu menyusun plot ceritanya dengan sangat menarik. 

No comments:

Post a Comment