Make the Most of Spring in Holland



Kalau bicara soal pegunungan dan pantai, Belanda memang kalah telak dibandingkan beberapa negara Eropa lainnya. Rasanya udah puluhan kali saya berkomentar soal ini, tentang betapa iri-nya saya setiap kali melihat teman - teman saya yang tinggal di beberapa negara seperti Jerman, Italia, dan Skandinavia. Berenang di salah satu pantai yang terlewati oleh Laut Mediterania ketika musim panas. Sementara musim gugur dilewati dengan kayaking di sebuah danau bening berwarna hijau kebiruan yang dikelilingi pepohonan cemara dengan berbagai gradasi warna bumi. Di musim dingin, mereka bisa menghabiskan akhir pekan mereka untuk pergi skiing di salah satu bagian pegunungan Alpen. Yaa, tapi seenggaknya masih ada satu musim yang membuat Belanda masih belum terkalahkan oleh negara lain. Musim yang membuat saya lupa akan kecantikan ladang lavender di Provence maupun perbukitan hijau dengan kebun - kebun anggur yang terbentang luas di Tuscany. Apalagi kalau bukan musim semi! 


Setelah melewati empat musim semi di sini, ada tiga kegiatan yang menjadi favorit saya. Eh, enggak sih, sebenarnya cuma satu. Karena meskipun berbeda, ketiganya sama - sama berkaitan dengan satu hal yang sama, yaitu se-pe-da! Selain tulip dan kincir angin, negara ini kan juga terkenal dengan kebiasaan orang - orangnya yang sangat suka bersepeda.

• (Rent A Bike and) Cycle Around Lisse 

Saya yakin sih fakta bahwa musim semi adalah waktu terbaik buat berkunjung ke Belanda sebenarnya udah diketahui oleh banyak orang. Biasanya pengunjung dari berbagai penjuru dunia datang berbondong - bondong dari akhir Maret sampai awal Mei. Iya, apalagi kalau bukan untuk melihat Keukenhof. Tapi seriusan deh, ketimbang hanya mampir untuk melihat "replika" Taman Bunga Nusantara di Puncak (tentunya dengan koleksi bunga yang lebih lengkap dan cantik, tempat yang lebih luas, serta instalasi foto yang lebih instagramable) saya lebih merekomendasikan untuk bersepeda keliling Lisse - kota tempat Keukenhof diadakan. Apalagi kalau kamu setipe sama saya (baca: bukan penggemar tempat yang terlalu touristy dan artifisial), bersepeda sambil mencari ladang - ladang bunga seperti tulip, daffodil, dan hyacinth yang sedang bermekaran akan memberi pengalaman yang terasa jauh lebih menyenangkan dan berkesan ketimbang hanya ke Keukenhof.



Sebelum ini saya udah pernah cerita di blogpost yang saya tulis tiga tahun lalu tentang pengalaman saya bersepeda keliling Lisse. Dengan hanya membayar 10 Euro, kamu udah bisa sepedaan sepuasanya selama sehari penuh dengan menggunakan jasa penyewaan sepeda Rent-A-Bike Van Dam, yang letaknya tepat di luar Keukenhof. Nah, nanti salah satu pegawainya akan memberikan peta berisi beberapa rute tempat di mana kamu bisa menemukan ladang bunga lokal. Dari empat rute yang ada, yang paling direkomendasikan adalah Rute 4 dan Rute 2. Tapi dari pengalaman saya mengikuti dua rute tersebut, saya lebih merekomendasikan untuk memulai dari Rute 4. Selain rute ini yang paling dekat dari Keukenhof, ladang bunganya juga lebih banyak dan bervariasi. FYI, terakhir kali saya ke Lisse sekitar dua minggu lalu, saat itu lagi ramai banget jadi mereka hanya menyewakan selama tiga jam. Sayangnya meskipun begitu harganya tetap sama serta sepeda yang kami pinjam bukan sepeda official dari Van Dam (dan terlihat seperti sepeda pinjaman) yang udah lusuh dan kurang nyaman untuk dipakai.




Kalau kamu googling bagaimana mencapai Lisse dengan transportasi publik, kebanyakan pasti merekomendasikan dua cara, yaitu naik bus dari Stasiun Leiden atau Schiphol. Keduanya sama - sama penuh hingga perlu mengantri cukup lama untuk bisa sampai mendapatkan giliran masuk ke dalam bus. Tapi dua tahun terakhir ini saya lebih memilih pergi dari Leiden karena pengalaman saya dari Schiphol ternyata lebih ramai oleh para pengunjung yang baru tiba di Belanda dan ingin langsung ke Keukenhof. Oh iya, siap - siap juga bawa kipas apalagi kalau lagi panas dan terik. Dari pengalaman saya, udara di dalam bus pengap karena enggak ada sirkulasi dan anehnya AC di dalam bus juga enggak dinyalakan. Belum lagi begitu memasuki Lisse ternyata jalanan macet dan akhirnya lebih dari setengah jam untuk bisa sampai ke pemberhentian terakhir. Di situlah saya merasa ingin sekali bersepeda, seperti yang dilakukan tahun 2017 silam. Meskipun lelah tapi enggak perlu menunggu lama dan mengantri berkali - kali!



• Cycle from Leiden Station to Lisse 

Dengan berbagai kekurangan yang udah saya sebutkan sebelumnya, maka saya lebih menyarankan buat sepeda dari Leiden terutama buat kamu yang punya waktu lebih lama dan enggak masalah buat bersepeda jarak jauh. Kenapa Leiden? Karena stasiun terdekat dan lebih banyak direkomendasikan untuk mencapai Lisse adalah Leiden. Untuk Flower Route atau "Bollenstreek", di mana kamu bisa menemukan banyak ladang bunga lokal, sebenernya yang paling direkomendasikan adalah dari Leiden sampai Haarlem (melewati Sassenheim, Noordwijk, Lisse, dan Hillegom). Cumaaan, berhubung rute tersebut sekali jalan bisa mencapai 30 km, maka kami memutuskan untuk mengambil rute yang lebih singkat, yaitu 16 km sekali jalan. Lalu gimana caranya sampai ke Leiden? Kamu bisa membawa sepeda ke dalam kereta dengan membayar 6.90 Euro (keterangan lebih lengkap bisa dibaca di sini). Cara lainnya adalah dengan menyewa sepeda OV-fiets di Stasiun Leiden (keterangan lebih lengkap bisa dibaca di sini). 




Oh iya, ada beberapa hal penting yang mesti diingat baik - baik kalau kamu ada rencana buat bersepeda di Belanda, yaitu waktu tempuh yang tertera di Google Maps enggak selalu "akurat". Misalnya dari pengalaman saya bersepeda dari Leiden ke Lisse, sebenernya di peta tertera dengan jarak 16 km bisa ditempuh dalam waktu 46 menit tapi pada kenyataannya kami menghabiskan waktu hingga dua jam lebih. Alasan yang pertama adalah karena kami beberapa kali kesasar. Alasan yang kedua adalah karena ada beberapa sepeda yang enggak sesuai standar untuk perjalanan jarak jauh. Pastikan untuk membawa sepeda yang punya gear karena pengalaman saya waktu itu menggunakan folding bike tanpa gear dan dengan ban kecil ternyata sepedaan jauh gini cukup menyiksa. Terus jangan lupa cek ban juga yaa! Salah satu teman saya sempat bocor ban sepedanya dan paling lengkap siksaannya. Sedangkan alasan terakhir adalah karena waktu tempuh yang tertera di Google Maps itu menyesuaikan standar bersepeda para Dutch. Seenggaknya dari pengalaman saya dan teman - teman saya, waktu tempuh kami untuk bersepeda bagi dua kali lebih lama dari yang tertera di Google Maps.




Bagi saya, perjalanan ini merupakan rute sepeda terjauh sekaligus salah satu yang paling berkesan selama di Belanda. Harus saya akui karena saat itu udah terlalu capek di jalan, sesampainya di Lisse kami hanya mampir ke satu tempat. Untungnya tempat tersebut memiliki beberapa ladang bunga tulip dan hydracinth sehingga kami enggak perlu cari bunga ke tempat lain dan sisa waktu kami dihabiskan dengan duduk santai di salah satu taman. Selain keberadaan bike lane yang sangat memudahkan untuk bersepeda di sini, pemandangan yang menyegarkan mata dan pikiran selama perjalanan juga membuat saya lupa dengan rasa lelah. Mulai dari pepohonan rindang, berbagai jenis kebun bunga, peternakan - peternakan lokal dengan sapi dan kuda mereka yang montok, hingga rumah - rumah khas Belanda termasuk Wassenaar yang terkenal sebagai salah satu perumahan orang - orang terkaya di negara ini. Dan perjalanan ini menjadi momen di mana untuk pertama kalinya saya merasa bahwa Belanda adalah rumah saya.




 • Cycle to Zaan District  

Selama tiga tahun tinggal di Belanda, masih bisa terhitung deh berapa banyak kota yang saya kunjungi di sini. Bisa dibilang saya enggak begitu tertarik karena karakter sebagian besar kotanya yang mirip - mirip. Selain Amsterdam dan Rotterdam, kota lain yang wajib dikunjungi karena karakternya yang berbeda adalah Zaandam. Kebanyakan orang sih lebih familiar dengan Zaanse Schaans yang terkenal dengan kincir angin dan rumah - rumah kayu tua berwarna hijau yang terjaga dengan sangat baik. Padahal selain itu ada hal lainnya yang enggak kalah menarik dari distrik  Zaan ini, yaitu kota Zaandam yang baru direnovasi pada tahun 2010. Begitu keluar dari Zaandam Station, langsung terlihat beberapa bangunan yang akan membuat kamu merasa seperti lagi di dunia mainan. 








0 Comments