April 30, 2016

#ROH 30: Spring (Adventure)

Sebenarnya saya bingung mau ngasih judul apa buat #ROH yang satu ini. Maklum deh, kali ini kebahagiaan yang saya rasakan berasal dari beberapa hal yang tergabung menjadi satu: bunga, berpetualang naik sepeda di daerah pedesaan, serta teman - teman yang menyenangkan. Tapi pada akhirnya saya memutuskan untuk memberikan judulnya sebagai Spring Adventure, alias petualangan di saat musim semi. Karena setelah dipikir - pikir, perasaan ini hampir mirip dengan yang saya rasakan ketika awal musim semi tiga tahun yang lalu di Inggris (bisa dibaca di postingan ini). Walaupun kali ini cukup berbeda dari petualangan yang saya lalui pada saat itu, tapi keduanya memberikan kebahagiaan yang sama. Membuat saya semakin jatuh hati dengan musim semi.


Jadi sebenarnya petualangan kali ini diawali dengan kedatangan Shery, salah seorang teman kuliah saya saat di Planologi ITB dulu, yang baru aja menyelesaikan kuliahnya di TU Berlin. Sebelum pulang ke Indonesia, Shery mau mampir dulu ke Belanda untuk keliling dan dengan tujuan utamanya adalah melihat tulip yang sedang bermekaran. Awalnya saya kira cukup dibawa ke Keukenhof, sebuah acara tahunan dimana para pengunjung bisa membayar EUR16 untuk melihat taman yang luas dengan berbagai macam bunga. Tapi ternyata Shery justru pengen melihat ladang tulip yang dimiliki oleh masyarakat lokal dimana kita bisa melihat hamparan tulip yang luas dengan lebih leluasa. Nah, kebetulan banget berhubung saya pun juga jauh lebih menyukai untuk mengunjungi ladang tulip yang 'asli', maka kami mencari berbagai informasi tentang ladang tulip ini. 








Akhirnya setelah mencari berbagai rekomendasi dari orang - orang di internet, serta atas saran Aul, seorang teman saya yang udah satu setengah tahun kuliah di Wageningen, ternyata salah satu kota yang paling sering disebut - sebut sebagai 'surga'-nya tulip dan juga enggak jauh jaraknya dari Rotterdam dan Wageningen adalah Lisse. Sebenarnya enggak heran sih Lisse ini sebagai tempat dimana kita bisa melihat tulip, karena ternyata di kota kecil ini juga tempat acara Keukenhof diselenggarakan setiap tahunnya. Tapi dibandingkan membayar tiket masuk ke Keukenhof, kami lebih memilih membayar dengan harga yang lebih murah untuk menyewa sepeda untuk berburu ladang tulip. Dan hasilnya? ENGGAK MENYESAL SEDIKIT PUN!

Mungkin emang pada dasarnya saya seneng berpetualang, apalagi di daerah pedesaan dan bareng sama teman - teman yang saya udah enggak perlu merasa sungkan, rasanya perjalanan mencari tulip yang sebenarnya enggak terlalu jauh jarak dan lokasinya, tetap terasa menyenangkan. Ditambah lagi saat itu juga sedang ada Spring Festival, maka tujuan akhir kami adalah ke tempat dimana acara tersebut berlangsung. Sekalipun saat itu temperatur kembali turun hingga delapan derajat dengan angin Belanda yang cukup menusuk hingga tulang, semua pengorbanan itu terasa sangat worth it saat melihat beberapa hamparan ladang tulip warna - warni :')








Bagi kamu yang ada rencana untuk mencari tulip di Belanda, sebaiknya memang datang saat pertengahan sampai akhir April. Dimana tulip - tulip udah banyak yang bermekaran dan juga temperaturnya cenderung lebih hangat. Saat saya melakukan hunting tulip di awal April ini, walaupun udah cukup banyak hamparan tulip, tapi masih ada beberapa lahan dimana tulipnya belum sepenuhnya tumbuh. Nah, yang lebih penting untuk diperhatikan adalah cuaca! Terlepas dari semua kesenangan yang saya dapatkan dari petualangan mencari tulip ini, sebenarnya akan lebih menyenangkan jika saat itu udaranya lebih hangat dan cerah. Karena pada hari itu temperaturnya kembali dingin, kami jadinya enggak terlalu mengeksplore rute sepeda untuk berburu tulip. Bahkan beberapa ladang tulip juga hanya difoto dari jauh saking udah enggak tahan dengan dinginnya udara saat itu. 








Hari kami ditutup dengan mengunjungi kota kecil nan cantik yang sering disebut sebagai kota favorit para mahasiswa Indonesia yang ada di Belanda, yaitu Leiden. Walaupun enggak terlalu banyak mengeksplore kota ini (lagi - lagi alasannya adalah karena udaranya yang semakin sore semakin dingin), serta karena juga udah kecapekan keliling sepeda selama kurang lebih tiga jam (tapi ini udah termasuk berhenti di beberapa titik kok! hee), maka saya, Shery dan Inez hanya mampir untuk makan malam dengan hidangan khas Belanda. Senang! :')

5 comments:

  1. Kak nazu cantik banget tulip fieldnya astaga!!!! I feel like crying :'''')

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa aku pun speechless bgttt pas pertama kali ngeliatnyaa :')

      Delete
  2. Kenapa postingannya selalu memanjakan mata siiiih :D ini tulipnya cakep-cakep amat. Berasa ikut ngerasain senengnya jalan-jalan kalian :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihiii makasihh erny! someday mesti kesini siihh :')

      Delete
  3. Indahnyaaa ♥♥♥ berasa ikutan kesana *haruuu*

    ReplyDelete