October 11, 2016

#ROH 44: Concert

Pertama kali saya mengenal Yuna sekitar enam tahun yang lalu ketika membaca sebuah artikel yang membahas beberapa perempuan berhijab yang menginspirasi dunia saat itu. Namun saya benar - benar mulai menyukainya sejak tiga tahun belakangan ini, tepatnya ketika mendengar album Nocturnal yang hampir semua lagu di dalamnya sangat saya nikmati. Selain suaranya yang super jernih dan style-nya yang unik; sebenarnya hal yang paling suka dari Yuna adalah aura positif yang diberikannya baik melalui perilaku maupun lirik lagunya. Setelah membaca beberapa pengalamannya dan kerja keras yang dilakukannya dari awal meniti karir hingga saat ini, belum lagi tekanan yang ia dapatkan dari beberapa kelompok khususnya orang - orang muslim dari negara-nya sendiri; membuat saya semakin kagum dengannya. Sebenarnya banyak banget hal yang ingin saya ceritakan tentang Yuna, tapi mungkin akan saya ceritakan di lain waktu. Karena untuk yang satu ini saya ingin lebih membahas tentang konser-nya yang saya hadiri sekitar sebulan yang lalu. Sata itu untuk pertama kalinya saya pergi sendirian ke sebuah konser. Sejujurnya saya bukan tipe orang yang suka pergi ke konser atau gig. Tapi kali ini berbeda. Untuk pertama kalinya saya segitunya bela - belain untuk menonton konser.

Sekitar tiga bulan yang lalu ketika saya tau bahwa tiket untuk Rotterdam udah sold out, tanpa pikir panjang saya langsung beli tiket yang masih tersisa di Brussels. Toh cuma dua jam naik bus, pikir saya saat itu. Tapi ternyata belakangan saya baru menyadari bahwa bus paling malam yang berangkat dari Brussels menuju Rotterdam adalah pukul 20.00. Padahal, jam segitu konsernya baru aja dimulai. Saya coba mencari kereta, namun hasilnya enggak jauh berbeda. Kereta termalam adalah 20.39. Mungkin karena hari itu hari Minggu, sehingga transportasi publik lebih cepat berakhir, atau mungkin juga karena saya telat mencari tiket hingga jadwal paling malam udah sold out. Sementara itu saya enggak punya kenalan di Brussels dan ditambah dengan keesokkan harinya saya akan pindahan ke apartemen baru, jadi rasanya akan too much effort jika saya tetap ke Brussels. Akhirnya saya coba nekat untuk pergi ke venue di Rotterdam pada hari Sabtu. Walaupun saya tau bahwa sangat kecil kemungkinan saya bisa masuk, tapi seenggaknya saya ingin mencoba keberuntungan saya.


Dan dua hal yang udah saya perkirakan dari awal akhirnya beneran terjadi; tiket yang tersedia hanya melalui reservasi online dan pihak panitia enggak menerima alasan bahwa saya udah membeli tiket untuk konser di Brussels tapi karena sesuatu hal saya enggak bisa datang kesana. Tapi saya coba bertahan sambil mencoba menanyakan ke beberapa penonton yang datang tentang kemungkinan untuk membeli extra ticket. Kali aja kan ada teman mereka yang tiba - tiba enggak bisa datang. Ha! Namun enggak ada satu pun yang memberikan jawaban yang memuaskan. Sampai akhirnya konser udah dimulai. Saya masih berdiri di depan pintu sambil bertanya sekali lagi kepada pihak panitia jika memungkinkan untuk membeli tiket, karena sebenarnya untuk konser kali ini memang hanya menampung 250 orang. Dan saya sangat yakin bahwa masih ada space di dalam ruangan tersebut. Tapi enggak ada satu pun dari mereka yang luluh hatinya. Bahkan ketika saya tetap berdiri di luar pintu setelah dua kali ditolak oleh mereka, wjaha mereka mulai terlihat kesal. Haha. Sampai akhirnya sekitar hampir setengah jam saya menunggu di luar (sebenarnya saat itu saya udah pasrah dan berencana untuk menunggu sampai konser selesai untuk mencoba keberuntungan lainnya untuk bisa berpapasan dengan Yuna), salah seorang panitia yang dari awal justru yang paling terlihat 'enggak ngebolehin masuk', tiba - tiba memberikan cap di tangan saya sambil tersenyum (dengan wajah terlihat kasihan sama saya heheu) dan bilang bahwa saya boleh masuk! Saat itu saya belajar bahwa kesabaran dan kegigihan pasti akan selalu memberikan hasil yang baik. Dan seringkali hal itu terjadi justru ketika kita mulai benar - benar pasrah :')

Satu hal yang paling saya salut dari Yuna yang langsung saya saksikan ketika menontonnya adalah bahwa para penonton yang datang justru bukanlah orang berhijab, orang Asia, maupun orang muslim. Yang mana saya sempat menduga bahwa tiket di Rotterdam sudah sold out  karena di kota ini termasuk salah satu kota yang paling banyak orang - orang muslim maupun berhijab yang pernah saya lihat sejauh ini. Tapi kenyataannya, enggak lebih 10% dari total penonton yang termasuk dalam kelompok tersebut! Well, intinya sih malam itu merupakan salah satu malam yang paling membahagiakan di bulan September. Apalagi sebelumnya saya sempat menghabiskan waktu dan tenaga untuk bolak - balik mengangkut beberapa barang yang bisa saya bawa dengan transportasi publik. Jadi ketika menghadiri konser ini ini sangat mengobati rasa lelah saya, mulai dari performance Yuna yang sangat memuaskan, suasana selama konser berlangsung yang membuat saya nyaman, keberhasilan saya untuk menyusup hingga sampai ke beberapa baris terdepan, bertemu dengan Ayu; mahasiswa Indonesia yang lagi kuliah di Groningen, yang itu juga menghadiri konser Yuna seorang diri, hingga puncaknya sih saat saya mendapatkan kesempatan untuk bertemu secara langsung dengan Yuna. Bukan hanya dipeluk, tapi juga yang paling enggak saya sangka adalah saat itu Yuna benar - benar terlihat enggak kaku sama sekali saat saya mencoba untuk membuka percakapan. Words can't describe how happy I was that night!

2 comments:

  1. selalu suka sama Yuna!! Sempet pas di Malaysia ketemu secara langsung and she's just totally a humble person indeed <3 Makanya fansnya mendunia

    ReplyDelete