October 18, 2016

Pelajaran Seperempat Abad #4

Dari kecil sampai saat ini saya udah sering banget mendengar komentar dari orang - orang yang saya temui tentang usia saya. Banyak yang beranggapan bahwa saya memiliki pembawaan dan pemikiran yang jauh lebih dewasa dibandingkan orang - orang seusia saya. Enggak sedikit juga sih yang komentar kalau wajah saya pun terlihat lebih tua, hahaha! Dulu sih saya sempat agak tersinggung ketika ada yang bercanda atau malah beneran menebak saya dengan usia yang lebih tua dari usia saya sebenarnya. Cuma semakin kesini saya merasa semua itu memang benar. Saya pun terkadang berpikir bahwa mungkin di kehidupan lain, saya adalah seorang wanita yang berusia seenggaknya tiga puluh tahun. Bukan hanya karena pengalaman hidup yang saya hadapi sejauh ini pada umumnya baru dialami oleh orang - orang yang lebih tua daripada saya; tetapi juga selama ini saya memang lebih mudah memiliki koneksi dengan mereka yang terpaut beberapa tahun di atas saya. Dan satu hal yang akhir - akhir ini saya sadari adalah bahwa di usia ini saya mencapai titik dimana saya merasa seperti udah mendapatkan semua yang saya inginkan dan enggak ada lagi yang saya cari dalam hidup.


Saya enggak tau apakah ini memang hanya kebetulan, atau memang Tuhan terlalu mudah mendengar apa yang saya pertanyakan; sekalipun yang hanya tersimpan dalam hati dan pikiran saya. Tanpa seorang pun tau. Tanpa saya ucapkan dari mulut saya. Iya, hal - hal yang hanya terbersit dalam pikiran atau terucap di dalam batin saya. Tapi yang jelas, justru berbagai hal yang tidak terucap tersebut yang seringkali dikabulkan oleh Tuhan. Justru berbagai pertanyaan yang hanya saya simpan untuk diri saya sendiri, yang akhirnya terjawab secara langsung melalui berbagai pengalaman dalam hidup saya. Awalnya saya pun enggak terlalu percaya dan menganggap bahwa semua ini mungkin hanya sebuah kebetulan. Namun setelah bertahun - tahun hingga saat ini saya terus mengalaminya, akhirnya saya percaya bahwa apa yang terucap dalam batin dan terbersit dalam pikiran pun bisa menjadi doa. Sehingga sebenarnya kita bukan hanya perlu berhati - hati dengan harapan dan perkataan yang terucap dari mulut, tetapi juga dengan pertanyaan - pertanyaan yang terbersit dalam pikiran dan hati. Karena kita enggak akan pernah tau pertanyaan yang mana yang akan dijawab oleh Tuhan. Karena kita enggak akan pernah tau rencana apa yang dimiliki oleh-Nya. Karena kita enggak akan pernah tau dengan cara apa Tuhan akan menjawab pertanyaan - pertanyaan kita. 


Iya, setiap pertanyaan yang dulu saya pertanyakan udah hampir semuanya terjawab. Mungkin pertanyaan yang masih cukup membuat saya penasaran adalah menjadi seorang ibu. Tapi toh sebenarnya saya udah kurang-lebih sempat merasakannya melalui peran saya sebagai kakak dari dua orang adik dan tante dari lima keponakan saya. Di posisi saya tersebut rasanya udah membuat saya ingin memberikan apa yang mereka inginkan; membuat saya segitu sayangnya sehingga saya harus menjaga jarak supaya rasa sayang saya ke mereka enggak melampaui batas. Jadi saya bisa sedikit memahami bagaimana rasanya menjadi seorang ibu. Di usia ini juga saya udah mencapai titik tertinggi dan juga terendah dalam hidup saya. Masa - masa dimana begitu banyak orang yang memberikan perhatian dan pujian. Sebaliknya, di usia ini juga saya merasakan dimana enggak ada satu orang pun yang bisa membuat saya berarti. Saya juga telah mendapatkan berbagai hal dan pengalaman yang dari dulu saya inginkan. Mendapatkan keluarga terbaik, memiliki sahabat yang selalu ada buat saya, serta mengetahui dan melakukan apa yang menjadi passion saya, serta menjalani kehidupan di luar negeri seperti yang sebelumnya selalu saya imajinasikan dan hanya bisa saya dapatkan ketika membaca novel atau menonton film.


Di usia ini juga saya merasa udah mendapatkan semua yang saya inginkan. Ketika orang - orang masih semangat untuk keliling dan menjelajah dunia, saya udah merasa cukup untuk melihatnya. Ketika orang - orang masih mengejar uang dan karir, saya merasa udah cukup dengan apa yang saya dapatkan sejauh ini. Ketika orang - orang masih mencari seseorang untuk ditunggu, saya merasa udah enggak ada lagi yang perlu ditunggu. Ketika orang - orang masih memiliki keinginan menggebu - gebu untuk mencapai berbagai mimpi mereka, saya merasa udah mencapai semua yang saya cita - citakan. Ketika orang - orang masih penasaran dengan berbagai pertanyaan akan hidup, saya merasa bahwa semua yang mengganjal di pikiran saya sudah terjawab sepenuhnya. Kepingan - kepingan puzzle yang selama ini tersebar akhirnya berhasil saya bentuk menjadi satu kepingan yang utuh. Saya enggak tau apakah ini merupakan suatu hal yang perlu disyukuri atau justru hal yang perlu disesalkan; karena telah mendapatkan semua jawaban yang pernah saya pertanyakan dan mencapai apa yang saya inginkan dalam waktu secepat ini.  


Di usia ini saya menyadari bahwa ada beberapa hal yang enggak perlu dipertanyakan dan enggak perlu saya ketahui jawabannya. Karena dengan begitu hidup akan terasa lebih mudah ketimbang saat saat saya menemukan jawaban - jawaban tersebut. Karena sebenarnya kita enggak perlu mengalami apa yang dialami setiap orang untuk mengerti apa yang ada di pikiran dan hati mereka. Karena sebenarnya kita enggak perlu benar - benar mengerti diri kita sendiri. Karena sebenarnya kita enggak perlu sepenuhnya memahami hidup dan apa yang berlaku di dunia ini. Karena hanya ketika kita menemukan jawaban - jawaban tersebut justru memberikan beban yang jauh lebih berat untuk diri kita sendiri.

8 comments:

  1. Selalu suka sama tulisan Ozu, mungkin you're old soul tapi wajahnya tetep muda kok :D tetep terlihat kayak anak kecil, terutama dengan badan cimut2. Daripada udah tua tapi ngga pernah berpikiran dewasa & matang, mending kayak Ozu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah jarang - jarang aku denger orang bilang kalo aku masih imut dan terlihat muda hahaha. Makasih yaa Sandra atas komentarnyaa. Kamu baik sekali! :)

      Delete
  2. Thanks for posting this article kak. Lagi, aku bacanya melow. BTW poin "Saya pun terkadang berpikir bahwa mungkin di kehidupan lain, saya adalah seorang wanita yang berusia seenggaknya tiga puluh tahun. Bukan hanya karena pengalaman hidup yang saya hadapi sejauh ini pada umumnya baru dialami oleh orang - orang yang lebih tua daripada saya; tetapi juga selama ini saya memang lebih mudah memiliki koneksi dengan mereka yang terpaut beberapa tahun di atas saya." ternyata sama seperti yang kurasakan. Mungkin itu ya yang membuat aku betaaah banget bahkan selalu nunggu tulisanmu. Karena ada beberapa hal walau nggak banyak yang sama. Aku belum menemukan semua jawaban sepertimu untuk saat ini, tapi sepertinya aku dalam jalan ke sana. Baca tulisan ini aku ngerasa kaya, aku nggak sendiri. *muter ya? haha habis rasanya gitu deh sampai bingung ngungkapin dalam tulisannya" :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ernyyy! iyaa, aku pun mikir karena banyak kesamaan dalam pemikiran kita itu kali yaa jadinya aku juga sering merasa lebih connected sama kamu meskipun kita belum pernah kenalan dan ketemu in person. Semangat selalu yaa kamu! Yakin aja kalau setiap hal yang kita lalui selalu ada pembelajaran penting dibaliknya yang membuat kita jadi lebih baik :)

      Delete
  3. Subhanallah ikut senang ketika membacanya. semoga selalu ada dalam lindunganNya ya mba. semoga bisa selalu menjadi inspirasi orang banyak juga. aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mas rian untuk doanya. doa yang sama buat mas yaa :)

      Delete