May 19, 2016

When in Barcelona

Sebelum melakukan perjalanan ini, setiap kali mendengar kata Barcelona, hal pertama yang selalu teringat adalah penantian panjang untuk mencapai kota ini. Tiga tahun yang lalu, saya dan Maiko, salah seorang flatmate saya ketika di Bournemouth, sudah membeli tiket dan merencanakan perjalanan kami bersama ke kota ini. Tapi pada akhirnya hanya Maiko yang berangkat kesana dikarenakan dua minggu sebelum keberangkatan, saya baru menerima surat bahwa visa Schengen saya ditolak. Iya, butuh waktu tiga tahun bagi saya untuk akhirnya mengunjungi kota ini. Dan mungkin karena itu pula salah satu faktor yang membuat perjalanan kali ini lebih berkesan bagi saya :')

Saya enggak menyangka bahwa Barcelona bisa meninggalkan kenangan yang cukup kuat dalam otak saya, sekalipun tujuan utama saya datang kesana bukan untuk jalan - jalan. Walaupun saya menginap selama empat malam, namun dikarenakan jadwal konferensi yang saya ikuti berlangsung selama dua hari, maka total waktu efektif yang bisa dimanfaatkan untuk berjalan mengelilingi Barcelona adalah hanya sekitar satu setengah hari. Itu pun setengah harinya diambil dari sisa waktu setelah konferensi. Lalu, apa aja yang bisa saya dapatkan dalam waktu sesingkat itu? Ternyata lumayan banyak juga loh!


Tujuan pertama yang wajib untuk didatangi adalah melihat seenggaknya dua karya utama Gaudi, si arsitek kebanggaan Spanyol karena kreativitas, imajinasi dan kehebatannya dalam mendesain. Pecahan sisa keramik aja bisa dijadikan sebagai sebuah hal yang artistik dan memiliki estetika. Enggak paham lagi :') Oh iya, sebenarnya saya pengen banget masuk ke semua karya Gaudi yang tersebar di beberapa lokasi, termasuk Casa Battlo dan Casa Mila. Tapi apa daya, berhubung tiket masing - masing Casa tersebut bisa mencapai EUR 15; maka saya memutuskan hanya masuk ke tiga tempat, yaitu Park Güell, Sagrada Familia dan Palau Güell. Sementara itu sisanya cukup dinikmati dari luar aja yaa buat sekarang :3 

Baru deh setelah itu saya mengunjungi beberapa tempat lainnya yang ada di dalam daftar perjalanan saya *teteup yaa mesti dibuat itinerary, meskipun tujuan utamanya bukan buat liburan. haha!*.  Sebenarnya saat bikin itinerary, saya menemukan banyak hal menarik di Barcelona. Tapi yaa berhubung waktu saya hanya sebentar dan dari awal enggak berekspektasi untuk mengunjungi banyak tempat, maka kali ini saya lebih ingin menikmati Barcelona dengan mengunjungi ruang - ruang publiknya. Tempat - tempat tersebut diantaranya adalah La Ramblas, Gothic Quarter, Barcelonetta, Passeig de Gracia, Boulevard, El Rava, Mercado de La Boqueria, Mercat del Encants, dan Parc de la Ciutadella.

Sagrada Familia, yang pembangunannya belum selesai juga dari tahun 1866





Sama seperti ketika mengunjungi kota - kota sebelumnya, kali ini pun saya lebih banyak berjalan kaki. Karena lagi - lagi saya enggak bosan buat bilang bahwa, streets are the best places to learn local culture. Tapi saya juga realistis sih, kalo memang membutuhkan waktu satu jam buat jalan ke tempat selanjutnya, yaa mendingan naik bus atau metro aja kaan. Kebetulan jarak dari Park Guell ke Sagrada Familia itu enggak terlalu jauh, sekitar 20 menit dan selalu ada sign yang mempermudah para pejalan kaki. Nah, berhubung saya anaknya lebih suka melihat apa yang ada di belakang main road dan suka jalan random ke gang - gang kecil, maka total waktu perjalanannya jadi dua kali lipat! haha. Tapi saya enggak menyesal sih, karena justru saya merasakan koneksi yang lebih kuat dengan kota ini ketika mengunjungi tempat - tempat tersebut. Dan lebih dari itu, saya juga banyak mendapatkan kebahagiaan ketika melihat berbagai scene yang enggak terduga dan mungkin enggak akan saya dapatkan dari mengunjungi tempat - tempat turis maupun jalan utama. Salah satunya adalah menemukan sebuah ruang terbuka publik yang dikelilingi dengan pepohonan rindang dan bangunan warna - warna pastel yang menjadi khas Barcelona (dan mungkin Spanyol), dimana orang - orang lokal sedang duduk santai sambil mengobrol dan bersenda gurau dengan pasangan, teman - teman maupun keluarga mereka. Lucunya, walaupun saat itu saya enggak mengerti apa yang sedang mereka obrolkan dan enggak mengenal siapa mereka, saya bisa merasakan kehangatan tersebut. 



Gimana enggak bikin saya terobsesi coba yaa, kalau kebanyakan bangunan di Barcelona bentuknya lucu kaya begini? :')



Kayanya saya udah pernah cerita sebelumnya bahwa salah satu hal yang paling menarik buat saya dan hampir akan selalu saya kunjungi adalah ruang terbuka publik yang dimiliki oleh kota tersebut. And the good news is, public spaces have been considered as essential elements in the city! Bukan hanya menyediakan banyak taman dan plaza, tetapi juga saya sering menemukan kursi dan tempat duduk dimana - mana. Literally, you can see them almost everywhere!. Mulai dari di pinggir jalan kecil, di tempat kosong di bawah pepohonan rindang, pinggir jalan utama, di samping stasiun yang udah enggak terpakai, di depan museum, pinggir pantai; pokoknya selama saya jalan - jalan keliling kota ini dengan berjalan kaki, saya enggak sulit untuk duduk di saat mulai capek.

Dan yang lebih menariknya lagi adalah cerita dibalik semua penataan ruang publik yang bagus itu, ternyata Barcelona dulunya adalah kota yang sangat eksklusif, dimana kesenjangan antara masyarakat kelas atas dan kelas bawah sangat terlihat jelas. Bukan cuma itu, hingga dua belas tahun yang lalu, penataan kota sepenuhnya dipegang oleh pemerintah dan swasta yang lebih fokus pada perbaikan fisik kota untuk sebuah acara besar di Barcelona. Tapi di sisi lain justru melupakan kepentingan masyarakat lokalnya, termasuk kebutuhan ruang publik. Hingga akhirnya acara tersebut berujung gagal, dan akhirnya dana (yang kalau dikonversi bisa mencapai triliunan rupiah!) dari pemerintah setempat justru terbuang sia - sia. Sejak itu, kota ini banyak belajar untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya, bukan hanya sekedar memperbaiki fisik kotanya. Sebenarnya sampai sekarang saya masih bisa melihat beberapa sisi Barcelona yang terlihat begitu familiar, seperti ketika saya mengunjungi salah satu rumah susun di Tambora, Jakarta Barat. Beberapa bangunan terlihat cukup kumuh, dan menyadarkan bahwa dibalik wajah cantik dan gelarnya sebagai salah satu pusat kebudayaan dan pariwisata dunia; Barcelona masih sama seperti kota - kota besar lainnya yang juga memiliki 'sisi gelap'. 






Salah satu karakter Barcelona yang sekaligus menjadi favorit saya adalah its balcony! Memang Paris juga memiliki banyak balcony, tapi entah kenapa I personally find Barcelona's balcony is more fascinating. Mungkin karena bangunan disini lebih berwarna dibandingkan Paris yang cenderung lebih monochrome seperti putih dan abu - abu. Sementara itu, kota - kota di Italia memiliki warna bangunan yang lebih terang dan menggemaskan, tetapi enggak terlalu banyak apartemen yang dilengkapi dengan balconies. Belum lagi ukiran dan pattern yang terlihat begitu khas pada kebanyakan apartemen disini, dan rasanya belum pernah saya temukan saat mengunjungi kota - kota lainnya. Saking terobsesinya dengan balcony di Barcelona, saya banyak banget foto dan merekam setiap balcony lucu yang saya temukan. Gemesh! 


Hal lainnya yang cukup membuat masyarakat kecewa dengan pemerintah setempat adalah renovasi Mercat del Encants, flea market terbesar di Barcelona, yang belum lama ini direnovasi menjadi lebih modern dan diisi dengan small professional booths. 

Tapi saya bersyukur, ternyata masih ada sisi lain pasar ini yang masih bisa membuat saya merasa kalo saya di sebuah flea market, dan bukan pasar modern :') 


Walaupun cuma sebentar, tapi Barcelona sangat menyenangkan. Disini saya jadi semakin tersadarkan bahwa jangan pernah sepenuhnya percaya dengan pendapat orang lain tentang sebuah kota atau negara, sampai kamu datang sendiri ke tempat tersebut. Karena setiap orang memiliki perspektif dan pengalaman yang berbeda - beda di setiap tempat, sehingga mereka pun punya impresi yang berbeda pula di setiap tempat. Ada beberapa orang yang memiliki pengalaman buruk di kota ini, yang mana kebanyakan terkait dengan copet atau masyarakatnya yang enggak terlalu welcome. Tapi alhamdulillah, saya termasuk salah satu orang yang diterima dengan baik oleh Barcelona; dari pertama kali datang hingga kembali ke Rotterdam. Hasta luego, Barcelona!

8 comments:

  1. Barcelona... Jadi inget Buku Edensor - Andrea Hirata yg ngeliat karya agung Gaudi, replika reptil2 dengan kulit potongan2 mozaik... Dan ada reptil dgn kulit potongan2 mozaik di poto Ozu... Nice pic :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbaa.. emang yang paling khas dari desainnya si Gaudi yaa si mozaik dari ceramic waste. Aslinya si reptil itu ada di Park Guell, cm enggak aku foto karena saat itu byk bgt wisatawan yg foto disitu hahah

      Delete
  2. Ah, Barcelona emang spesial ya Zu. Kotanya warm, lively, dan cultural banget. And I like your photos! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa bangett Dix, aku cuma sebentar doang disana tapi udah langsung suka.

      Hihi thank you, Dixie! :D

      Delete
  3. Cakep bener...belom kesampean kesana uhuh semoga summer ini deh aamiin!

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga bisa kesana tahun ini ya mandaaa :D

      Delete
  4. Astaga si Gaudi itu lucu sekaliiii!:""" btw emang ya kak paling seru merhatiin balkon, pintu dan jendela2 yang super super lucu di seluruh duniaaa <3 <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. bikin gemessh emang ngeliat karyanya Gaudi. iyaa kaan neriii, seneng banget ngeliatnyaa :')

      Delete