November 08, 2015

#ROH 2: Kitchen Experiments

Setelah dipikir - pikir, udah lama banget rasanya saya enggak pernah bereksperimen di dapur dan nyobain resep baru. Bahkan kayanya terakhir saya nyobain resep makanan baru itu di awal tahun ini deh. Padahal walaupun saya bukan ahli di dapur, tapi mencoba resep makanan atau minuman baru adalah salah satu hal yang menyenangkan bagi saya. Apalagi kalau ternyata hasilnya enak dan sesuai yang ada di resep acuannya, wah, rasa bahagianya jelas berbeda dari yang saya dapatkan ketika melakukan hobi saya lainnya *tsaaah* *kibas jilbab* . Tapi entah sejak kapan, semangat saya untuk coba resep dan bermain - main di dapur itu semakin lama semakin menghilang. Sampai akhirnya saya menemukan 'mainan' baru ini yang kembali memunculkan semangat saya untuk bereksperimen dengan berbagai resep yang belum pernah saya coba sebelumnya :)


Mau dikasih topping muesli atau enggak, Berry Nach ini tetep yummy!

Sejak menerapkan pola hidup baru, saya jadi jauh lebih sering mengkonsumsi sayur dan buah - buahan setiap harinya. Walaupun masih belum bisa meninggalkan makanan favorit saya lainnya seperti roti dan cokelat, tapi pasti setiap dua atau tiga hari sekali saya belanja buah untuk stok cemilan di rumah dan bekal ke kantor. Sedangkan untuk sayur, saya lebih sering mengandalkan sayur tumis dan gado - gado yang dijual di kantin. Awalnya saya enggak merasa ada yang salah dengan konsumsi sayur dan buah - buahan saya. Ehmm. Okay, saya sadar sih bahwa sayur tumis itu menggunakan minyak yang saya enggak tau udah berapa kali dipakai dan bumbu kacang yang berlimpah di gado - gado yang saya makan itu sebenarnya kurang baik. Tapiii kan tapi kaaan, tetep aja itu sayur - sayuran dan lebih bergizi dari makanan yang lain yang juga ditumis dan dikasih bumbu kacang *kebiasaan denial, haha!*. Sampai akhirnya di akhir bulan Agustus kemarin, saya melihat postingan Instagram salah satu teman saya, Nadia (@baiqnadia). Entah kenapa saat itu saya tertarik banget melihat beberapa postingan Nadia tentang green smoothie yang dia buat. Padahal sebelumnya saya udah sempat melihat postingan tentang green smothie ini dari beberapa instagrammer dan blogger, tapi enggak terbersit sekalipun untuk membuatnya. Puncaknya sih ketika saya iseng - iseng buka blognya Nadia dan menemukan salah satu postingannya yang membahas tentang manfaat dari green smoothie ini.

Berikut salah satu penjelasan yang saya copy langsung dari blognya Nadia (http://baiqnadia-baiqnadia.blogspot.co.id):
Smoothie hijau atau green smoothie ini memang berbeda dengan jus biasa. Smoothie lebih bertekstur, karena bahan utamanya adalah sayuran berdaun (mis: bayam, caisim, kale, pakcoy, daun wortel, parsley, seledri, brokoli, dll) dan tidak disaring sama sekali, ooo yikes! Namun rasa langu dari sayuran hijau teredam dengan campuran buah segar pengendali  rasa (mis: pepaya, stroberi, nanas, pisang, dll). 
Quick story behind it ... Ramuan ini *ceilah ramuan* ditemukan oleh seorang pegiat raw food bernama Victoria Boutenko. Victoria telah mencoba berbagai opsi makanan mentah untuk menyelamatkan diri dan keluarganya yang sakit-sakitan, it was like ‘there is no other way, you change to a better, healtier lifestyle or die’. Wihhh... lebay ya, tapi ya memang begitu keadaan keluarga Boutenko saat itu. Thankfully, beberapa percobaan (terhadap diri sendiri dan keluarganya) dan penelitiannya berhasil, dan telah dibukukan dan jadi world wide best-selling books. Meski begitu, setelah enam tahun mengonsumsi murni makanan mentah, kondisi kesehatan keluarganya mulai mengalami degradasi. 
Lho? Apa yang salah? 
Ternyata, makanan mentah yang selama ini mereka makan tidak cukup memenuhi kebutuhan utama mereka. Umbi-umbian, salad dengan mayones dan saus yang lezat, ternyata jika dikonsumsi terus-menerus dalam waktu yang lama tanpa pendamping yang cukup, malah akan menimbulkan efek kebalikan pada tubuh. Victoria pun mencari informasi baru, sampai akhirnya ia mendalami tentang diet simpanse. Simpanse, hewan yang paling mirip dengan manusia ini ternyata tidak hanya makan buah. Lebih dari 50% dietnya terdiri dari sayuran berdaun hijau, bunga, dan biji. Sementara untuk manusia, makanan seperti itu sangat sulit dimakan mentah-mentah dan dalam dosis besar setiap hari. Victoria yang sebelumnya hampir putus asa menemukan cara untuk bisa makan sayuran berdaun hijau tanpa mengolahnya dengan minyak atau margarin, menemukan bahwa membuat smoothie dengan sayuran hijau sangat lezat jika dicampur dengan buah. It’s refreshing! Bahkan tanpa gula dan pemanis buatan sekalipun.
Smoothie hijau yang halus meringankan kerja lambung, juga memastikan asam lambung berada pada kadar yang pas. Manfaat dari klorofil yang terdapat dalam sayuran hijau mampu melawat radikal bebas dan sel-sel jahat dalam tubuh. Serat dalam sayur dan buah membantu membersihkan usus, melancarkan pencernaan secara alami, dan menyuplai stok serat, sehingga tak ada lagi sembelit dan kulit kusam.
Supaya enggak bosen, green smoothie ini juga bisa disajikan dengan buah - buahan tambahan dan muesli 

Ternyata dalam prakteknya, walaupun udah dikasih tau kalo rasa sayuran di green smoothie ini enggak akan terasa karena didominasi oleh rasa dari buah - buahan, tetap aja saya deg - degan saat pertama kali cobain bikin green smoothie dengan menggunakan resep: bayam merah, pisang dan air jeruk. Maklum aja, selama ini saya enggak pernah terpikir sekalipun untuk minum sayur! Tapi akhirnya setelah mencoba resep tersebut, saya malah ketagihan buat green smoothie ini setiap dua hari sekali (FYI, green smoothie yang saya buat takarannya untuk 1 liter atau sekitar 3 gelas, dan saya biasanya minum 2 gelas/hari, jadi masih ada sisa 1 gelas lagi buat hari berikutnya). Selain rasanya enak, mudah dan cepat dibuat (cocok buat kamu yang kerja kantoran, karena proses pembuatannya yang hanya butuh waktu 15 - 20 menit), bikin enggak cepet bosen dengan konsumsi sayur dan buah yang sama, dan terlebih lagi, khasiat dari green smoothie ini memang terasa banget! Bukan cuma bikin badan saya langsung segar seketika, pencernaan semakin lancar, tetapi saya juga semakin jarang sakit. Walaupun beberapa kali rasanya badan saya akan 'tumbang' karena kecapekan, tapi alhamdulillah banget akhirnya enggak pernah jadi sakit. Oh iya, bagi beberapa orang, efek green smoothie ini juga bikin mereka enggak gampang lapar sampai beberapa jam setelah minum. Nah, yang ini enggak terlalu berlaku buat saya, karena sejam atau paling lama dua jam setelah itu pasti bawaannya selalu pengen ngunyah lagi :))

Diminum pagi atau sore hari, sama - sama bikin seger badan

Selama dua bulan ini saya udah nyobain beberapa resep. And here are the most favorite of mine:

Baby Kiban
3 baby pakcoy
2 pisang
2 kiwi
1 gelas susu kedelai
Es batu (sesuai selera)
Blend sampai halus semua bahan diatas

atau

3 baby pakcoy
2 pisang cavendish
2 kiwi
5 jeruk (ambil airnya aja)
1 1/2 gelas air
Es batu (sesuai selera)

Berry Nach
1 ikat bayam merah
10 strawberry
2 pisang cavendish
1 gelas susu kedelai atau 1 1/2 gelas air
Es batu (sesuai selera)
Blend sampai halus semua bahan diatas

Bronana
1 bonggol brokoli
3 pisang cavendish
1 lemon (ambil airnya aja)
1 1/2 gelas air
Blend sampai halus semua bahan diatas

Meeny-Greeny 
1 buah apel greeny smith
1 ikat bayam hijau
2 kiwi
3 jeruk (ambil airnya aja)
1 1/2 gelas air
Es batu (sesuai selera)
Blend sampai halus semua bahan diatas

Catatan: 

1. Bagi kamu yang masih newbie dengan green smoothie dan masih takut untuk "minum sayur", coba ganti air dengan susu kedelai, susu almond atau yoghurt. Selain teksturnya lebih lembut dari yang menggunakan air, rasa sayurannya pun juga semakin enggak ada.

2. Kalau kamu merasa green smoothie yang kamu buat masih kurang manis, bisa tambahkan perasan air jeruk atau madu.

3. Dari pengalaman saya, menaruh sayuran di bagian paling bawah blender justru bikin blender cepet rusak. Saya sempat masukkin bayam di paling bawah, dan akibatnya blender saya lebih keras bekerjanya hingga sempat mengeluarkan asap! Jadi memang langkah terbaik adalah memasukkan air dulu, lalu meletakkan potongan buah - buahan di paling bawah blender, baru kemudian sayur - sayuran dan es batu.

4. Coba cari resep green smoothie lebih banyak lagi supaya semakin semangat! Untuk acuan resep, bisa buka http://simplegreensmoothies.com ; atau follow instagram @thesunshineeatery @elsas_wholesomelife @nadyahutagalung @yoear . Warn you, beberapa akun tersebut akan membuat kamu ngiler dan pengen nyobain green smoothie dengan resep mereka!

Eh iya, kalo kalian punya resep green smoothie favorit, boleh bangetlah dibagi - bagi infonya ke saya yaa. Semoga postingan ini bukan hanya menjadi reminder buat saya, tapi juga bisa bermanfaat buat kalian yang membaca. Selamat mencobaaa! :D

3 comments:

  1. Halo Nazura. Tks ya Utk artikel smoothies nya. Berawal stock sawi yg cukup banyak dan bosan juga sawi ini aku rebus terus (aku sedang berusaha mengurangi makanan berminyak dan menambah porsi sayur dlm makanan aku), aku campur beberapa lembar sawi (entah ini jenis sawi apa, warna hijaunya lebih muda dan kalau direbus rasanya agak pahit), 1 mangga, dan 3 jeruk peras (diambil airnya). Hasilnya luar biasa enak dan segar (krn aku tambahkan es batu dan sedikit air dingin). Stlh habis 1 gelas besar, aku buat lagi siangnya. Aku pribadi lebih suka smoothies yg kental, kalau encer kok terasa aneh ya, hihi. Pertanyaan aku, kalau smoothies itu dikonsumsi setiap hari apakah ada masalah? Kemudian apakah ada batasan dalam sehari smoothies itu dikonsumsi berapa gelas? Tks ya Nazura Utk infonya. Sukses untukmu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo again mba Ignas! Waaah makasih buat resepnya juga mbaa. Will definitely try it soon! :3

      Ih iya banget mba, aku juga pernah dong buat smoothie yang encer, terus jadinya malah aneh gitu yaa. Kalo mau lebih kental lagi cobain pake susu kedelai atau almond deh mbaa. Hasilnya lebih enak dipandang dan dirasa hehe.

      Dari yang aku baca di beberapa referensi, justru kita disarankan bangeeet buat minum smoothies setiap hari. Bahkan banyak yang buat 30 days challenge minum smoothies untuk detoksifikasi tubuh kita. Aku sendiri masih nyoba buat minum tiap hari, karena kadang pas lagi enggak sempet beli sayur atau buah, jadinya sehari dua hari enggak minum smoothies.

      Nah, kalo untuk takarannya, yang aku baca2 juga kebanyakan resep itu ngasih takaran 1 liter untuk setiap pembuatan smoothies. 1 liter itu bisa dapat sekitar 3 gelas.. Jadi supaya lebih convenient, aku saranin sih mba buat langsung untuk 1 liter ajaa setiap bikin smoothies, supaya bisa dikonsumsi buat pagi - siang - malam. Tapi aku kurang paham mba apa boleh dikonsumsi lebih dari seliter per hari. Aku sempet baca artikel juga kalo kebanyakan minum green smoothies justru juga enggak baik karena di sayur2an dan buah2an itu mengandung zat2 yang kalo overly consume juga enggak akan baik buat tubuh kita *basic rules in life yaa, segala sesuatu yang berlebihan itu ujung2nya emang enggak baik juga hehehe*. Mungkin mba Ignas bisa sambil cari2 info juga dari sumber2 lain, karena aku takut salah kasih info juga hehe.

      Tetep semangat buat jalanin hidup yang lebih sehat mbaaa :D

      Delete
  2. Baru baca post ini. Ozuuu, menyenangkan banget baca ini.

    ReplyDelete